Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier melontarkan kritik keras terkait kondisi ekonomi yang diwariskan Presiden Joko Widodo kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pemerintahan baru kini menghadapi beban berat untuk membereskan berbagai persoalan yang menumpuk selama satu dekade terakhir.
Fuad mengibaratkan tugas yang dihadapi Prabowo sebagai pekerjaan “mencuci piring” dalam skala raksasa. Bahkan, ia menilai persoalan yang harus dibenahi begitu besar hingga belum tentu selesai dalam satu periode pemerintahan.
Pak Prabowo berat juga cuci piring Pak Jokowi, itu banyak bener ya. Malah luar biasa lah cuci piringnya itu,”
kata Fuad yang dikutip dari akun Youtube Forum Keadilan, Selasa 2 Juni 2026.
Menkeu era Presiden Soeharto itu menilai, tantangan yang kini berada di hadapan Prabowo bukan sekadar persoalan teknis pemerintahan, melainkan menyangkut fondasi ekonomi nasional yang harus diperbaiki secara menyeluruh.
Cuci piringnya Pak Prabowo ini jangan-jangan lima tahun ke depan nggak selesai cuci piringnya itu, luar biasa,”
ujarnya.
Fuad bahkan mengaku prihatin melihat besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintahan saat ini.
Jadi saya pikir, kok saya udah tua ya, kalau saya masih muda, rasanya ingin benahin semuanya itu,”
ucapnya.
Meski demikian, menurut Fuad, Presiden Prabowo memahami besarnya tantangan tersebut dan tetap memilih menghadapi berbagai risiko politik yang menyertainya.
Secara langsung Pak Prabowo tidak mengatakan, tapi memang berat cuci piringnya, tapi dia berpegang teguh untuk melaksanakan semuanya itu,”
ungkapnya.
Jalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
Dalam pandangan Fuad, salah satu pegangan utama Prabowo adalah menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur arah pembangunan ekonomi nasional.
Dia berpegang teguh melaksanakan Pasal 33. Ekonomi kita memang berpedoman pada Pasal 33. Untuk itu jangan didebat lagi Pasal 33, oh ini begini, oh ini begini. Loh, kalau nggak mau ya cabut Pasal 33 aja, ilangin sekalian, jadi kita bebas gitu,”
tegasnya.
Fuad mengingatkan bahwa Pasal 33 bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan amanat konstitusi yang wajib dijalankan oleh setiap pemerintahan.
Harus ingat, ini amanat konstitusi, harus kita pegang, laksanakan aja Pasal 33 itu,”
lanjut Fuad.
Menurut dia, langkah-langkah yang akan diambil Prabowo untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional tidak akan mudah, dan berpotensi menimbulkan konsekuensi politik yang besar.
Namun, Fuad meyakini Presiden tetap siap mengambil risiko tersebut demi melakukan pembenahan.
Keputusan ini sangat beresiko secara politik tetapi beliau siap hadapi. Saya yakin rakyat akan berdiri di belakang Pak Prabowo kalau benar-benar jalanin itu,”
pungkasnya.


