Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 12 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Jangan Ketipu Label Eco-Friendly, Go Greeners: Kantong Kertas Tak Selalu Ramah Lingkungan
Cari Tahu

Jangan Ketipu Label Eco-Friendly, Go Greeners: Kantong Kertas Tak Selalu Ramah Lingkungan

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
Last updated: Juli 12, 2026 11:06 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 jam lalu
Share
Seorang perempuan menunjukkan totebag.
Seorang perempuan menunjukkan totebag. (Magnific)
SHARE

Buat kamu yang merasa udah sah jadi agen go green karena modal kantong kertas dan tote bag, kamu perlu gigit jari usai tahu fakta ini.

Daftar isi Konten
  • Perjalanan
  • Kenapa Lebih Buruk?
  • Ada Dasar Ilmiah?
  • Susah Pilih?

Video dari akun TikTok @abangsap_ ramai dibahas setelah mengungkap bahwa kantong kertas belum tentu lebih ramah lingkungan dibandingkan kantong plastik. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dampaknya justru bisa lebih parah daripada kantong plastik.

Lho, kok bisa?

Jawabannya ada pada konsep Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Siklus Hidup. Kamu harus mengubah cara pandang saat melihat suatu barang. jangan cuma lihat bahannya saja, karena kamu juga harus tahu “perjalanan hidup” barang tersebut.

Dalam video, pembuat konten yang memperkenalkan diri sebagai praktisi lingkungan sekaligus dosen di UGM menjelaskan bahwa menilai suatu produk ramah lingkungan enggak cukup hanya bahan.

Baca juga:
Raja Sawit Ompong Regulasi: Nihil Aturan Khusus, Indonesia Kalah Sat-set… Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendorong pemerintah dan parlemen segera…
Bukan Karena Gas Langka! Bahlil Bongkar Alasan Harga LNG Industri… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan alasan pemerintah…
'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu… Produsen mobil terbesar di Jerman, Volkswagen alias VW, berencana memutus hubungan kerja…
  • Raja Sawit Ompong Regulasi: Nihil Aturan Khusus, Indonesia Kalah Sat-set dari Malaysia
  • Bukan Karena Gas Langka! Bahlil Bongkar Alasan Harga LNG Industri Diskon Jadi…
  • 'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu Karyawan

Perjalanan

Hal yang dihitung adalah seluruh “perjalanan hidup” produk, seperti pengambilan bahan baku, proses produksi, penggunaan energi dan air, distribusi, sampai akhirnya menjadi sampah.

Artinya, sebuah produk yang kelihatannya lebih ramah lingkungan belum tentu benar-benar punya dampak paling kecil bagi bumi.

Selama ini publik menganggap plastik sebagai “musuh lingkungan”. Padahal, menurut pendekatan LCA, persoalan utama bukan semata-mata material plastik, melainkan pengelolaan sampah setelah dipakai.

Plastik memiliki beberapa keunggulan. Bahannya ringan, proses produksinya relatif lebih hemat energi, dan biaya distribusi juga lebih efisien lantaran bobotnya lebih rendah dibandingkan banyak material lain.

Dengan kata lain, kalau dilihat dari sisi produksi, plastik tidak selalu menjadi pilihan dengan dampak lingkungan paling buruk.

Kenapa Lebih Buruk?

Nah, ini yang bikin banyak orang bilang, “mind blown.”

Guna membuat kantong kertas, industri pulp dan kertas membutuhkan air dalam jumlah sangat besar. Proses produksinya juga mengonsumsi energi lebih banyak dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi dibandingkan pembuatan kantong plastik dengan fungsi yang sama.

Jadi, mengganti plastik dengan kertas belum tentu otomatis bikin jejak lingkungan lebih kecil. Bisa saja dampaknya hanya berpindah, dari persoalan sampah plastik menjadi penggunaan air, energi, dan emisi karbon.

Ada Dasar Ilmiah?

Fakta ini ternyata bukan sekadar opini di medsos aja. Menurut laporan Life Cycle Assessment of Grocery Bags yang diterbitkan Danish Environmental Protection Agency pada 2018 menemukan bahwa kantong plastik LDPE memiliki dampak lingkungan yang relatif rendah untuk satu kali penggunaan. 

