Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais melontarkan kritik terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta kepala negara mengurangi intensitas pidato dan lebih fokus pada kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.
Amien berpendapat publik mulai jenuh mendengar pernyataan yang berulang-ulang tanpa disertai terobosan yang, karena seorang pemimpin perlu menjaga efektivitas komunikasi agar tidak kehilangan daya pengaruh di hadapan rakyat.
Kurangi semaksimal mungkin omon-omon tentang hal yang sama,”
kata Amien Rais dalam video pendeknya yang dikutip, Senin, 8 Juni 2026.
Eks Ketua MPR RI itu menyatakan publik lambat laun bisa kehilangan perhatian jika terus-menerus disuguhi pidato dengan tema yang berulang.
Masyarakat lama-lama bosan melihat Pak Prabowo terlalu banyak berbicara,”
ucap dia.
Amien bahkan menggunakan istilah yang cukup menyentil, dengan mengingatkan presiden tidak terjebak pada apa yang disebutnya sebagai “demam panggung”, yakni kecenderungan untuk terus berbicara setiap kali mendapat kesempatan tampil di depan publik.
Hindari penyakit semacam ‘demam panggung’, seperti seorang yang setiap kali melihat mikrofon atau pengeras suara, lidah dan mulutnya gatal (serta) ingin segera secepat mungkin bisa merebut (mikrofon),”
ujar dia.
Kebiasaan berbicara terus-menerus tanpa arah yang jelas, berpotensi mengurangi kualitas pesan yang ingin disampaikan kepada rakyat.
Terlepas dari apakah pidato tersebut didengarkan orang atau tidak, bermutu atau tidak, tetapi merasa puas karena sudah mengumbar omongan tanpa kerangka,”
tutur Amien.


