Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 17 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Bukan Karena Cari Pujian, Ini Alasan Jepang Selalu Bersihkan Tempat Sebelum Pergi
Cari Tahu

Bukan Karena Cari Pujian, Ini Alasan Jepang Selalu Bersihkan Tempat Sebelum Pergi

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Juni 15, 2026 11:59 am
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Aksi suporter Jepang bersih-bersih sampah
Aksi suporter Jepang bersih-bersih sampah (Foto: @SiaranBolaLive)
SHARE

Setiap gelaran Piala Dunia, suporter Jepang kerap mencuri perhatian dunia karena kebiasaan mereka membersihkan sampah di stadion usai pertandingan. Tak hanya itu, ruang ganti tim nasional Jepang juga beberapa kali menjadi sorotan karena selalu ditinggalkan dalam keadaan bersih dan rapi.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Souji?
  • Filosofi “Tatsu Tori Ato wo Nigosazu“
  • Mengapa Souji Dianggap Penting?
  • Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Kebahagiaan

Di balik kebiasaan tersebut, terdapat sebuah nilai budaya yang sudah mengakar kuat dalam masyarakat Jepang, yakni souji (掃除) tradisi membersihkan lingkungan yang bukan hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan, tetapi juga membentuk karakter dan rasa tanggung jawab.

Baca juga:
Apa Itu Validasi dalam Bahasa Gaul? Kenapa Istilah Ini Sering… Kalau kamu sering main TikTok, X, Threads, atau Instagram, pasti sudah nggak…
HUT Jakarta ke-499: Mengenal Ondel-Ondel, Ikon Budaya Betawi yang Melegenda Di tengah semarak perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta, ondel-ondel kembali menjadi sorotan…
HUT ke-499 Jakarta: Menelusuri Sejarah Ibu Kota dari Sunda Kelapa… Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta menjadi momentum bagi masyarakat…
  • Apa Itu Validasi dalam Bahasa Gaul? Kenapa Istilah Ini Sering Muncul Bareng…
  • HUT Jakarta ke-499: Mengenal Ondel-Ondel, Ikon Budaya Betawi yang Melegenda
  • HUT ke-499 Jakarta: Menelusuri Sejarah Ibu Kota dari Sunda Kelapa hingga Megapolitan

Apa Itu Souji?

Secara harfiah, souji berarti membersihkan atau menyapu. Namun dalam budaya Jepang, istilah ini punya makna yang lebih dalam lagi.

Souji merupakan praktik membersihkan ruang yang digunakan, baik rumah, sekolah, kantor, hingga fasilitas umum. Tradisi ini mengajarkan bahwa seseorang memiliki tanggung jawab untuk merawat tempat yang telah digunakan, bukan menyerahkan sepenuhnya kepada petugas kebersihan.

Karena itu, banyak sekolah Jepang tidak memiliki petugas kebersihan khusus. Karena setiap hari siswa bergiliran membersihkan ruang kelas, koridor, toilet, hingga halaman sekolah.

Melalui kebiasaan tersebut, anak-anak diajarkan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Filosofi “Tatsu Tori Ato wo Nigosazu“

Tradisi souji juga berkaitan erat dengan sebuah peribahasa Jepang yang terkenal, yakni “Tatsu Tori Ato wo Nigosazu” (立つ鳥跡を濁さず). Menurut artikel yang dimuat media Jepang Oggi.id, ungkapan tersebut telah digunakan selama berabad-abad untuk menggambarkan pentingnya meninggalkan suatu tempat dengan baik dan tanpa menimbulkan masalah bagi orang lain.

Secara harfiah, ungkapan tersebut berarti “burung yang terbang pergi tidak mengeruhkan air yang ditinggalkannya”. Makna yang terkandung di dalamnya bisa diartikan sebagai, seseorang sebaiknya meninggalkan tempat atau situasi dengan cara yang baik, tanpa menyisakan masalah maupun kekacauan.

Dalam kehidupan sehari-hari, filosofi ini sering diterapkan saat seseorang pindah rumah, resign dari pekerjaan, lulus sekolah, atau meninggalkan suatu tempat setelah digunakan.

Tak heran jika masyarakat Jepang terbiasa merapikan kembali ruangan, membersihkan meja makan, hingga memastikan area publik tetap bersih setelah dipakai.

