Cerita horor pendek adalah salah satu genre cerita pendek yang menghadirkan suasana mencekam dan menegangkan bagi pembacanya.
Tak heran, cerita horor pendek banyak diminati terutama bagi para pecinta suasana mencekam dan misterius. Dengan alur yang ringkas namun penuh kejutan, kisah-kisah horor mampu memancing rasa penasaran sekaligus membuat pembaca membayangkan berbagai kejadian menyeramkan yang dialami tokohnya.
Melansir dari berbagai sumber, berikut 5 cerita horor pendek yang siap bikin bulu kuduk merinding.
1. Uji Nyali di Lawang Sewu
“Eh kalau kita ke Semarang ke Lawang Sewu yuk. kan sering tuh jadi tempat shooting lain dunia lah, Uk-Uk lah dan masih banyak lagi. Tapi kalau bisa malam ajalah kita ke Lawang Sewunya biar seru!!”
Waktu itu aku, Sarta, Andisu, Irwan, Desti dan Nirwan sengaja berkunjung ke Lawang Sewu jam 9 malam (9 malam!!!!)
Kami emang kurang kerjaan udah jelas membawa satu teman memiliki indera keenam, alhasil sepanjang tour malam Lawang Sewu ketakutan kami malahan melihat pucat pasi teman kami. Apalagi saat melihat terowongan dibawah Irwan gemetaran melihat ada yang lewat. Untungnya aku tidak melihat yang dilihatnya!
Kemudian pas dipojokan ke arah lantai 3 kalau tidak salah, aku, Sarta, dan Andisu serta Nirwan dan Irwan hendak menaiki tangga ke arah kamar kosong nan gelap sementara dari bawah Desti pucat sekali.
“Aku kalau ke atas gak ikut ya.” kata Desti.
Sarta kemudian yang melihat kepucatan yang tak biasa langsung turun dari tangga. Sementara aku, Andisu dan Irwan berhenti sejenak hingga kami mengurungkan niat ke lantai 3 dan dengan beribu langkah cepat-cepat meninggalkan Lawang Sewu.
“Apa sih yang kau lihat di lantai 3 itu?” tanya teman-teman penasaran.
Banyak yang disitu paling banyak, jawabnya
Ternyata mengunjungi Lawang Sewu pas malam hari bukanlah pilihan tepat terlebih ketika membawa teman yang bisa melihat alam gaib.
2. Tamu Tak Diundang
Dani adalah seorang pengusaha yang sering bepergian untuk urusan bisnis. Suatu malam, dia menginap di sebuah penginapan tua yang terlihat nyaman. Namun, dia tidak tahu bahwa penginapan itu memiliki sejarah kelam.
Malam pertama, Dani mulai mengalami mimpi buruk yang sangat nyata. Dia melihat bayangan tamu-tamu yang pernah menginap di penginapan itu, tetapi mereka terlihat seperti arwah yang tidak tenang. Suara-suara aneh dan bisikan terus terdengar di kamarnya.
Dani mencoba mengabaikan kejadian itu dan melanjutkan urusannya. Namun, kejadian aneh semakin sering terjadi. Barang-barang berpindah tempat sendiri, pintu yang terbuka dan tertutup dengan sendirinya, serta bayangan yang muncul dan menghilang dengan cepat.
Dani bertanya kepada pemilik penginapan dan mengetahui bahwa banyak tamu yang meninggal dengan cara misterius di penginapan itu. Roh-roh mereka kini menghantui tempat itu, mencari keadilan atas kematian mereka yang tidak wajar.
Dani merasa takut tetapi juga merasa bersimpati terhadap roh-roh itu. Dia memutuskan untuk membantu mereka menemukan kedamaian. Dengan bantuan seorang paranormal, Dani melakukan upacara pemanggilan arwah di penginapan.
