Momen Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban. Hampir setiap tahun, daging sapi atau kambing dibagikan menggunakan kantong kresek, karena dianggap praktis, murah, dan mudah didapat.
Namun tanpa kita sadari, ada bahaya yang menghantui kesehatan dari penggunaan kantong plastik hitam tersebut. Belakangan, isu penggunaan kantong plastik hitam untuk makanan kembali ramai dibahas di media sosial.
Banyak tenaga kesehatan dan edukator lingkungan mengingatkan bahwa plastik hitam bukan pilihan yang tepat untuk kontak langsung dengan bahan pangan, termasuk daging kurban yang masih segar dan terkadang masih hangat setelah proses penyembelihan.
Mengapa Kantong Plastik Hitam Berbahaya?
Sebenarnya, kantong kresek hitam umumnya dibuat dari bahan plastik daur ulang. Terkadang dari plastik yang berasal dari limbah campuran, mulai dari bekas kemasan non-makanan hingga limbah industri. Karena itu, kandungan kimianya tidak aman untuk makanan.
Beberapa zat berbahaya yang berpotensi terdapat pada plastik hitam antara lain:
- BPA (Bisphenol A) dan ftalat yang dapat mengganggu hormon.
- Logam berat seperti timbal, kadmium, dan merkuri.
- Zat pewarna hitam hasil daur ulang berulang.
- Senyawa kimia lain dari limbah plastik campuran.
Masalahnya, daging kurban mengandung lemak dan cairan alami yang bisa mempercepat perpindahan zat kimia plastik ke makanan. Apalagi jika daging masih hangat dan langsung dimasukkan ke kresek hitam setelah dipotong.
Dan semakin lama daging berada di dalam plastik tersebut, semakin besar kemungkinan zat kimia ikut bermigrasi ke permukaan makanan.
Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Paparan zat kimia dari plastik memang tidak langsung terasa. Namun jika ini terjadi terus-menerus, dampaknya bisa berbahaya bagi tubuh, seperti:
- Gangguan hormon dan kesuburan.
- Kerusakan hati dan ginjal.
- Penurunan sistem imun.
- Risiko kanker akibat zat karsinogenik.
- Penumpukan mikroplastik dalam tubuh.
Selain itu, bau menyengat khas kantong kresek hitam juga sering menjadi tanda adanya kandungan bahan kimia berlebih pada plastik tersebut.
Alternatif Pembungkus Daging Kurban
Saat pembagian daging kurban, ada beberapa pilihan pembungkus yang lebih aman dan ramah lingkungan seperti:
- Gunakan wadah food grade atau kotak makan bersih.
- Bungkus daging dengan daun pisang atau daun jati.
- Gunakan plastik bening food grade.
- Pisahkan daging menggunakan kertas pembungkus makanan sebelum dimasukkan ke tas plastik.
- Kurangi penggunaan kresek hitam untuk kontak langsung dengan makanan.
Beberapa masjid dan panitia kurban di berbagai daerah bahkan mulai beralih ke pembungkus ramah lingkungan sebagai bentuk edukasi kesehatan dan kepedulian lingkungan.
Jadi mulai sekarang, tidak ada salahnya lebih selektif memilih pembungkus makanan, terutama saat momen besar seperti Idul Adha. Selain lebih sehat untuk keluarga, langkah kecil ini juga membantu mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan.

