Pada dasarnya, rasa percaya merupakan kunci saat menjalin sebuah hubungan dengan orang lain, baik teman, keluarga, maupun pasangan.
Namun, hubungan yang dijalani mungkin saja pernah meninggalkan trauma sehingga dapat menurunkan atau bahkan menghilangkan rasa percaya dan akhirnya timbul trust issue
Belakangan ini istilah trust issue sering muncul di media sosial maupun percakapan sehari-hari, terutama ketika membahas hubungan pertemanan, percintaan, hingga lingkungan kerja.
Secara sederhana, trust issue adalah kondisi ketika seseorang merasa sulit mempercayai orang lain karena rasa takut akan dikhianati, disakiti, atau dikecewakan.
Orang yang mengalami trust issue biasanya cenderung curiga, overthinking, dan merasa tidak aman dalam sebuah hubungan.
Kondisi ini bukan sekadar sifat posesif biasa, tetapi bisa berkaitan dengan pengalaman emosional di masa lalu.
Penyebab Trust Issue
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami trust issue, di antaranya:
1. Trauma Masa lalu
Trust issue bisa timbul karena trauma pernah di khianati atau ditipu di masa lalu. Apapun yang diucapkan dan dilakukan seseorang tersebut selalu dipandang buruk dan dianggap sebagai bentuk perlawanan.
Akibatnya tercipta permusuhan dan kebencian. Bisa jadi hal ini akibat sebelumnya pernah terjadi kebohongan, lalu ketahuan.
Hal ini bisa menimbulkan trauma dan pengalaman buruk dan membekas di memori sehingga sulit dihilangkan.
2. Konflik dengan orang tua
Trust issue dapat terjadi jika seorang anak menyaksikan orang tua yang terlibat konflik seperti perselingkuhan. Seorang anak yang telah tumbuh dewasa mungkin enggan menjalin hubungan karena takut mengalami hal serupa. Begitu terlibat dalam sebuah hubungan asmara, anak cenderung kesulitan untuk percaya dengan pasangannya
3. Sering Dikecewakan
Harapan yang berkali-kali tidak terpenuhi membuat seseorang lebih berhati-hati dan sulit percaya.
4. Pengalaman dikucilkan
Pengalaman dikucilkan sering kali menjadi akar penyebab trust issue karena dapat merusak rasa aman, membuat seseorang merasa ditolak, dan memicu kewaspadaan berlebih. Kondisi ini sangat wajar terjadi sebagai bentuk perlindungan diri agar tidak terluka kembali.
Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Trust Issue
Beberapa tanda seseorang mengalami trust issue antara lain:
- Sulit percaya pada ucapan orang lain
- Sering overthinking
- Takut membuka diri
- Mudah curiga
- Posesif
- Sulit memaafkan kesalahan
- Takut memulai hubungan baru
Dampak Trust Issue Pada Kesehatan
Dilansir dari Alodokter, jika tidak diatasi, trust issue dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial seseorang. Hubungan menjadi mudah dipenuhi konflik, kesalahpahaman, hingga rasa lelah emosional.
Selain itu, seseorang yang trust issue cenderung sulit menjalani sebuah hubungan yang sehat dalam pertemanan, keluarga, maupun percintaan. Kemudian rasa ketidakpercayaan akan menimbulkan cemas berlebihan dalam suatu hubungan.
Trust issue juga dapat membuat seseorang menarik diri dari interaksi sosial dan sulit membuka diri kepada orang lain.
Tidak hanya dalam hubungan percintaan, trust issue juga bisa berdampak pada pertemanan, keluarga, bahkan dunia kerja. Seseorang bisa menjadi sulit bekerja sama atau takut mempercayai rekan kerja.
Cara Mengatasi Trust Issue
Dikutip dari Website Universitas Ahmad Dahlan, trust issue dapat diatasi dengan langkah-langkah berikut:
- Hindari kebiasaan overthinking
Ubah mindset bahwa pengalaman buruk dengan satu orang tidak selalu berarti semua orang akan melakukan hal yang sama. Selain itu, manfaatkan waktu dengan melakukan hal-hal yang positif seperti, membaca buku, menonton film, dan lain sebagainya. - Menjalin komunikasi yang baik
Mulai jalin komunikasi yang baik dengan menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, hingga memulai pembicaraan baik kepada teman maupun keluarga. - Belajar memaafkan kesalahan orang lain
Memaafkan kesalahan orang lain atau kejadian yang tidak menyenangkan memang sulit, namun apa salahnya menghilangkan rasa dendam tersebut dan menyadari bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. - Membangun rasa percaya diri
Berhenti membandingkan diri dengan orang lain, mulai bersyukur atas apa yang dimiliki dan membangun kepercayaan pada teman, keluarga, maupun pasangan secara perlahan. Meningkatkan rasa percaya diri dan memperbaiki kesehatan mental dapat membantu mengurangi rasa takut berlebihan. - Konsultasi dengan Profesional
Jika trust issue sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog bisa menjadi pilihan yang tepat.
Trust issue adalah kondisi emosional yang dapat dialami siapa saja, terutama setelah mengalami pengalaman yang menyakitkan.
Meski terasa sulit, rasa percaya tetap bisa dibangun kembali secara perlahan melalui komunikasi, pemahaman diri, dan hubungan yang sehat.
Memiliki kewaspadaan memang penting, tetapi jangan sampai rasa takut membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memiliki hubungan yang baik dengan orang lain.


