Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, melontarkan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto terkait arah kebijakan ekonomi yang dinilainya berbeda dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Menurut Budiman, Prabowo menjadi presiden pertama pada era reformasi yang secara tegas memisahkan fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan, sementara pertumbuhan ekonomi didorong melalui instrumen investasi dan konsolidasi modal seperti Danantara.
Saya kira, Bapak Prabowo adalah presiden pertama Republik Indonesia, at least di era reformasi, yang jelas isinya,”
kata Budiman di Kampus Paramadina, Jakarta, yang dikutip, Kamis, 11 Juni 2026.
Aktivis 98 itu menjelaskan, dalam desain ekonomi yang sedang dibangun pemerintah saat ini, APBN tidak lagi difokuskan semata-mata untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan diarahkan menjadi alat pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat luas.
APBN sebagai engine pemerataan dan Danantara sebagai engine pertumbuhan,”
jelasnya.
Budiman menilai, pendekatan tersebut menjadi pembeda dibandingkan kebijakan ekonomi pada masa lalu, yang cenderung menjadikan APBN sebagai instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pas masa lalu, APBN hanya mesin pertumbuhan,”
ucapnya.
Menurut Budiman, lahirnya Danantara tidak bisa dilepaskan dari strategi pemerintah untuk memperkuat sumber pembiayaan pembangunan di luar APBN. Dengan demikian, negara memiliki ruang yang lebih besar untuk menggunakan anggaran negara dalam memperkecil ketimpangan, dan memperluas manfaat ekonomi kepada masyarakat.
Kenapa bikin Danantara? Tadi itu. Untuk kompensasi karena APBN mau dikerahkan ke pemerataan,”
ungkap Budiman.
Ia juga mengaitkan kehadiran Danantara dengan agenda hilirisasi sumber daya alam, yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memiliki instrumen yang mampu mengonsolidasikan kekuatan modal nasional untuk mendukung industrialisasi.
Hilirisasi sumber daya alam. Pak Prabowo ingin industrialisasi, siapa yang menguasai uang, mengkonsolidasi modal, itu akan menjadi pemenang,”
paparnya.
Budiman menegaskan, pembentukan Danantara merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadapi kompetisi ekonomi global yang semakin ketat.
Makanya Pak Prabowo bicara soal Danantara. Itu adalah bagian merespon kompetisi rekayasa keuangan. Nah, Danantara dibuat dalam langkah itu,”
pungkasnya.

