Profil Shin Tae-yong menarik untuk dikulik. Pasalnya, pelatih asal Korea Selatan baru saja ditunjuk sebagai pelatih baru Persjia Jakarta untuk mengarungi kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Kehadiran Shin Tae-yong menjadi kabar baik bagi Persija. Pasalnya mantan pelatih Timnas Indonesia itu sudah memahami karakter sepak bola Tanah Air setelah bertahun-tahun menangani skuad Garuda. Shin Tae-yong dikabarkan akan dikontrak selama tiga tahun oleh Persija Jakarta.
Bagi kamu yang ingin mengenal lebih dalam tentang sosok Shin Tae-yong, berikut rangkumannya dari berbagai sumber, Senin, 8 Juni 2026.
Pria kelahiran 11 Oktober 1970 ini merupakan seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional Korea Selatan yang kini menjabat sebagai pelatih klub Liga Super Persija Jakarta.
Dia menjadi orang pertama yang memenangkan Liga Champions AFC (Kejuaraan Klub Asia) sebagai pemain (1995) dan pelatih (2010) bersama Seongnam Ilhwa Chunma.
Karier Pelatihan
Shin Tae-yong pernah menjadi pelatih di beberapa negara dan juga klub. Berikut rangkumannya
1. Queensland Roar
Setelah memutuskan pensiun jadi pemain sepak bola pada 205 lalu, ia melanjutkan kariernya menjadi asisten pelatih Miron Bleiberg dan Frank Farina di Queensland Roar. Ia menjadi pelatih di klub itu pada 1 Juli 2005–30 Juni 2008.
2. Seongnam Ilhwa Chunma
Kemudian ia memperoleh tawaran dari Seongnam Ilhwa Chunma untuk menjadi pelatih sementara pada 2008. Setahun kemudian ia menjadi pelatih interim Seongnam, memimpin tim ke tempat kedua di K League 2009 dan Piala FA Korea 2009, meskipun saat itu sedang kekurangan dana.
Dia menandatangani kontrak permanen untuk tahun berikutnya, ia berhasil memenangkan Liga Champions AFC 2010 dan Piala FA Korea 2011. Iaa menjadi orang pertama yang memenangkan Liga Champions AFC sebagai pemain dan manajer.
3. Korea Selatan
Pada Agustus 2014, ia menjadi asisten pelatih tim nasional Korea Selatan. Di bawah Shin, Korea Selatan mencapai Final Piala Asia 2015 untuk pertama kalinya dalam 27 tahun. Pada 22 November 2016, Shin diangkat sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan U-20 untuk mempersiapkan diri di ajang Piala Dunia U-20 FIFA 2017 yang digelar di Korea Selatan.
4. Indonesia
Pada 28 Desember 2019, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk Shin sebagai pelatih anyar Indonesia, menggantikan Simon McMenemy dan diberi kontrak 4 tahun.
Di bawah pelatihannya, Indonesia berhasil membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023, mengakhiri absen 16 tahun Indonesia dari kompetisi 4 tahunan tersebut, setelah kemenangan 2–1 melawan Kuwait dan kemenangan 7–0 melawan Nepal pada pertandingan terakhir untuk meraih tiket ke putaran final.
Ia juga berhasil membawa tim U-23 lolos pertama kali ke Piala Asia U-23 AFC 2024 dan masuk ke semifinal dengan mendapat gelar peringkat keempat, sehingga mendapat perpanjangan kontrak selama 3 tahun.
Pada bulan Juni 2024, ia berhasil mencetak sejarah dengan membawa Indonesia lolos pertama kali ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 (AFC) sekaligus membawa Indonesia lolos otomatis ke Piala Asia AFC 2027.
Sayangnya, pada 2025 ia diberhentikan sebagai pelatih PSSI. Saat mengumumkan keputusan tersebut, PSSI menjelaskan bahwa alasan utamanya berkaitan dengan kebutuhan kepemimpinan dan strategi yang dinilai lebih sesuai untuk target Timnas Indonesia ke depan, termasuk aspek komunikasi, implementasi taktik, dan dinamika tim.


