Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 28 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pedagang Warteg Ngeluh Omzet Anjlok, Purbaya: Mungkin Aja Kalah Saing
Ekonomi Bisnis

Pedagang Warteg Ngeluh Omzet Anjlok, Purbaya: Mungkin Aja Kalah Saing

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: Juni 5, 2026 8:38 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Pedagang warung tegal (warteg) sudah mengeluhkan penurunan daya beli konsumen dan omzet. Saat ini pelanggan cenderung mengurangi porsi lauk yang dibeli.

Daftar isi Konten
  • Berpotensi Tambah Stimulus
  • Pedagang Ngeluh
  • Kata BPS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga sepinya pembeli di warteg karena persaingan usaha. Menurutnya, tidak bisa langsung disimpulkan bahwa sepinya pembeli karena daya beli menurun.

Baca juga:
Celios: Penerimaan Pajak 2025 Shortfall Rp200 Triliun, Publik Mulai Ragu… Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai masyarakat mulai meragukan kapasitas…
Purbaya Bakal Temui Pejabat Sementara Gubernur BI, Usai Perry Warjiyo… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan bertemu dengan Pejabat Sementara Gubernur Bank…
Harga Minyak Tembus Lagi US$100, Purbaya Jamin Pertalite Tak Naik… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kenaikan harga minyak dunia belum membahayakan…
  • Celios: Penerimaan Pajak 2025 Shortfall Rp200 Triliun, Publik Mulai Ragu pada Purbaya
  • Purbaya Bakal Temui Pejabat Sementara Gubernur BI, Usai Perry Warjiyo Mundur
  • Harga Minyak Tembus Lagi US$100, Purbaya Jamin Pertalite Tak Naik dan APBN…

Gini hal itu mungkin terjadi cuma sampel Anda berapa warteg? Itu kan bisa gitu kan saya bisa cari warteg yang sini mungkin jelek mungkin lima warteg. Tapi mungkin aja dia kalah bersaing karena bagus pindah kesana, itu yang kita mesti hati-hati,”

ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Jumat, 5 Juni 2026.

Purbaya mengatakan, akan melakukan investigasi terkait pelanggan yang mengurangi porsi lauk dan penurunan pendapatan penjualan. Dia pun mengaku heran dengan fenomena tersebut.

Nanti saya cek lagi, tapi harus hati-hati ya kalau asosiasi kan namanya juga pedagang ingin sesuatu kita mesti hati-hati. Tapi kalau data yang lain kan kelihatan yang agregat tuh tumbuhnya kencang semua,”

jelasnya.

Berpotensi Tambah Stimulus

Purbaya menyebut, bila dari hasil investigasi tersebut terbukti, maka pemerintah akan kembali menambah stimulus ke perekonomian.

Rupiah Ambruk tapi Beras SPHP Tetap Rp12.500/Kg, Pedagang Nasi Uduk Boleh Senyum

Sejalan dengan itu, ia mengatakan pada bulan ini pemerintah menggelontorkan gaji ke-13.

Kalau emang ini saya akan tambah lagi stimulus ke perekonomian. Yang jelas awal bulannya ada gaji ke-13, ya udah cair Rp30 triliun, yang akan masuk Rp40 triliun itu akan memberi daya beli tambahan ke mereka, harusnya wartegnya ke depan nggak itu lagi,”

terangnya.

Dia menilai, di desa saat ini konsumsi masih cukup tinggi, ditandai dengan masih ramainya beberapa rumah makan. Sehingga, ia meminta agar lebih berhati-hati untuk menerjemahkan data.

Tapi kalau kita jalan ke kampung-kampung semuanya rame loh, kemarin saya makan cabai hijau masih rame. Jadi hati-hati menerjemahkan data saya bukannya anti, saya akan periksa tapi jangan Anda sampai simpulkan satu atau dua di tempat situ satu tempat terus artinya semuanya seperti itu, belum tentu,”

imbuhnya.

