Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Dokter ‘Seceng’ dari Papua, dr. FX Sudanto Mengabdi Tanpa Pamrih Selama 50 Tahun
Hype

Dokter ‘Seceng’ dari Papua, dr. FX Sudanto Mengabdi Tanpa Pamrih Selama 50 Tahun

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juni 8, 2026 1:23 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
dr FX Sudanto mendapat penghargaan dari Dewan Adat Papua
dr FX Sudanto mendapat penghargaan dari Dewan Adat Papua (Foto: TikTok YADUPA )
SHARE

Saat banyak orang mengejar karier di kota besar, dr. FX Sudanto justru memilih jalan yang berbeda. Sejak lulus dari Fakultas Kedokteran UGM pada 1975, ia memutuskan mengabdikan hidupnya untuk masyarakat Papua.

Daftar isi Konten
  • Masa Kecil dr. FX Sudanto
  • Tugas Pertama Pengabdian dr. FX Sudanto
  • Dikenal dengan Sebutan Dokter ‘Seceng’
  • Penghargaan dari Pengabdian Sepanjang Hayat
  • Jejak Pengabdian yang Menginspirasi

Di daerah yang sulit dijangkau dan minim fasilitas, ia melayani pasien tanpa memandang kemampuan ekonomi mereka.

Tarif praktiknya terkenal murah, bahkan bagi yang tidak mampu sering kali gratis. Namun, nilai terbesar dari pengabdiannya yaitu ketulusannya yang terus bertahan selama setengah abad.

Baca juga:
Kepala Daerah Papua Protes Ketimpangan Infrastruktur: Pembangunan di RI Kurang… Sejumlah kepala daerah di Tanah Papua meminta pemerintah pusat menjadikan pembangunan infrastruktur…
Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih… Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menilai tujuan pemekaran daerah untuk mempercepat pembangunan…
Doyan Scroll HP tapi Mata Ikutan "Asat"? Kenali Sindrom Dry… Mata terasa kering, perih, mengganjal, atau mudah lelah sering kali dianggap sebagai…
  • Kepala Daerah Papua Protes Ketimpangan Infrastruktur: Pembangunan di RI Kurang Adil
  • Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih Rasa Kabupaten
  • Doyan Scroll HP tapi Mata Ikutan "Asat"? Kenali Sindrom Dry Eye, Penyebab,…

Kisah dr. FX Sudanto menjadi bukti bahwa pelayanan dan kemanusiaan dapat meninggalkan jejak yang jauh lebih berharga daripada materi.

Masa Kecil dr. FX Sudanto

Melansir dari laman Lembaga Alkitab Indonesia, dr. FX Sudanto lahir di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, pada 5 Desember 1941.

Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ayahnya, Umar, pernah bekerja sebagai tukang bangunan pada masa penjajahan Belanda, sementara itu, ibunya, Mursila, berprofesi sebagai perawat.

Ia lahir pada masa perang dan penjajahan, sehingga kondisi tersebut turut memengaruhi pendidikannya. Akibatnya ia baru mulai bersekolah dasar pada awal 1950-an, lebih lambat dibanding anak-anak seusianya.

Awalnya, kecintaannya pada ilmu pasti dan cita-citanya sebagai guru, membuatnya ingin melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ilmu Pasti Alam Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun Ibunya yang seorang perawat, memiliki harapan lain. Yaitu ingin anaknya menjadi seorang dokter.

Alumni LPDP Tasya Kamila, Paparkan Capaian dan Pengabdian 2018–2023

Setelah melalui perjuangan panjang, Sudanto akhirnya lulus dari Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 1975. Namun, di momen bahagia kelulusannya itu, kedua orang tuanya yang selama ini mendukung dan berharap ia menjadi dokter telah lebih dahulu meninggal dunia, sehingga tidak sempat menyaksikan kelulusan putra mereka.

Tugas Pertama Pengabdian dr. FX Sudanto

Sejak lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1975, Sudanto memilih menempuh jalan pengabdian sebagai dokter Inpres di Departemen Kesehatan.

Saat itu ia diberi pilihan untuk bertugas di Irian Jaya, Kalimantan, atau Timor Leste. Tanpa ragu, ia memilih Irian Jaya yang saat itu masih kekurangan tenaga kesehatan. Baginya, jika harus mengabdi, ia ingin melakukannya di tempat yang paling membutuhkan.

Penugasan pertamanya membawanya ke wilayah Asmat. Selama enam tahun hidup dan bekerja di tengah masyarakat pedalaman, Sudanto menyaksikan langsung berbagai kesulitan yang dihadapi warga, mulai dari kemiskinan hingga keterbatasan layanan kesehatan.

Setelah menyelesaikan tugas di Asmat, Sudanto dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa Abepura. Selain bekerja di rumah sakit, ia juga membuka praktik dokter umum. Berbeda dari dokter lain, Sudanto memilih mamatok biaya yang sangat murah agar tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.

Dikenal dengan Sebutan Dokter ‘Seceng’

Tarif praktik yang sangat murah membuat dr. FX Sudanto dikenal luas oleh masyarakat Papua dengan julukan “Dokter Seceng”.

