Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 12 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / DUO Maut UU Cipta Kerja dan RPP TNI, KASBI Khawatir Hak Buruh Makin Dikebiri
Nasional

DUO Maut UU Cipta Kerja dan RPP TNI, KASBI Khawatir Hak Buruh Makin Dikebiri

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 26, 2026 6:58 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ketua Umum KASBI Unang Sunarno.
Ketua Umum KASBI Unang Sunarno. (Instagram @unang_sunarno)
SHARE

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno mengkritik meluasnya keterlibatan militer dalam urusan sipil dan pengelolaan industri. Hal itu dapat memperlemah posisi pekerja buruh.

Sunar mengungkapkan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja sudah memberatkan buruh, ditambah muncul Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tugas TNI yang berkaitan dengan ranah sipil.

Kombinasi kebijakan ini dikhawatirkan akan membuat posisi pekerja semakin lemah lantaran berpotensi mengurangi hak-hak buruh, mengurangi ruang pengawasan, dan meningkatnya tekanan terhadap gerakan buruh.

Sunar berpendapat berbagai kebijakan ketenagakerjaan belakangan ini cenderung dibuat tanpa melibatkan serikat buruh. Ia menilai tujuan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja justru berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.

“Tujuannya menciptakan lapangan kerja, tapi yang terjadi justru banyak PHK. Ketika buruh melawan PHK, sering dihadapi dengan represivitas,”

ujar Sunar dalam sebuah diskusi publik, Selasa, 26 Mei 2026.
Baca juga:
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Amnesty Sebut Ada Ancaman Remiliterisasi Penegakan… Penjagaan puluhan prajurit TNI di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus…
YLBHI Soroti TNI Jaga Rumah Jampidsus, Minta Prabowo Segera Cabut… Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar…
DPR Minta TNI, Polri dan Kejaksaan Solid, Kasus Korupsi Batu… Komisi III DPR RI minta seluruh aparat penegak hukum menghentikan ego sektoral…
  • TNI Jaga Rumah Jampidsus, Amnesty Sebut Ada Ancaman Remiliterisasi Penegakan Hukum
  • YLBHI Soroti TNI Jaga Rumah Jampidsus, Minta Prabowo Segera Cabut Perpres Perlindungan…
  • DPR Minta TNI, Polri dan Kejaksaan Solid, Kasus Korupsi Batu Bara Harus…

Sistem kerja fleksibel yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja, seperti kontrak, outsourcing, harian lepas, hingga sistem borongan, membuat posisi buruh semakin rentan. Kondisi tersebut juga membuat pekerja takut bergabung dengan serikat buruh.

“Kalau ketahuan bergabung dengan serikat, biasanya langsung diputus kontrak atau di-PHK,”

lanjut Sunar.

Ia mencontohkan kondisi seperti perkebunan sawit di Kalimantan Barat yang menjadi basis organisasi buruh. Setelah perusahaan sawit tersebut disita kejaksaan dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp81 triliun, pengelolaan aset dialihkan kepada BUMN dan melibatkan banyak unsur militer.

Imbasnya buruh kesulitan menyampaikan tuntutan karena harus berhadapan langsung dengan aparat keamanan di area kerja.

“Ketika kami mau berunding, kami justru berhadapan langsung dengan militer, bukan dengan manajemen perusahaan. Ada Satgas yang setiap hari menjaga, membuat buruh merasa terteror,”

ujar dia.

Situasi tersebut mengingatkan pada masa Orde Baru, ketika gerakan buruh berada di bawah kontrol ketat negara dan aparat keamanan.

“Kami bukan anti-TNI atau anti-militer. Tapi dalam negara demokrasi, ruang masyarakat sipil harus tetap terjaga. Jangan sampai Indonesia kembali kepada sistem ketika setiap gerakan buruh diawasi dan dibatasi,”

tegas Sunar.

Waspada Bahaya

Secara umum, substansi yang terkandung dalam RPP Tugas TNI kian berisiko membahayakan kehidupan demokrasi, jaminan HAM, serta perlindungan konstitusional warga negara. Materi RPP memuat sejumlah klausul yang cenderung bersifat multi-interpretatif, sehingga mengandung ketidakpastian yang sepantasnya dihindari dalam substansi peraturan perundang-undangan.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, Muhamad Isnur. RPP ini juga mengaburkan tugas pokok dan wewenang prajurit TNI, yang seharusnya fokus pada bidang pertahanan negara, dengan memperluas kewenangannya dalam bidang non-pertahanan. 

Tag:BuruhKASBIMassaMiliterorde barurpp tugas tniSipilTNIUU Cipta Kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Aisyah Zakkiyah Jadi Komisaris PTPP, Gaji dan Latar Belakangnya Jadi Sorotan
By Syifa Fauziah
Aisyah Zakkiyah Jadi Komisaris PTPP
1
Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus
By Ivan Syahruna Lubis
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta
2
Selain Tersangka Korupsi Batu Bara, Febrie Adriansyah juga Jadi Tersangka TPPU 
By Rika Pangesti
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
3
Jampidsus Mundur, Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Penanganan Kasus Kejagung
By Rika Pangesti
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (tengah) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta
4
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
By Rika Pangesti
Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus)
5

BERITA LAINNYA

Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus)
Nasional

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

Jaksa Agung ST Burhanuddin bergerak cepat menunjuk Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Komisi III DPR RI menggelar rapat menyikapi Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus)
Nasional

Komisi III DPR Minta Febrie Adriansyah Dihukum Mati: Lukai Hati Nurani Rakyat

Dua anggota Komisi III DPR RI kompak mendesak hukuman mati bagi tersangka…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman
Nasional

Ketua Komisi III DPR Sebut Eks Jampidsus Inisial FA Masuk Daftar Tersangka Kasus Korupsi 

Komisi III DPR RI mengungkap salah satu tersangka dalam perkara yang belakangan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Komisi III DPR RI menggelar rapat menyikapi Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).
Nasional

Komisi III DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen Usut Kasus Dugaan Febrie 

Komisi III DPR RI langsung menggelar rapat menyikapi dinamika pengunduran diri Febrie…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up