Sementara itu, tas belanja berbahan katun perlu digunakan berulang kali hingga ribuan kali agar dampak lingkungannya setara. Temuan serupa juga muncul dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Cleaner Production. Studi tersebut menyebut industri pulp dan kertas membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar selama proses manufaktur.

Penelitian dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura menunjukkan bahwa pada wilayah dengan sistem pengelolaan sampah yang baik, kantong plastik dalam kondisi tertentu justru memiliki dampak pemanasan global yang lebih rendah dibandingkan kantong kertas maupun tas katun.

Susah Pilih?

Jawabannya enggak sesimpel memilih plastik atau kertas. Para peneliti justru menyarankan agar publik fokus pada kebiasaan menggunakan barang secara bijak. Pakai seperlunya, gunakan berulang kali selama masih layak, lalu pastikan sampahnya dibuang dan dikelola dengan benar.

Intinya, jangan gampang ketipu sama label “eco-friendly“. Produk yang terlihat hijau belum tentu punya dampak lingkungan paling kecil kalau dilihat dari seluruh siklus hidupnya.

Jadi, lain kali sebelum ikut tren karena dianggap lebih ramah lingkungan, coba cek dulu faktanya. Karena menjaga bumi ternyata bukan soal ikut-ikutan ganti bahan, tapi soal publik menggunakan dan mengelola barang dengan lebih bertanggung jawab.

Kalau menurut kamu, gimana? Setelah tahu fakta ini, masih yakin kantong kertas selalu lebih ramah lingkungan daripada plastik?

Baca juga:
Kuota Produksi Nikel 2026: Ogah Gegabah, Kementerian ESDM Pilih Rem… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memutuskan final besaran total…
Siap-Siap Saldo Rekening Bengkak, MDKA Bagi Dividen Rp300 Miliar PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk membagikan…
Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor… Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli berpotensi…
  • Kuota Produksi Nikel 2026: Ogah Gegabah, Kementerian ESDM Pilih Rem Revisi RKAB
  • Siap-Siap Saldo Rekening Bengkak, MDKA Bagi Dividen Rp300 Miliar
  • Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor Sawit Rp67…

Tag:Go GreenindustriKertasLingkunganplastikTote Bag
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
PDIP Abu-abu: Cermin Gengsi Gabung Pemerintah, Persulit Diri Cari Simpati Publik
By Rahmat Tunny
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Doc: IG Prabowo Subianto
1
Fenomena Warga Patungan Bikin Jalan: Saat Gotong Royong Kalahkan Proyek Kosmetik Daerah
By Adi Briantika
Pengendara melewati akses darurat di Jembatan Kalawi Limau Manih, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Selasa (7/7/2026).
2
Dampak Warga Patungan Perbaiki Jalan-Jembatan Rusak: Pemda Lolos Jerat Hukum?
By Adi Briantika
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu (8/7/2026).
3
Bongkar Dompet di Hari Terakhir PRJ 2026: Diskon Barang Gila-gilaan Plus Goyang Bareng NDX A.K.A
By Ani Ratnasari
Suasana hari terakhir PRJ 2026, Minggu, 12 Juli.
4
Raja Sawit Ompong Regulasi: Nihil Aturan Khusus, Indonesia Kalah Sat-set dari Malaysia
By Rahmat Tunny
Pekerja mengumpulkan biji buah sawit yang terpisah dari tandanya di salah satu pengepul di Pangalle, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Penampakan Candi Prambanan
Cari Tahu

Mengulik Sejarah Candi Prambanan, Ikon Budaya Hindu Terbesar di Indonesia

Candi Prambanan kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto mengajak Perdana…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Salah satu ritual Agama Hindu, Upacara Galungan di Bali
Cari Tahu

Jejak Peradaban Hindu di Indonesia, Mengenal Peninggalan dan Pengaruhnya terhadap Budaya Nusantara

Kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia kembali mengingatkan eratnya hubungan kedua negara…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Ilustrasi MSG
Cari Tahu

Mitos dan Fakta tentang MSG, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

MSG telah lama digunakan untuk memberikan cita rasa gurih pada makanan. Meskipun…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Ilustrasi mengemudi
Cari Tahu

Sudah Tahun 2026 tapi Masih Bingung? Ini Beda SIM A, B, C, dan D yang Wajib Kamu Tahu!

Sebelum mengajukan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), penting untuk mengetahui perbedaan setiap…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up