Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku partainya mencium ada persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah yang kini menyeret Badan Gizi Nasional (BGN) ke pusaran dugaan korupsi.
Hasto berpendapat berbagai suara kritis yang berkembang di masyarakat lebih dulu mengingatkan potensi masalah.
“Suara kritis masyarakat sudah mengungkapkan hal itu, sehingga ketika Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, kalau sekiranya mendengarkan aspirasi suara-suara kritis, hal itu sebenarnya bisa dicegah sejak awal,”
kata Hasto kepada wartawan, dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Dia prihatin dengan munculnya dugaan korupsi yang menyeret lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program strategis pemerintah tersebut. Namun, ia menegaskan PDIP mendukung penuh proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dan KPK.
“Jadi kami sangat-sangat prihatin dan kami memberikan dukungan terhadap seluruh upaya penegakan hukum,”
ujar Hasto.
Partai berlogo banteng itu pun telah mengambil langkah internal jauh sebelum kasus ini mencuat kepada publik. Salah satunya dengan mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader agar tidak terlibat dalam aktivitas bisnis yang berkaitan dengan program-program pemerintah yang diperuntukkan bagi rakyat.
“PDI Perjuangan ketika melihat ada yang tidak beres di situ, kami melarang bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk terlibat di dalam berbagai komersialisasi dari program yang untuk rakyat,”
kata Hasto.


