Dalam hidup, tidak semua orang yang pernah hadir di dekat kita akan tetap tinggal selamanya. Ada kalanya kita harus belajar menerima jarak, perubahan, atau keadaan yang membuat seseorang perlahan tidak lagi bisa kita genggam seperti dulu.
Di saat seperti itu, hati perlu belajar ikhlas. Bukan untuk menghapus semua kenangan, tetapi untuk merelakan tanpa terus merasa terikat. Dan di tengah proses itu, doa menjadi tempat kita kembali untuk mencari ketenangan dan kekuatan.
Berserah Diri di Tengah Urusan Hati
Melansir dari laman NU Online, Rasulullah SAW tidak mengkhususkan doa tersebut hanya untuk satu keadaan tertentu, tetapi untuk segala urusan yang berkaitan dengan hati yang sudah sulit dikendalikan. Karena itu, doa ini dianjurkan untuk sering dibaca agar Allah menolong hamba Nya.
Seorang Muslim tetap dianjurkan untuk selalu berserah diri kepada Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, sambil terus berdoa dalam keadaan apa pun. Permohonan juga bisa disampaikan dengan bahasa sendiri, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui isi hati setiap hamba-Nya.
Namun bagi yang belum mengetahui caranya, bisa amalkan beberapa doa di bawah ini.
Doa Penetapan Hati
Dalam hidup, hati manusia sangat mudah berubah. Kadang kuat, kadang lemah, dan sering kali tidak stabil dalam menghadapi berbagai ujian. Karena itu, kita membutuhkan pertolongan Allah agar hati tetap teguh dan tidak mudah goyah dari jalan kebaikan.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Doa Memohon Istikamah
Dalam proses melupakan seseorang, hati sering kali masih mudah goyah dan kembali teringat pada masa lalu. Karena itu, seorang hamba membutuhkan pertolongan Allah agar hatinya tetap tenang, tidak kembali larut dalam kesedihan, dan diberi keteguhan untuk melanjutkan hidup dengan ikhlas.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi karunia.”
Doa Memohon Keteguhan
Dalam menghadapi perasaan yang sulit dilepaskan, hati sering kali membutuhkan arahan agar tidak tersesat dalam perasaan yang berlebihan. Karena itu, seorang hamba dianjurkan untuk memohon kepada Allah agar hatinya selalu diarahkan kepada kebaikan dan ketaatan.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyarankan untuk membaca doa ini:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, arahkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.”
Melupakan Seseorang Bukan Melupakan Kebaikannya
Melupakan seseorang bukan berarti melupakan kebaikan yang pernah ada di antara kita. Sebaiknya, kebaikan itu tetap diingat dan diceritakan, sementara hal-hal buruk tidak perlu disebarkan.
Yang sudah berlalu biarlah menjadi masa lalu, terutama jika sebuah hubungan tidak lagi bisa dipertahankan. Misalnya dalam rumah tangga, perceraian memang diperbolehkan dalam Islam, tetapi sangat tidak disukai oleh Allah karena dapat menimbulkan banyak dampak, terutama bagi anak.
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 237:
“وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ
Artinya: “Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.” (QS. Al-Baqarah: 237)
Pada intinya, meski hubungan berakhir, kebaikan tetap harus dijaga dalam ingatan, dan keburukan tidak perlu terus disebarkan.
Proses melupakan seseorang bukanlah tentang menghapus seluruh kenangan, tetapi tentang belajar menerima dan merelakan dengan hati yang lebih tenang.
Semoga Allah senantiasa memberi keteguhan hati, menenangkan jiwa, dan menggantikan segala rasa yang hilang dengan sesuatu yang lebih baik. Karena pada akhirnya, hanya kepada-Nya kita kembali menyerahkan segala urusan hati.


