Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,09 persen atau turun 16 poin ke level Rp17.960 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi, 11 Juni 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah ini karena penguatan dolar AS akibat naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan ini meningkat didorong oleh penyerangan yang dilakukan oleh AS kepada Iran.
“Dolar AS sempat kembali menguat semalam hingga pagi ini oleh eskalasi di Timur Tengah, namun perkembangan terakhir AS mengatakan penyerangan telah berakhir,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id, Kamis, 11 Juni 2026.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menguat pada perdagangan hari ini. Namun, penguatan rupiah akan terbatas karena situasi di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS, namun penguatan diperkirakan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia,”
tutur Lukman.
Prediksi
Maka, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan menguat di kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, ringgit Malaysia (MYR) dan rupiah menjadi mata uang yang melemah di Asia Tenggara. Ringgit tercatat melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan ringgit Malaysia (MYR) 0,13 persen, dolar Singapura (SGD) menguat 0,02 persen melawan dolar AS, dan baht Thailand (THB) berotot di 0,19 persen.



