Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Sosiolog: Perpres LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Berpotensi Memicu Gesekan Antar Kelompok
Hype

Sosiolog: Perpres LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Berpotensi Memicu Gesekan Antar Kelompok

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juli 15, 2026 2:56 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi LGBTQ
Ilustrasi LGBTQ (Foto: magnific.com)
SHARE

Sosiolog Jannus TH Siahaan mengatakan potensi gesekan antar kelompok akan meningkat usai adanya kebijakan terkait Pepres Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) sebagai ancaman nonmiliter.

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang plural sebenarnya selalu memiliki dinamika antara nilai konservatif dan nilai progresif.

Namun, ketika negara mengambil posisi yang cenderung normatif dan memberi label keras, maka negara tidak lagi menjadi mediator netral, tapi aktor yang bisa memperkuat salah satu sisi.

Ini berpotensi memperuncing konflik horizontal, terutama di ruang-ruang sosial yang sebelumnya relatif cair,”

ujar Jannus kepada Owrite.

Selain itu, pelabelan resmi sebagai “ancaman” memang berpotensi memperlebar polarisasi dan konflik antara kelompok konservatif dan kelompok pro HAM.

Sebut Semua Agama Kompak Menolak, Kemenag Siapkan Materi Edukasi Bendung Budaya LGBTQ

Meskipun tidak selalu disengaja, diterjemahkan oleh sebagian kelompok masyarakat sebagai legitimasi moral untuk melakukan tindakan persekusi atau vigilantisme.

Dalam teori legitimasi sosial, tindakan yang mendapatkan “restu simbolik” dari negara cenderung dianggap lebih dapat dibenarkan oleh pelaku di tingkat akar rumput. Ini yang perlu diantisipasi serius, karena negara bisa kehilangan kontrol atas bagaimana kebijakannya ditafsirkan di lapangan,”

tuturnya.

Dengan framing “ancaman”, dialog menjadi semakin sulit karena posisi sudah menjadi hitam-putih. Ini berbahaya dalam jangka panjang karena bisa menggerus kohesi sosial dan memperlemah kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan perbedaan secara deliberatif.

Bagian dari Dinamika Sosial

Untuk itu, pendekatan yang lebih ideal dan humanis adalah dengan menempatkan isu LGBTQ sebagai bagian dari dinamika sosial yang perlu dikelola melalui pendekatan dialog, edukasi, dan kebijakan berbasis hak warga negara.

Negara seharusnya berperan sebagai penyeimbang, yang mengakomodasi nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat sekaligus memastikan tidak ada kelompok yang mengalami kekerasan atau diskriminasi.

Pendekatan berbasis kesehatan publik, pendidikan sosial, dan penguatan toleransi jauh lebih konstruktif dibandingkan pendekatan keamanan.

Sehingga, negara tidak perlu mengorbankan stabilitas sosial hanya karena memilih kerangka kebijakan yang terlalu sempit dalam membaca realitas masyarakat yang majemuk,”

tandasnya.
Tag:Dinamika SosialLGBTQPerpres LGBTQSosiolog
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Terungkap! 6 Juta Data MBG Ganda, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
1
Dalih Sudaryono Soal Masih Adanya Keracunan MBG: 80-90 Persen karena SOP Tak Dipatuhi
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)ÊSudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi bully.
Hype

Pernah Di-Bully? Jangan Heran Jika Pelaku Terlihat Lebih Bahagia, Ini Penjelasannya

Pernah nggak sih kamu mikir, “Kok orang yang dulu nge-bully gue hidupnya…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Penyanyi Ari Lasso
Hype

Ari Lasso Puji Pilot Garuda GA604 Usai Berhasil Mendarat Dengan Aman Setelah Ban Kanan Pesawat Pecah

Pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar berhasil mendarat dengan selamat di Bandara…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
6 jam lalu
Ilustrasi regulasi hukuman mati pembakar hutan.
Hype

Aljazair Siapkan Hukuman Mati Pembakar Hutan, Bagaimana Indonesia?

Aljazair mengambil langkah tegas dalam menangani kasus pembakaran hutan. Presiden Abdelmadjid Tebboune…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
19 jam lalu
Petani menanam bibit padi di area persawahan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).
Hype

Kementan Dapat Rp28 Triliun untuk 2027, Padi hingga Tebu Jadi Prioritas

Kementerian Pertanian mendapat dukungan anggaran Rp28,02 triliun untuk tahun 2027. Komisi IV…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up