Indonesian Mining Association (IMA) menyambut positif rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melonggarkan produksi batu bara di tengah tren penguatan harga komoditas global.
Menurut IMA, keputusan tersebut dapat membantu menjaga keberlanjutan operasional perusahaan tambang sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara.
Direktur Eksekutif IMA Sari Esayanti, mengatakan relaksasi produksi menjadi langkah yang relevan di tengah meningkatnya tekanan biaya operasional yang dihadapi pelaku usaha pertambangan.
Kebijakan relaksasi produksi ini menjadi semakin relevan bagi pelaku usaha di tengah tren penguatan kurs dolar AS saat ini. Di satu sisi, kenaikan dolar memang menguntungkan karena transaksi ekspor batu bara menggunakan mata uang dolar, sehingga pendapatan yang dikonversi ke rupiah akan meningkat. Namun, di sisi lain, pelaku usaha juga tengah menghadapi beban pembengkakan biaya operasional,”
kata Sari dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.
Dolar AS Naik dan Memberatkan Industri Tambang
Menurutnya, sejumlah komponen utama operasional tambang, seperti bahan bakar, alat berat, dan suku cadang masih bergantung pada impor sehingga biaya produksi meningkat seiring menguatnya nilai tukar dolar AS.
Sari menilai, kebijakan relaksasi produksi dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga kelangsungan usaha di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.
Jika melihat situasi nyata di lapangan, tekanan biaya operasional yang tinggi dan penurunan kuota produksi telah membuat beberapa tambang terpaksa menghentikan produksinya. Kebijakan relaksasi dari Kementerian ESDM ini menjadi angin segar yang dapat menjamin keberlanjutan operasi pertambangan dan sangat penting untuk mencegah potensi pemutusan hubungan kerja (PHK),”
ujarnya.

Bantu Penerimaan Negara
Selain menjaga keberlangsungan industri dan lapangan kerja, IMA menilai relaksasi produksi berpotensi meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap penerimaan negara. Apalagi, kebijakan tersebut datang di tengah tingginya harga komoditas dan penguatan dolar AS yang dapat mendukung kinerja ekspor batu bara.
IMA pun menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah tersebut selama dilaksanakan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan pasokan, kebutuhan pasar, dan keberlanjutan industri.
Kami mendukung penuh pemerintah untuk menjalankan kebijakan ini secara terukur demi kepentingan nasional,”
ujar Sari.



