Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 20 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Kasus Malaria 2025 Naik 30 Persen, Kemenkes: 95 Persen Terpusat di Tanah Papua
Kesehatan

Kasus Malaria 2025 Naik 30 Persen, Kemenkes: 95 Persen Terpusat di Tanah Papua

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 3, 2026 9:10 am
Syifa Fauziah
Adi Briantika
Share
Ilustrasi nyamuk Anopheles.
Ilustrasi nyamuk Anopheles. (Sumber: Pixabay)
SHARE

Malaria masih menjadi ancaman kesehatan serius, khususnya di kawasan timur Indonesia. Berdasar data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus malaria pada 2025 mencapai 706.297 kasus alias meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya (543.965 kasus). 

Merujuk data tersebut, 95 persen dari total kasus nasional, sekitar 674.046 kasus terkonsentrasi di Tanah Papua. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan lonjakan ini bukan sebagai kemunduran.

Pihaknya mencatat peningkatan kasus justru dipicu oleh masifnya upaya penemuan kasus secara aktif di lapangan, serta perbaikan sistem pelaporan digital melalui Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL).

“Secara kewilayahan, dari seluruh kasus malaria di Indonesia, 95 persen berasal dari kawasan Papua yang mencakup enam provinsi. Ini menjadi atensi bersama untuk bisa segera mewujudkan eliminasi,”

ujar Andi dalam keterangan resmi, yang dikutip, Minggu, 3 Mei 2026.

Maka, pemerintah melakukan upaya eliminasi malaria. Komitmen tersebut mempertegas peta jalan pemerintah dalam mencapai target besar: Indonesia sepenuhnya Bebas Malaria pada tahun 2030, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Hingga tahun 2026, langkah nyata ini telah membuahkan hasil signifikan. 412 dari 514 kabupaten/kota (sekitar 80 persen) serta tujuh provinsi di Indonesia resmi dinyatakan bebas dari penularan malaria. Ketujuh provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan.

Andi optimis target eliminasi di Papua dapat tercapai. Ia merujuk pada Kabupaten Maybrat di Provinsi Papua Barat Daya sebagai bukti nyata. Sebagai wilayah baru, Maybrat berhasil menyandang status ‘Bebas Malaria’, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Bumi Cenderawasih bahwa eliminasi bukanlah hal yang mustahil.

Guna menekan angka kasus di daerah endemik tinggi, Kementerian Kesehatan menerapkan strategi TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan Vektor). Intervensi khusus juga menyasar kelompok bermobilitas tinggi (Mobile Migrant Population), seperti pekerja tambang, perambah hutan, TNI, Polri, dan masyarakat adat di wilayah terpencil, melalui pembagian kelambu antinyamuk serta pengobatan pencegahan yang terarah.

Namun, Andi memberikan peringatan bagi 412 daerah yang telah menyandang status bebas malaria agar tidak lengah.

“Bagi daerah yang sudah bebas, perjuangannya belum selesai. Mempertahankan status tersebut tidak kalah beratnya. Ada beberapa daerah justru mengalami lonjakan kasus, bahkan sampai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah sebelumnya dinyatakan bebas,”

tegas dia.

Tingginya mobilitas penduduk dan iklim tropis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles membuat risiko penularan kembali (re-establishment) selalu mengintai. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan seperti penataan tambak, lahan tambang terbengkalai, dan rawa-rawa memerlukan kolaborasi lintas kementerian, sektor swasta, serta masyarakat luas.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah, Menteri Kesehatan dijadwalkan menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada para bupati dan wali kota yang berhasil menghentikan penularan di wilayahnya sepanjang tahun lalu.

Eliminasi malaria bukanlah hasil instan. Dibutuhkan dukungan semua pihak dan konsistensi selama bertahun-tahun, setiap daerah harus menyusun strategi eliminasi berkelanjutan sesuai dengan kondisi wilayah.

Tag:Eliminasi MalariaKemenkesMalariaNyamuk AnophelespapuaSISMAL
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
AHY Soroti Pendidikan Tinggi: Ilmu Saja Tidak Cukup Jika Tak Berdampak bagi Rakyat
By Rahmat Tunny
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Sumber: Dok. Kemenko Infrastruktur)
1
Bukan Skincare, Ahli Gizi Citra Tanani Ungkap 5 Makanan yang Bisa Bikin Awet Muda
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Makanan bikin awet muda
2
Alphard Tersangka Asep Yusuf Disita, Kejagung Buru Jejak Uang Haram Korupsi MBG
By Rahmat Baihaqi
Mobil mewah jenis Toyota Alphard yang disita Kejaksaan Agung.
3
Bawa Seabrek Tuntutan ke DPR, Mahasiswa Mercu Buana Sentil Isu Pengangguran Hingga Aparat yang Kelewat ‘Eksis’
By Rahmat Tunny
Massa aksi dari Universitas Mercu Buana berdemonstrasi di depan kantor DPR, 19 Juni 2026.
4
Roy Suryo Ditangkap, Tim Advokasi: Hukum Sudah Melayani Kepentingan Politik Jokowi
By Hardani Triyoga
Pakar telematika Roy Suryo (tengah) bersama ahli Forensik Digital Rismon Sianipar (kiri)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi imunisasi kepada anak
Kesehatan

Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi Anak, Ini Jadwal dan Jenis Vaksinnya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan peringatan terkait pentingnya imunisasi anak menjelang Bulan Imunisasi…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
12 jam lalu
Tanda ginjal bersih
Kesehatan

Cek Sekarang! Ini 5 Tanda Ginjal Kamu Masih Sehat dan Berfungsi Normal

Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah,…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
18 jam lalu
ilustrasi Penyakit Kulit
Kesehatan

Apa Itu Scabies? Penyakit Kulit yang Viral Usai Disebut Ketua UGM 2025 Tiyo Ardianto

Istilah penyakit scabies belakangan menjadi perbincangan masyarakat usai Ketua BEM UGM 2025…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Ilustrasi penyakit jantung
Kesehatan

Tak Lagi Menyerang Lansia, Penyakit Jantung Kini Banyak Dialami Usia di Bawah 30 Tahun

Penyakit jantung tak lagi identik dengan usia tua. Seperti diketahui, penyakit jantung…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up