Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 8 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Ketok Palu! Usulan Pensiun Polisi 60 Tahun untuk Semua Pangkat Ditolak
Nasional

Ketok Palu! Usulan Pensiun Polisi 60 Tahun untuk Semua Pangkat Ditolak

Rika PangestiSyifa Fauziah
Last updated: Juni 8, 2026 8:14 pm
Rika Pangesti
Syifa Fauziah
Share
Rapat panja
Rapat panja (Foto: Rika)
SHARE

Usulan menyamakan usia pensiun seluruh anggota Polri di angka 60 tahun ditolak pemerintah dalam pembahasan revisi Undang-Undang Polri.

Pemerintah justru bersikeras mempertahankan perbedaan usia pensiun antara bintara dan tamtama dengan kelompok perwira.

Dalam rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Polri di DPR, Wakil Menteri Hukum RI, Edward Hiariej alias Eddy menjelaskan pemerintah mengusulkan usia pensiun bintara dan tamtama paling tinggi 59 tahun. Sementara perwira pertama, perwira menengah, dan perwira tinggi pensiun pada usia 60 tahun.

Adapun khusus perwira tinggi bintang empat, masa pensiun tetap 60 tahun namun dapat diperpanjang satu tahun sesuai kebutuhan melalui keputusan presiden.

Pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia karena batas usia pensiun diatur dengan ketentuan sebagai berikut. Tamtama dan bintara paling tinggi 59 tahun. Perwira pertama, perwira menengah, dan perwira tinggi paling tinggi 60 tahun. Khusus untuk perwira tinggi bintang empat usia pensiun paling tinggi 60 tahun dan dapat diperpanjang satu tahun sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan berdasarkan keputusan presiden,”

kata Eddy dalam rapat di Gedung DPR RI, Senin, 8 Juni 2026.

Alasan Pemerintah

Namun usulan itu mendapat sorotan dari anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Sudirta.

Wayan mempertanyakan alasan pemerintah memangkas satu tahun masa dinas bintara dan tamtama, padahal dalam rancangan awal DPR seluruh jenjang kepangkatan direncanakan memiliki usia pensiun yang sama, yakni 60 tahun.

Ia menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

Umur 59 bagi kami itu mengabaikan pertimbangan bahwa harapan hidup orang Indonesia itu semakin baik. Kalau kita menengok beberapa negara lain malah umur 60 itu dianggap masih pemuda,”

kata Wayan.

Menurutnya, kondisi kekurangan personel bintara di berbagai daerah juga semestinya menjadi pertimbangan penting.

Ada alasan yang setiap saat juga disebut dan fakta di lapangan kita kekurangan bintara yang luar biasa banyak. Di beberapa daerah itu petugas kepolisian di desa merangkap dua desa, tiga desa. Kenapa kita memensiunkan mereka lebih awal padahal perwira tinggi malah ditambah 60 bahkan bisa diperpanjang,”

ujarnya.

Wayan bahkan mengaku lebih bisa menerima tambahan masa jabatan bagi jenderal bintang empat hingga 61 tahun dibanding memotong masa dinas bintara menjadi 59 tahun.

Maka berikan penjelasan kepada kami. Jika Pak Wamen sudi menerima pandangan bahwa bintara juga dipensiunkan umur 60 tahun ya terima kasih, berarti Pak Wamen menghargai kerja-kerja teman-teman kita di Komisi III,”

katanya.

Menjawab kritik tersebut, Eddy menegaskan pemerintah sengaja membedakan usia pensiun untuk menjaga motivasi pengembangan karier di tubuh Polri.

Menurutnya, jika usia pensiun seluruh anggota disamakan, maka dorongan bagi bintara dan tamtama untuk melanjutkan pendidikan menjadi perwira akan berkurang.

Kalau semuanya sama rata 60 maka sesungguhnya yang terjadi adalah demotivasi. Bintara dan tamtama akan mengatakan, ‘kami tidak perlu sekolah untuk perwira toh pensiunnya sama dengan perwira 60 tahun’,”

ujar Eddy.