Sebutan tersebut muncul karena pada masa awal membuka praktik di Abepura, ia hanya mematok biaya Rp1.000 atau satu “cepeng” untuk sekali berobat.

Bahkan ketika biaya hidup dan tarif layanan kesehatan terus meningkat, Sudanto tetap mempertahankan tarif yang jauh lebih rendah dibandingkan kebanyakan dokter lainnya.

Julukan “Dokter Seceng” kemudian melekat kuat di tengah masyarakat. Nama tersebut bukan sekadar menggambarkan murahnya tarif yang ia tetapkan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan keberpihakannya kepada warga kecil dari kalangan mahasiswa, pedagang, buruh, hingga masyarakat berpenghasilan rendah.

Penghargaan dari Pengabdian Sepanjang Hayat

Melansir dari unggahan TikTok YADUPA (Yayasan Anak Dusun Papua), pada 10 Agustus 2024, dr. Sudanto menerima penghargaan dari Dewan Adat Papua (DAP).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Jenderal DAP, Leonard Imbiri, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat Papua selama puluhan tahun.

Selain itu, dr. Sudanto juga diketahui pernah menerima penghargaan Liputan 6 Awards kategori Kemanusiaan pada tahun 2013.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu.

Di luar berbagai penghargaan yang diterimanya, dr. Sudanto juga pernah terlibat dalam penelitian ilmiah internasional saat bertugas di Asmat. Ia bekerja bersama Daniel Carleton Gajdusek, dokter dan ilmuwan asal Amerika Serikat yang kemudian meraih Hadiah Nobel.

Jejak Pengabdian yang Menginspirasi

Melansir dari laman Universitas Gajah Mada (UGM), Pengabdian dr. FX Sudanto tidak hanya dirasakan oleh para pasien yang pernah ditanganinya, tetapi juga meninggalkan inspirasi bagi generasi muda Papua.

Salah satunya adalah Stanggy, seorang anak buruh bangunan yang melihat langsung ketulusan dr. Sudanto.

Mahasiswa penerima Beasiswa UKT bersubsidi 50% prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM itu pernah menyaksikan keterbatasan akses kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia juga mengenal sosok dr. Sudanto yang dikenal sebagai “Dokter Seceng” karena tarif praktiknya yang sangat murah dan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu.

Bagi Stanggy, keberhasilannya diterima di Fakultas Kedokteran UGM merupakan hasil kerja keras dan ketekunan selama menempuh pendidikan. Ia berharap suatu hari dapat mengabdikan diri kepada masyarakat dan membantu banyak orang, sebagaimana teladan yang ia lihat dari dr. FX Sudanto.

Selama lebih dari 50 tahun, dr. FX Sudanto menunjukkan bahwa menjadi dokter bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk melayani sesama. Ketulusan yang ia tunjukkan tidak hanya membantu ribuan pasien, tetapi juga menginspirasi lahirnya generasi penerus yang ingin mengikuti jejaknya.

Kisah dr. FX Sudanto menjadi pengingat bahwa pengabdian yang dilakukan dengan hati akan selalu meninggalkan warisan yang jauh lebih berharga daripada penghargaan maupun kekayaan.

Tag:KemanusiaanKesehatanpapuaPengabdiansosial
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Arti Istilah “Orang Have” hingga “Orang Not Yet”, Bahasa Gaul Gen Z yang Lagi Viral di Media Sosial
By Ani Ratnasari
Ilustrasi percakapan gen z
1
Survei Meroket Lewati Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi Capres 2029?
By Rahmat Tunny
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
2
Digiring KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Minta Maaf Usai Kena OTT
By Rahmat Baihaqi
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditahan KPK usai kena OTT.
3
Jika Elektabilitas Mau Meroket, Prabowo Harus Berani Reshuffle Tiga Menteri Ini
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
4
Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih Rangkap Komisaris BUMN
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo saat memimpin Ratas
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi pelajar datang ke Bank
Hype

Viral Pelajar Datang ke BNI Pakai Troli Pasien demi PIP, Ternyata Begini Penjelasan Bank

Baru-baru ini viral di media sosial seorang pelajar mendatangi BNI Cabang Lubuk…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Gili Trawangan (Sumber: laman Islander)
HypeTourism

Pesona Gili Trawangan, Destinasi Wisata yang Kembali Jadi Sorotan

Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang terkenal dengan…

Ossid Duha Jussas SalmaAmin-Suciady-Owrite
By
Ossid Duha Jussas Salma
Amin Suciady
17 jam lalu
Destinasi Wisata Favorit 2026
HypeTourism

Jadi Destinasi Wisata Favorit 2026, Ini Daya Tarik Australia’s Coral Coast

Di tahun 2026, minat wisatawan Asia Tenggara terhadap experiential travel dan wisata…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Pulau Weh
HypeTourism

Daya Tarik Pulau Weh, Surga Wisata di Ujung Barat Indonesia

Pulau Weh merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh yang berada…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up