Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 13 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Ribuan Calon Dokter Terancam Gagal Lulus, DPR Desak Perbaikan Sistem Ukom dan UKT Pasca-Koas Dihapus
Nasional

Ribuan Calon Dokter Terancam Gagal Lulus, DPR Desak Perbaikan Sistem Ukom dan UKT Pasca-Koas Dihapus

Rika PangestiIvan OWRITE
Last updated: Juni 13, 2026 8:25 pm
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
Share
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat (Foto: fraksi.pks.id)
SHARE

Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, mendesak pemerintah segera membenahi sistem pendidikan kedokteran nasional.

Desakan itu muncul setelah adanya keluhan mahasiswa kedokteran yang terancam tidak lulus uji kompetensi meski telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, serta masih dibebani pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) saat menunggu ujian.

Ru’yat mengungkapkan persoalan tersebut telah ia sampaikan dalam rapat kerja Komisi IX DPR bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Baca juga:
Ada Blind Spot Pertahanan Udara di Indonesia Timur, Pesawat Asing… Komisi I DPR RI menyoroti masih adanya titik buta atau blind spot dalam sistem…
Bantah Sengaja Bikin Sinyal Demo 'Indonesia Bangkrut' Jadi Lemot, Polisi:… Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengklaim pihaknya tidak…
Demo 'Indonesia Bangkrut': Dua Pemuda Diciduk Gegara Bawa Bom Molotov Polisi mendalami penangkapan dua lelaki yang diduga hendak menyusup ke dalam aksi…
  • Ada Blind Spot Pertahanan Udara di Indonesia Timur, Pesawat Asing Berpotensi Lolos…
  • Bantah Sengaja Bikin Sinyal Demo 'Indonesia Bangkrut' Jadi Lemot, Polisi: Karena Kebanyakan…
  • Demo 'Indonesia Bangkrut': Dua Pemuda Diciduk Gegara Bawa Bom Molotov

Aspirasi itu berasal dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia yang memperingatkan potensi tersendatnya kelulusan ribuan calon dokter.

Kemarin sudah saya sampaikan ke Kemendiktisaintek atas aspirasi Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran yang memprediksi akan ada ribuan mahasiswa kedokteran yang sudah kuliah penuh dan koas, tetapi terancam tidak lulus ujian kompetensi,”

kata Ru’yat, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.

Sistem Pendidikan dan Sertifikasi Dokter

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pendidikan dan sertifikasi dokter.

Ia menilai mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan akademik dan profesi tidak seharusnya berada dalam ketidakpastian hanya karena mekanisme uji kompetensi.

Oleh karena itu, kami mohon agar Kemendiktisaintek dan Kementerian Kesehatan membuat suatu sistem yang tidak memberatkan,”

ujarnya.

Tak hanya soal kelulusan, Ru’yat juga menyoroti praktik penarikan UKT kepada mahasiswa yang sebenarnya telah menyelesaikan kuliah dan masa koasisten.

LPDP Buka Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis, Catat Waktu dan Syarat Pendaftarannya

Beban itu tetap dikenakan selama mereka menunggu jadwal uji kompetensi yang dalam beberapa kasus bisa berlangsung hingga tiga tahun.

Ada aspirasi dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia dan juga asosiasi mahasiswa kedokteran terkait adanya beban UKT kepada mahasiswa kedokteran, padahal kuliahnya sudah selesai, sudah selesai koasisten. Tapi ketika penantian masa uji kompetensi yang bisa mencapai tiga tahun, mereka tetap harus membayar UKT,”

bebernya.

Politikus PKS itu menilai kebijakan tersebut tidak adil bagi mahasiswa maupun keluarga yang telah mengeluarkan biaya pendidikan selama bertahun-tahun.

Nah, ini tentu sangat tidak adil. Bilamana kegiatan kuliahnya sudah selesai, koasisten sudah selesai, harusnya UKT juga tidak dibebankan kepada mahasiswa,”

tegasnya.

Ru’yat menilai persoalan pendidikan kedokteran tidak bisa diselesaikan secara terpisah oleh masing-masing lembaga.

Ia meminta adanya koordinasi yang lebih kuat antara Kementerian Kesehatan, Kemendiktisaintek, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), dan kolegium profesi agar sistem pendidikan, sertifikasi, hingga penempatan tenaga kesehatan berjalan lebih terintegrasi.

Kemarin juga hadir Menteri Kesehatan. Agar ada kolaborasi terintegrasi antara Menteri Kesehatan, Konsil Kesehatan Indonesia, kolegium, dan tentu Kemendiktisaintek,”

ujarnya.

Menurut Ru’yat, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar mahasiswa kedokteran tidak menjadi korban ketidakpastian sistem.

Di tengah kebutuhan dokter yang masih tinggi di berbagai daerah, ia menilai negara justru tidak boleh menciptakan hambatan baru bagi calon tenaga kesehatan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Tag:Achmad Ru’yatCalon DokterDPR Komisi IXHeadlineKemendiktisaintek
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Zaskia Adya Mecca Turun ke Jalan, Bagikan Logistik Gratis untuk Mahasiswa Demo di Bundaran HI
By Syifa Fauziah
Zaskia Adya Mecca
1
DPR Minta Warga Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri, Sebut Layanan Rumah Sakit di Dalam Negeri Sudah Canggih
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Indah Kurniawati saat mengikuti kunjungan BURT DPR RI ke National Hospital Surabaya
2
Bantah Sengaja Bikin Sinyal Demo ‘Indonesia Bangkrut’ Jadi Lemot, Polisi: Karena Kebanyakan Orang
By Rahmat Tunny
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut', 12 Juni 2026, di Jakarta.
3
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
4
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
5

BERITA LAINNYA

Warga yang tergabung dalam aliansi MBG Watch membawa peralatan dapur saat aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat
Nasional

Ganti Kepala BGN Dinilai Tak Cukup, Audit Total MBG Didesak Perlu Dilakukan

Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak otomatis menyelesaikan berbagai persoalan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Meity Rahmatia
Nasional

DPR Sentil Kementerian HAM: Jangan Sibuk Urus Indeks, Pelanggaran HAM di Lapangan Masih Banyak

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Meity Rahmatia, mengingatkan Kementerian Hak…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Petani membajak sawah dengan traktor pada lahan bekas banjir di area persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

DPR Ingatkan Daerah Jangan Gampang Alih Fungsi Sawah, Kedaulatan Pangan Terancam

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengingatkan pemerintah…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher
Nasional

Ombudsman Sentil BGN dan Imipas: Abaikan Rekomendasi hingga Maladministrasi Berulang

Ombudsman RI menyoroti lemahnya tindak lanjut rekomendasi perbaikan yang sebelumnya telah diberikan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up