Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 4 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Fenomena Mal dan Coffee Shop Penuh Saat Ekonomi Sulit, Ini Penjelasan Ahli
Hype

Fenomena Mal dan Coffee Shop Penuh Saat Ekonomi Sulit, Ini Penjelasan Ahli

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Juni 4, 2026 1:15 pm
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Nongkrong di coffee shop
Nongkrong di coffee shop (Foto: Freepik)
SHARE

Inflasi tahunan Indonesia meningkat sebesar 0,66 persen, dari 2,42 persen di April 2026 menjadi 3,08 persen di Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Selasa, 2 Juni 2026, menunjukkan bahwa tingkat inflasi kini semakin mendekati batas atas target Bank Indonesia sebesar 1,5 – 3,5 persen. 

Di tengah naiknya harga-harga dan berbagai indikator yang menunjukkan adanya tekanan terhadap daya beli masyarakat, mal dan coffee shop justru masih ramai pengunjung. Namun, benarkah ini jadi bukti kalau masyarakat masih memiliki daya beli yang kuat, atau justru isyarat bahwa masyarakat sedang mengubah pola pengeluarannya?

Baca juga:
Rifat Sungkar Bongkar Rahasia Sukses: Prestasi Saja Tak Cukup, Mahasiswa… Pembalap nasional Rifat Helmi Sungkar membagikan pandangannya tentang makna kesuksesan di era…
Viral Savana Rinjani Berselimut Es, Ini Daftar Gunung yang Diselimuti… Savana Propok di kawasan Gunung Rinjani menjadi sorotan setelah video yang diunggah…
Jangan Sampai Terlambat! Lakukan 7 Hal Ini untuk Jaga Danau… Danau merupakan sumber air, habitat berbagai flora dan fauna, sekaligus penopang aktivitas…
  • Rifat Sungkar Bongkar Rahasia Sukses: Prestasi Saja Tak Cukup, Mahasiswa Harus Punya…
  • Viral Savana Rinjani Berselimut Es, Ini Daftar Gunung yang Diselimuti Salju di…
  • Jangan Sampai Terlambat! Lakukan 7 Hal Ini untuk Jaga Danau Tetap Sehat

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai, fenomena ini mirip dengan lipstick effect, yaitu ketika masyarakat tetap mengalokasikan pengeluaran untuk barang atau aktivitas yang memberikan kepuasan psikologis, di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu.

Menurut Ronny, masyarakat saat ini membutuhkan ruang rekreasi dan aktivitas sosial yang terjangkau, dibandingkan membeli rumah, kendaraan, atau aset bernilai besar lainnya.

“Kopi Rp30.000-Rp60.000, nongkrong di mal, atau menikmati hiburan ringan menjadi bentuk “reward” yang masih dapat dijangkau dibandingkan membeli rumah, mobil, atau melakukan perjalanan wisata yang mahal,”

kata Ronny kepada Owrite.id.

Faktor Fenomena Lipstick Effect

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor lain yang turut mempengaruhi fenomena ini, mulai dari perubahan gaya hidup, meningkatnya penggunaan coffee shop sebagai ruang bekerja dan bertemu, hingga kecenderungan gen z yang lebih mengutamakan experience dibandingkan kepemilikan aset.

Fenomena ini juga memiliki dua sisi. Dari segi konsumsi rumah tangga, bisa menjadi roda penggerak dan membantu menopang pertumbuhan ekonomi. Selama, masyarakat masih berbelanja di sektor makanan dan minuman, hiburan, serta ritel.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat menjadi sinyal bahwa konsumsi rumah tangga sedang menahan pengeluaran bernilai besar. Pembelian rumah, kendaraan, furniture, maupun investasi jangka panjang berpotensi ditunda karena meningkatnya kehati-hatian dalam mengelola keuangan.

“Fenomena tersebut dapat menjadi sinyal bahwa rumah tangga sedang berada dalam mode defensif dan lebih berhati-hati menghadapi ketidakpastian ekonomi,”

ujarnya.

Menurut Ronny, tekanan ekonomi seperti kenaikan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan perlambatan pendapatan menjadi faktor yang mendorong perubahan perilaku tersebut. Namun keputusan konsumsi pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis, terutama persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi di masa depan.

Dalam jangka pendek, fenomena ini dinilai menguntungkan sektor makanan dan minuman (F&B), hiburan, serta UMKM yang menawarkan produk dan layanan dengan harga terjangkau. Meski dampaknya tidak sebesar konsumsi pada sektor properti dan otomotif, yang punya efek lebih besar ke perekonomian.

Karena itu, Ronny menilai keramaian di mal dan coffee shop tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kesehatan daya beli masyarakat. Fenomena tersebut bisa mencerminkan pergeseran pola konsumsi, di mana masyarakat tetap membelanjakan uangnya untuk memperoleh kepuasan dan menjaga kualitas hidup, tetapi dengan nilai pengeluaran yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Tag:coffee shopekonomi sulitfenomena mal ramaiinflasi meningkat
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Skandal Kredit Fiktif Rp600 Miliar di BRI-KoinWorks, Kejati DKI Tahan Beneficial Owner PT RMS
By Rahmat Baihaqi
Kejati DKI Jakarta menahan LHL alias Ko Xiong selaku Beneficial Owner PT RMS kasus korupsi penyaluran dana kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui platform financial technology (fintech) KoinWorks periode 2020-2024.
1
Diburu KPK Usai OTT Imigrasi, Wamen Imipas Akhirnya Menyerahkan Diri
By Amin Suciady
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Silmy Karim mendatangi KPK pascaoperasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi yang menjerat sejumlah ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
2
Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Catat Rekor Terburuk Lagi Sepanjang Sejarah RI
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
3
Seret Silmy Karim, KPK Bongkar Gurita Pemerasan Izin Tinggal WNA Ratusan Miliar
By Rahmat Baihaqi
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
4
Seret Wamen Imipas Silmy Karim ke Bui, KPK Bongkar Mafia Pengurusan KITAS-KITAP
By Rahmat Baihaqi
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim (kiri) berjalan dengan mengenakan rompi tahanan dan tangan terborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Sumber: Antara Foto: Dhemas Reviyanto/app/tom)
5

BERITA LAINNYA

Rifat Sungkar di Mercu Buana
Hype

Rifat Sungkar Bongkar Rahasia Sukses: Prestasi Saja Tak Cukup, Mahasiswa Harus Punya Nilai Jual

Pembalap nasional Rifat Helmi Sungkar membagikan pandangannya tentang makna kesuksesan di era…

Syifa Fauziah
By
Syifa Fauziah
1 jam lalu
Danau Toba di Sumatera Utara
Hype

Jangan Sampai Terlambat! Lakukan 7 Hal Ini untuk Jaga Danau Tetap Sehat

Danau merupakan sumber air, habitat berbagai flora dan fauna, sekaligus penopang aktivitas…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
6 jam lalu
Gunung yang diselimuti es
Hype

Viral Savana Rinjani Berselimut Es, Ini Daftar Gunung yang Diselimuti Salju di Dunia

Savana Propok di kawasan Gunung Rinjani menjadi sorotan setelah video yang diunggah…

Syifa Fauziah
By
Syifa Fauziah
7 jam lalu
Doa sebelum belajar
Hype

Doa Sebelum Belajar Lengkap Arab, Latin, dan Artinya agar Mudah Memahami Ilmu

Belajar merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Dalam Islam, menuntut ilmu tidak hanya…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up