Majalah bisnis dunia, Forbes kembali merilis daftar “30 Under 30 Asia Class of 2026” yang berisi generasi muda paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.
Sejumlah nama asal Indonesia berhasil masuk dalam daftar bergengsi tersebut berkat pencapaian mereka di bidang musik, teknologi, bisnis, investasi, lingkungan, hingga industri kreatif.
Mulai dari penyanyi, kreator konten, pendiri startup, hingga investor muda, semuanya membawa pengaruh besar di bidang masing-masing. Berikut deretan nama Indonesia yang masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2026
1. Tiara Andini
Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini mulai dikenal luas setelah menjadi runner-up Indonesian Idol 2020. Setelah itu, Tiara merilis lagu debut “Gemintang Hatiku” dan memenangkan penghargaan Best Newcomer di Anugerah Musik Indonesia serta Best New Asian Artist (Indonesia) di Mnet Asian Music Awards pada tahun yang sama.
Album debutnya yang dirilis pada 2021 juga memenangkan Album of the Year di Indonesian Music Awards2022. Kini, Tiara memiliki sekitar 7 juta pendengar bulanan di Spotify dan meraih penghargaan Social Media Artist of the Year pada Indonesian Music Awards 2025.
2. No Na
No Na merupakan girl group Indonesia yang berada di bawah naungan label 88rising, asal Amerika Serikat, yang fokus pada artis Asia dan Asia-Amerika. Setelah merilis single perdana pada Mei 2025 dan tampil di festival Head In the Clouds di Los Angeles, grup ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1,4 juta pendengar bulanan di Spotify.
Bahkan lagu terbaru mereka, “Rollerblade” yang dirilis pada April lalu berhasil meraih 3,3 juta penonton di YouTube.
3. Se’Indonesia
Didirikan oleh Rinaldi Dharma Utama dan Christian Wilfandio, Se’Indonesia merupakan jaringan makanan cepat saji yang mengusung menu se’i, hidangan daging asap khas Indonesia Timur, dengan harga terjangkau. Berawal dari cloud kitchen bernama Lakuliner di 2021, setahun setelahnya bisnis ini berganti nama menjadi Se’Indonesia.
Mereka menjual rice bowl ayam dan sapi mulai dari Rp25 ribu. Kini Se’Indonesia beroperasi selama 24 jam dengan lebih dari 200 outlet delivery dan takeaway serta 23 restoran dine-in di berbagai wilayah Indonesia. Pada April 2025, perusahaan ini memperoleh pendanaan Seri A sebesar 9,7 juta dolar AS yang dipimpin Insignia Ventures.
4. Santi Tan
Santi Tan adalah pendiri Saff & Co, brand parfum asal Jakarta yang diluncurkan pada 2020. Saat itu , ia melihat pasar parfum Indonesia yang didominasi merek internasional, dan memiliki ide untuk membangun alternatif parfum lokal yang mampu bersaing.
Awalnya, Saff & Co hanya menjual produknya secara online melalui platform e-commerce seperti Shopee, sebelum akhirnya memutuskan untuk memperluas jaringan bisnis ke toko offline dan retailer. Kini produk Saff & Co juga mencakup pewangi ruangan dan tekstil.
5. Farrel Alvian Purnama
Farrel Alvian Purnama bersama Muhammad Dzikri Ahira Soefihara mendirikan perusahaan daur ulang limbah elektronik bernama, Daur Material Indonesia atau Remind pada 2020.
Berbasis di Banten, perusahaan ini mengekstraksi tembaga dan logam lain dari papan sirkuit bekas, kabel, serta komponen elektronik. Pada Mei 2025, Remind memperoleh pendanaan sebesar 1,3 juta dolar AS dari Bali Investment Club, BEENEXT, dan Spiral Ventures.
6. Deryl Lu
Deryl Lu merupakan salah satu pendiri startup agritech, DayaTani yaitu teknologi untuk membantu petani meningkatkan hasil panen. Perusahaan ini mengembangkan “Pak Dayat”, asisten pertanian berbasis AI yang memberikan panduan pertanian melalui WhatsApp.
Pada 2024, DayaTani mendapatkan pendanaan awal sebesar 2,3 juta dolar AS dan saat ini berencana memperluas pasar ke Thailand dan Vietnam.
7. Erika Richardo
Erika Richardo dikenal sebagai kreator konten dan seniman muda dengan lebih dari 18 juta pengikut di TikTok. Pada peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025, Garuda Indonesia menunjuk Erika untuk melukis mural di badan pesawat Boeing 737.