Alasan lainnya, kata Eddy, adalah perbedaan masa kerja. Seorang bintara dapat mulai berdinas sejak usia sekitar 18 tahun, sehingga masa pengabdiannya bisa mencapai lebih dari empat dekade apabila pensiun pada usia 60 tahun.

Bisa dibayangkan bintara tamtama itu usia 18 bisa jadi bintara tamtama sampai 60 tahun, berarti masa kerjanya 42 tahun. Sementara perwira yang sekolahnya lebih tinggi itu masa kerjanya lebih kecil,”

katanya.

Eddy juga membandingkan sistem tersebut dengan aparatur sipil negara yang menerapkan batas usia pensiun berbeda berdasarkan jenjang pendidikan dan jabatan.

Kalau tidak doktor kemudian lektor habis di 60, doktor 65, guru besar 70. Jadi ada penghargaan kepada mereka yang memang sekolah untuk kemudian bisa menambah usia pensiun itu,”

ujarnya.

Menurut Eddy, perbedaan usia pensiun justru dapat mendorong kompetisi yang sehat di internal Polri.

Jadi akan ada motivasi bagi bintara tamtama, kalau mau 60 tahun ya silakan Anda menempuh sekolah. Jadi ini lebih pada kompetisi yang sehat di antara anggota,”

kata dia.

Selain soal motivasi, pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan regenerasi di tubuh Polri.

Mengapa kita tidak 63 tetapi kemudian maksimal hanya 61? Ini persoalan regenerasi sendiri di dalam tubuh Polri. Jadi itu sudah merupakan pertimbangan yang cukup komprehensif,”

ujar Eddy.

Pandangan pemerintah kemudian mendapat dukungan dari anggota Komisi III DPR RI fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono. Ia menilai perbedaan usia pensiun bisa menjadi pemicu peningkatan kompetensi personel Polri.

Kami pun menginginkan adanya motivasi yang lebih juga dari kawan-kawan tamtama dan bintara agar bisa meningkatkan kompetensinya apabila memang ada perbedaan dari usia pensiun ini,”

jelasnya.

Setelah melalui perdebatan, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman akhirnya memutuskan forum mengikuti usulan pemerintah.

Iya, ikut pemerintah ya,”

kata Habiburokhman sambil mengetok palu persetujuan.

Tag:pensiun polriperwiraruu polri
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Amien Rais Sentil Prabowo: Kurangi ‘Omon-Omon’, Jangan Demam Panggung Tiap Lihat Mikrofon
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
1
Seskab Teddy Dikritik Keras! Gaya Komunikasi Istana Dinilai Reaktif dan Jadi Bumerang
By Hardani Triyoga
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
2
Pasar Saham Berdarah! IHSG Ambyar ke 5.381, Ratusan Saham Berguguran Senin Pagi
By Anisa Aulia
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Amien Rais Kritik Gaya Pidato Prabowo: Jangan Gebrak-gebrak, Meja Itu Tak Bersalah!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
4
Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$144,9 Miliar Imbas Stabilisasi Rupiah dan Bayar Utang
By Anisa Aulia
Gedung Bank Indonesia.
5

BERITA LAINNYA

Nasional

Surat Sony ke Kepala BGN Nanik Jadi Sorotan, Makna ‘Hadiah Terindah’ Masih Misteri

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya belum juga menjelaskan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kiri) bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kanan) berpose usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Nasional

Rencana Nanik Deyang: Moratorium Dapur MBG di Jawa, Gaet Investor Buat Wilayah 3T

Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang langsung membuat gebrakan baru…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
3 jam lalu
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel bersama di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Sulawesi Tengah,
Nasional

Negara Lagi ‘Bokek’, Mendagri Larang Penambahan Honorer Sebut Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Menteri Dalam Negri (Mendagri) Tito Karnavian, meminta kepada semua kepala daerah untuk…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
4 jam lalu
Ilustrasi korupsi
Nasional

10 Daftar Kasus Korupsi Terbesar Semester I 2026, Rugikan Negara Hingga Triliunan Rupiah

Enam bulan pertama 2026 menjadi periode paling sibuk bagi aparat penegak hukum.…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up