Selama upacara, roh-roh tamu mulai muncul. Mereka menceritakan kisah mereka dan meminta bantuan untuk mengungkap penyebab sebenarnya dari kematian mereka. Dani berjanji untuk mencari tahu dan mengungkap kebenaran.
Dengan bukti-bukti yang dia temukan dan bantuan paranormal, Dani berhasil mengungkap bahwa kematian para tamu itu bukan kecelakaan biasa, tetapi akibat perbuatan jahat dari seorang penjaga penginapan yang ingin mencuri harta benda mereka.
Setelah mengungkap kebenaran dan memberikan upacara pemakaman yang layak untuk para tamu, roh-roh tersebut akhirnya bisa beristirahat dengan tenang. Dani merasa lega karena telah membantu roh-roh itu dan kembali ke rumah dengan pengalaman yang tidak akan pernah dia lupakan.
3. Hantu Kosan
Sudah dua minggu aku berada di kosan ini, yang katanya selalu ada kejadian aneh di sini. Namun, setelah dua minggu berlalu aku merasa tak ada yang aneh aku enjoy-enjoy aja dengan kosan ini.
Yang aku herankan setiap aku mandi aku selalu diawasi oleh dua pasang mata yang ngintip di balik jendela wc. Aku pikir itu cuma lelaki mesum di kamar sebelahku. Dan, suatu ketika aku penasaran.
Aku memasang kamera dan dipasang di kamar mandi. Aku mulai mandi. Betapa terkejutnya aku ternyata yang mengintip aku selama ini bukan manusia mesum melainkan makhluk halus yang tanpa tubuh. Ia hanya kepala dan organ tubuh yang berjalan.
Aku mulai gemetar dan hp ku jatuh. Setelah mengambil hp ternyata mahluk itu telah ada di depanku. Dan, aku pun pingsan.
4. Boneka di Sudut Kamar
Dina adalah seorang gadis berusia 6 tahun yang baru saja menerima boneka kayu tua dari temannya sebagai hadiah ulang tahun.
Boneka kayu itu memiliki wajah tersenyum kaku dan mata hitam kecil yang menatap tajam.
Dina tidak begitu menyukai boneka. Tapi karena boneka itu didapat dari hadiah, ia tetap menyimpannya di kamar.
Malam itu, saat Dina belajar di meja, ia merasa sedang diawasi oleh seseorang.
Ia menoleh ke arah boneka yang disimpannya. Meski tidak bergerak, boneka itu seolah-olah memiliki tatapan yang hidup.
Dina lalu meyakinkan diri bahwa itu hanya perasaannya saja.
Setelah selesai belajar, Dina memutuskan untuk tidur. Namun hal menyeramkan terjadi.
Setiap Dina menoleh, boneka itu terasa semakin mendekat. Dina lagi-lagi meyakinkan diri bahwa itu perasaannya saja.
Namun saat ia memutuskan untuk tidur, hal yang lebih menyeramkan terjadi.
Di tengah malah, Dina terbangun dengan perasaan aneh.
Matanya terbuka perlahan dan ia melihat boneka kayu itu berdiri tegak dan tersenyum lebar kepadanya sambil berkata “Mainkan aku…”
5. Ketukan di Tengah Malam
Tina baru saja pindah ke apartemen kecil di pinggiran kota.
Malam itu, ia terbangun sekitar pukul dua pagi, karena ada suara ketukan pelan di pintu unitnya.
Tina mengira suara itu ditimbulkan oleh suara angin atau tetangga yang mungkin terjatuh di lorong. Namun suara itu terdengar lagi lebih jelas.
“Tok… Tok… Tok….”
Dengan ragu, Tina bangun dari tempat tidur dan mengintip melalui lubang pintu. Namun tidak ada siapapun di luar sana.
Tina yang penasaran, mencoba membuka pintu apartemennya untuk melihat. Namun lorong kosong, tidak ada siapapun di sana.
Setelah ia menutup pintu, Tina kembali mendengar suara bisik di belakangnya, “Aku sudah masuk”