Pedagang Ngeluh

Sebelumnya Inah, seorang pedagang nasi uduk di Kalideres, Jakarta Barat, mengatakan hampir seluruh harga bahan baku yang biasa ia gunakan naik dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat pengeluaran belanja harian membengkak.

Naik, semua harga pada naik. Cabe, bawang, kentang bisa Rp18 ribu per kilogram. Sekarang belanja nggak banyak, apa-apa juga mahal,”

Kenaikan harga bahan baku juga berdampak pada daya beli masyarakat. Inah mengaku omzet menurun karena pelanggan kini cenderung mengurangi porsi lauk yang dibeli. Biasanya pagi hari, Inah bisa mengantongi sekitar Rp250 ribu. Namun, kini pendapatan pagi hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

Keluhan serupa disampaikan pedagang warteg, Tini, di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Ia mengatakan harga sayur matang yang sebelumnya masih bisa dibeli dengan Rp3.000, kini pembeli harus merogoh Rp5.000 per porsi.

Sekarang beli sayur lauk-pauk nggak dapet Rp3 ribu, semuanya minimal Rp5 ribu,”

kata Tini.

Tini juga menyorot tingginya harga cabai yang berdampak langsung pada biaya operasional warteg. Demi menekan pengeluaran, ia terpaksa mengurangi porsi cabai dalam sambal gratis untuk pelanggan.

Kata BPS

Sementara itu, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini mengungkapkan kenaikan harga sayuran seperti cabai, bawang merah, tomat bersifat faktor musiman. Kenaikan ini disebabkan oleh penurunan produksi, hasil panen, dan peningkatan konsumsi masyarakat.

Jadi memang komoditas ini masuk ke kelompok harga barang yang bergejolak. Jadi ini bersifat musiman karena adanya hari besar keagamaan diantaranya ini menjadi salah satu pemicu adanya perubahan permintaan di masyarakat,”

ujar Pudji dalam konferensi pers.

Pudji mengungkapkan, beberapa komoditas sayuran tercatat memberikan andil inflasi secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026. Hal ini diantaranya cabai merah sebesar 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, tomat 0,03 persen, sawi hijau 0,01 persen, serta cabai rawit dan timun masing-masing sebesar 0,01 persen.

Beberapa komunitas sayuran ini memberikan andil inflasi secara mtm pada Mei 2026 ya tadi diantaranya sudah disebutkan untuk cabai merah, bawang merah, kemudian tomat, sawi hijau, cabai rawit, timun,”

imbuhnya.

Tag:Daya BelikonsumenOmzetpedagangPurbayawarteg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
QRIS hingga BI-Fast, Ini Warisan Perry Warjiyo Setelah Tinggalkan Bank Indonesia
By Anisa Aulia
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
1
Terungkap! Ini Alasan John Herdman Nonton Timnas Indonesia dari Tribun saat Lawan Kamboja
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
2
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
3
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
4
Tanpa Pandang Pangkat: Polri Ogah Pilih Kasih, Kasat Narkoba Polres Tangsel cs Disikat
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi polisi menyalahgunakan etomidate.
5

BERITA LAINNYA

Pengeboran Onshore Milik Pertamina. (Sumber: Dok. PHE)
Ekonomi Bisnis

PHE Produksi 935 Ribu BOEPD Semester I 2026, Raih Cadangan Migas Baru 108 Juta BOE

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mencatat kinerja operasional…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 menit lalu
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Rontok ke US$87,82 per Barel Usai Trump Buka Peluang Damai ke Iran

Harga minyak turun pada perdagangan Selasa, seiring pelaku pasar terus mencermati jeda…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
28 menit lalu
Emas Batangan Credit Suisse. (Sumber: Unsplash/rc.xyz NFT gallery)
Ekonomi Bisnis

Harga Emas 28 Juli 2026: Antam Anjlok Rp9.000, Global Tertekan Penguatan Dolar AS

Harga emas global sedikit turun pada Selasa karena tertekan oleh penguatan dolar.…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
45 menit lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Rupiah Semakin Loyo ke Rp18.087 per Dolar AS Usai BI Ditinggal Perry Warjiyo 

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up