Baca juga:
Mengapa Umat Kristen Beribadah pada Hari Minggu? Ini Sejarah dan… Bagi banyak orang, hari Minggu identik dengan waktu beristirahat setelah menjalani aktivitas…
Apa Itu B50 Biodiesel? Bahan Bakar Baru yang Diklaim Hemat… Pemerintah berencana mulai menerapkan biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 mendatang. Langkah…
Mengenal Justice Collaborator: Si 'Cepu' Jalur Resmi yang Bikin Jantung… Kalau kamu sering ngikutin berita korupsi atau kasus-kasus besar di Indonesia, pernah…
  • Mengapa Umat Kristen Beribadah pada Hari Minggu? Ini Sejarah dan Makna Spiritualnya
  • Apa Itu B50 Biodiesel? Bahan Bakar Baru yang Diklaim Hemat Rp48 Triliun…
  • Mengenal Justice Collaborator: Si 'Cepu' Jalur Resmi yang Bikin Jantung Koruptor Ketar-ketir!

Mengapa Souji Dianggap Penting?

Bagi masyarakat Jepang, bersih-bersih bukan hanya soal fisik, melainkan juga latihan mental.

Dalam ajaran budaya Jepang yang dipengaruhi nilai Shinto dan Zen, kebersihan sering dikaitkan dengan kemurnian hati dan ketertiban pikiran. Saat seseorang membersihkan lingkungan sekitar, ia juga sedang melatih disiplin, kesadaran diri, dan rasa hormat kepada orang lain.

Nilai tersebut membuat aktivitas sederhana seperti menyapu atau memungut sampah memiliki makna sosial yang besar.

Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Kebahagiaan

Menariknya, berbagai penelitian psikologi juga menemukan fakta bahwa, tindakan yang menunjukkan rasa syukur dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapat memberikan dampak positif bagi kondisi mental seseorang.

Dalam kajian psikologi positif yang dipopulerkan psikolog Amerika, aktivitas yang menumbuhkan rasa terhubung dengan orang lain dan menunjukkan apresiasi terbukti mampu meningkatkan perasaan bahagia serta kepuasan hidup.

Media olahraga Jepang Real Sports mencatat bahwa, tindakan yang mencerminkan rasa syukur dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar memiliki keterkaitan dengan peningkatan kebahagiaan dan performa individu.

Meski souji bukan bagian dari penelitian tersebut secara langsung, nilai yang terkandung di dalamnya yakni rasa syukur, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap lingkungan memiliki kesamaan dengan faktor-faktor yang mendukung kesejahteraan psikologis.

Budaya souji tidak hanya terlihat di lingkungan pendidikan. Kebiasaan itu juga tampak dalam berbagai acara publik.

Salah satu contoh yang paling sering mendapat sorotan adalah aksi suporter Jepang yang memungut sampah setelah pertandingan sepak bola internasional. Bahkan ketika tim mereka kalah, para pendukung tetap membersihkan area tribun sebelum pulang.

Menurut laporan yang dimuat Yahoo! Japan News, budaya ini diyakini memiliki akar panjang. Salah satu kisah yang sering disebut adalah aksi pendukung klub perusahaan farmasi Tanabe pada final Piala Kaisar Jepang tahun 1981. Meski tim yang didukung kalah, para suporter tetap membersihkan tribun sebelum meninggalkan stadion.

Bagi banyak orang Jepang, tindakan tersebut bukanlah upaya mencari pujian, melainkan kebiasaan yang telah diajarkan sejak kecil.

Tag:Bersihkan stadionSuporter Jepangtradisi souji
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
1
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
2
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
3
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
4
Korupsi Impor Bea Cukai: Tiga Tersangka Penerima Suap OTW Sidang, Satu Orang Masih ‘Delay’
By Rahmat Baihaqi
Tersangka kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai, Sisprian Subiaksono (kiri) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Arti validasi dalam bahasa gaul
Cari Tahu

Apa Itu Validasi dalam Bahasa Gaul? Kenapa Istilah Ini Sering Muncul Bareng Kata “Haus Validasi”?

Kalau kamu sering main TikTok, X, Threads, atau Instagram, pasti sudah nggak…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
21 jam lalu
Ondel-ondel
Cari Tahu

HUT Jakarta ke-499: Mengenal Ondel-Ondel, Ikon Budaya Betawi yang Melegenda

Di tengah semarak perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta, ondel-ondel kembali menjadi sorotan…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Kota Tua Jakarta
Cari Tahu

HUT ke-499 Jakarta: Menelusuri Sejarah Ibu Kota dari Sunda Kelapa hingga Megapolitan

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta menjadi momentum bagi masyarakat…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Ibadah Minggu
Cari Tahu

Mengapa Umat Kristen Beribadah pada Hari Minggu? Ini Sejarah dan Makna Spiritualnya

Bagi banyak orang, hari Minggu identik dengan waktu beristirahat setelah menjalani aktivitas…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up