Penyelidikan dugaan eksploitasi dalam film dokumenter Pesta Babi yang dilaporkan oleh tokoh perempuan adat suku Marind-Anim, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, masih berjalan di meja Polda Metro Jaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin bilang pihaknya masih berfokus pada pendalaman materi laporan yang dilayangkan Mama Sinta terhadap ketua LBH Merauke inisial JTW.
“Kami sampai dengan hari ini masih terus menyelidiki dengan mengonfirmasi terhadap pihak-pihak terkait yang disampaikan oleh Mama Sinta di dalam laporannya. Begitu juga terhadap pihak-pihak dalam pembuatan filmnya,”
ujar Iman di Polda Metro Jaya, Selasa, 9 Juni 2026.
Kata dia proses pemanggilan dan permintaan keterangan dari saksi sudah dilakukan. Tapi, Iman belum merinci identitas pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan. Ketika disinggung siapa saja yang sudah diperiksa, Iman hanya menjawab singkat.
“Kalau itu substansi perkara, ya, maaf saya tidak bisa jawab,”
kata dia.
Verifikasi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan pada tahap awal penyelidikan, pihaknya akan memverifikasi laporan beserta barang bukti yang dilampirkan.
“Yang pasti, pelapor itu akan diminta keterangan lebih dulu, termasuk verifikasi terkait tentang dokumen atau barang bukti yang dilaporkan,”
kata Budi.
Dia mengaku penyelidik belum ada niatan untuk memeriksa Mama Sinta, sebab kepolisian masih mencocokkan keterangan dan bukti yang ada.
“Prosesnya masih berjalan, kami belum sampai ke sana,”
ujar Budi.
Adu
Laporan Mama Sinta telah teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/3834/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 29 Mei 2026, dengan sangkaan Pasal 65 KUHP juncto Pasal 67 KUHP.
Mama Sinta mengaku menjadi korban eksploitasi dari dokumenter Pesta Babi. Dia mengaku dirinya tidak tahu kalau film bakal diputar. Dia diajak seseorang bernama Tigor untuk menonton Pesta Babi di Jayapura pada 8 April 2026.
“Saya saksikan sendiri, kenapa wajah saya ditampilkan di depan banyak orang tanpa seizin dari saya,”
kata Mama Sinta.
Dia mengklaim dirinya tidak pernah mengizinkan maupun terlibat dalam film tersebut.