Karyanya yang mengangkat unsur batik dan menggambarkan 16 kelompok etnis dari berbagai daerah di Indonesia, kemudian viral di media sosial. Erika juga sempat menjadi sorotan setelah melukis motif barong Bali di mobil Porsche milik temannya.
8. Medy Renaldy
Medy Renaldy merupakan kreator konten Indonesia dengan lebih dari 15 juta pengikut di TikTok dan YouTube. Ia dikenal lewat konten unboxing dan review mainan serta action figure.
Medy juga pernah bekerja sama dengan berbagai brand besar seperti Marvel dan Disney. Salah satu videonya bersama aktor Marvel Anthony Mackie saat membuka action figure, Captain America meraih lebih dari 1,5 juta penonton.
9. Eunike Tanzil
Lahir di Sumatra, Eunike Tanzil melanjutkan pendidikan musik di Berklee College of Music, Boston, sebelum mendapatkan beasiswa penuh di Juilliard School. Karyanya telah dimainkan oleh berbagai orkestra dunia seperti Boston Symphony Orchestra dan Royal Philharmonic Orchestra.
Pada 2024, ia menjadi komposer perempuan Asia pertama yang menandatangani kontrak dengan Deutsche Grammophon dan berkolaborasi dengan penyanyi peraih Grammy, Laufey. Eunike juga terlibat dalam proyek film Hollywood seperti “The Addams Family 2” dan “Gabby’s Dollhouse: The Movie”.
10. Brigitta Gunawan
Brigitta Gunawan merupakan aktivis lingkungan laut di balik gerakan 30×30 Indonesia dan program edukasi Diverseas. Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai ekosistem laut Indonesia dengan target perlindungan 30 persen lautan dunia pada 2030.
Bersama National Geographic Society dan The Nature Conservancy, Brigitta juga membantu membangun 30×30 Coral Garden di Tulamben, Bali.
11. Elice Jesslyn Ongko
Elice Jesslyn Ongko adalah investor muda di firma modal ventura B Capital yang berbasis di Jakarta. Sejak bergabung pada 2024, ia telah menginvestasikan 60 juta dolar AS ke berbagai startup seperti Eureka Robotics, Ninja Van, dan MoEngage.
Sebelum bergabung dengan B Capital, Elice pernah bekerja di KPMG, McKinsey, dan Northstar Group.
12. Nisrina Firyal Fadhlannisa
Nisrina Firyal Fadhlannisa kini menjabat sebagai investment manager di Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo. Sebelumnya, ia bekerja di Vertex Ventures Southeast Asia and India dan Venturra Capital.
13. Dharmadi Gusanto
Dharmadi Gusanto merupakan vice president di Alpha JWC Ventures, perusahaan modal ventura yang mendukung startup unicorn seperti Carro dan Kopi Kenangan. Ia fokus pada startup software di Asia Tenggara, termasuk platform manajemen restoran ESB dan Omni HR.
14. Athaya Kadzima
Athaya Kadzima bekerja sebagai senior associate di BNI Ventures. Ia fokus pada startup bidang enterprise software, climate tech, dan infrastruktur digital. Selain aktif berinvestasi, Athaya juga menjadi mentor dalam program pengembangan founder perempuan di Indonesia.
15. Lau Xin Yuan
Lau Xin Yuan mendirikan startup proptech MilikiRumah pada 2024 untuk membantu masyarakat Indonesia memiliki rumah pertama. Platform ini menawarkan skema rent-to-own bagi pekerja informal dan masyarakat yang kesulitan memenuhi syarat kredit perbankan.
Pada 2025, MilikiRumah memperoleh pendanaan private equity sebesar 50 juta dolar AS.
16. Larry Susanto
Larry Susanto merupakan associate vice president investasi di ACV Capital. Ia memimpin investasi di sektor AI dan climate tech dengan fokus pada perusahaan yang memiliki dampak lingkungan sekaligus potensi bisnis tinggi.
17. Kelvin Sutedja
Kelvin Sutedja bekerja di Wavemaker Partners, firma modal ventura yang fokus pada startup Asia Tenggara. Ia terlibat dalam investasi berbagai startup seperti Verihubs dan Fit Hub yang kini berkembang menjadi salah satu jaringan gym terbesar di Indonesia.
Masuknya banyak nama Indonesia ke daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026 menunjukkan bahwa generasi muda Tanah Air semakin kompetitif di tingkat global. Tidak hanya di bidang hiburan, kontribusi anak muda Indonesia juga semakin terlihat dalam sektor teknologi, investasi, kecerdasan buatan, hingga pelestarian lingkungan.



