Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Fenomena Mal dan Coffee Shop Penuh Saat Ekonomi Sulit, Ini Penjelasan Ahli
Hype

Fenomena Mal dan Coffee Shop Penuh Saat Ekonomi Sulit, Ini Penjelasan Ahli

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Juni 4, 2026 1:15 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Nongkrong di coffee shop
Nongkrong di coffee shop (Foto: Freepik)
SHARE

Inflasi tahunan Indonesia meningkat sebesar 0,66 persen, dari 2,42 persen di April 2026 menjadi 3,08 persen di Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Selasa, 2 Juni 2026, menunjukkan bahwa tingkat inflasi kini semakin mendekati batas atas target Bank Indonesia sebesar 1,5 – 3,5 persen. 

Di tengah naiknya harga-harga dan berbagai indikator yang menunjukkan adanya tekanan terhadap daya beli masyarakat, mal dan coffee shop justru masih ramai pengunjung. Namun, benarkah ini jadi bukti kalau masyarakat masih memiliki daya beli yang kuat, atau justru isyarat bahwa masyarakat sedang mengubah pola pengeluarannya?

Baca juga:
Ekonomi Sulit, 100 Ribu Warga Jakarta Berebut Program Padat Karya… Tingginya minat warga Jakarta terhadap program padat karya Pemerintah Provinsi DKI jadi…
  • Ekonomi Sulit, 100 Ribu Warga Jakarta Berebut Program Padat Karya Pemprov DKI

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai, fenomena ini mirip dengan lipstick effect, yaitu ketika masyarakat tetap mengalokasikan pengeluaran untuk barang atau aktivitas yang memberikan kepuasan psikologis, di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu.

Menurut Ronny, masyarakat saat ini membutuhkan ruang rekreasi dan aktivitas sosial yang terjangkau, dibandingkan membeli rumah, kendaraan, atau aset bernilai besar lainnya.

“Kopi Rp30.000-Rp60.000, nongkrong di mal, atau menikmati hiburan ringan menjadi bentuk “reward” yang masih dapat dijangkau dibandingkan membeli rumah, mobil, atau melakukan perjalanan wisata yang mahal,”

kata Ronny kepada Owrite.id.

Faktor Fenomena Lipstick Effect

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor lain yang turut mempengaruhi fenomena ini, mulai dari perubahan gaya hidup, meningkatnya penggunaan coffee shop sebagai ruang bekerja dan bertemu, hingga kecenderungan gen z yang lebih mengutamakan experience dibandingkan kepemilikan aset.

Fenomena ini juga memiliki dua sisi. Dari segi konsumsi rumah tangga, bisa menjadi roda penggerak dan membantu menopang pertumbuhan ekonomi. Selama, masyarakat masih berbelanja di sektor makanan dan minuman, hiburan, serta ritel.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat menjadi sinyal bahwa konsumsi rumah tangga sedang menahan pengeluaran bernilai besar. Pembelian rumah, kendaraan, furniture, maupun investasi jangka panjang berpotensi ditunda karena meningkatnya kehati-hatian dalam mengelola keuangan.

“Fenomena tersebut dapat menjadi sinyal bahwa rumah tangga sedang berada dalam mode defensif dan lebih berhati-hati menghadapi ketidakpastian ekonomi,”

ujarnya.

Menurut Ronny, tekanan ekonomi seperti kenaikan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan perlambatan pendapatan menjadi faktor yang mendorong perubahan perilaku tersebut. Namun keputusan konsumsi pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis, terutama persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi di masa depan.

Dalam jangka pendek, fenomena ini dinilai menguntungkan sektor makanan dan minuman (F&B), hiburan, serta UMKM yang menawarkan produk dan layanan dengan harga terjangkau. Meski dampaknya tidak sebesar konsumsi pada sektor properti dan otomotif, yang punya efek lebih besar ke perekonomian.

Karena itu, Ronny menilai keramaian di mal dan coffee shop tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kesehatan daya beli masyarakat. Fenomena tersebut bisa mencerminkan pergeseran pola konsumsi, di mana masyarakat tetap membelanjakan uangnya untuk memperoleh kepuasan dan menjaga kualitas hidup, tetapi dengan nilai pengeluaran yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Tag:coffee shopekonomi sulitfenomena mal ramaiinflasi meningkat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
1
Sayuti Achmad Siap Maju Jadi Ketua PWI Aceh, Usung Visi Perkuat Profesionalisme Wartawan
By Ani Ratnasari
Sayuti Achmad
2
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Eks Kepala BGN Nanik S Deyang Tangkis Tuduhan MBG Alat Politik 2029: Anak SD Belum Bisa Nyoblos!
By Rahmat Baihaqi
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).
4
Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman Jabat Komisaris
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi limbah tekstil akibat fast fashion (unsplash engin akyurt)
Hype

Di Balik Harga Murah Fast Fashion, Ada Ancaman Besar bagi Lingkungan

Pakaian murah dengan model yang selalu mengikuti tren membuat produk fast fashion…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
15 jam lalu
Lidah Buaya.
Hype

Jangan Remehkan Lidah Buaya! Ini 7 Manfaatnya untuk Kulit, Gula Darah hingga Pencernaan

Lidah buaya (Aloe vera) telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang dimanfaatkan…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
15 jam lalu
Tropi Piala Dunia
Hype

Hadiah Juara Piala Dunia 2026 untuk Spanyol Rp897 Miliar, Netizen: Kalah dari Anggaran Kipas Angin Kopdes

Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina dengan skor…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
Rektor Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng.
Hype

Mercu Buana Jadi Tuan Rumah Seleksi Fotografi dan Komik Strip PEKSIMIDA DKI 2026

Universitas Mercu Buana (UMB) menjadi salah satu perguruan tinggi yang dipercaya menjadi…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up