Wisata berbasis pengalaman atau experience tourism semakin diminati oleh banyak pelancong. Tak hanya ingin mengunjungi destinasi terkenal, wisatawan kini juga tertarik mencoba aktivitas yang menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Salah satu pengalaman di Jepang yang paling populer adalah berendam di pemandian air panas alami atau onsen.
Aktivitas ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang sejak lama. Selain dipercaya membantu tubuh menjadi lebih rileks, onsen juga memiliki aturan dan etika yang perlu dipatuhi oleh setiap pengunjung.
Seperti apa aturan onsen yang harus dipatuhi pengunjung? Merangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.
Pengertian Onsen
Onsen secara harfiah pemandian yang menggunakan air panas alami yang berasal dari sumber mata air panas di dalam bumi. Dalam bahasa Jepang, kata “on” (温) berarti hangat atau panas, sedangkan “sen” (泉) berarti mata air. Maka dari itu, onsen berarti mata air panas.
Berbeda dengan bak mandi air panas biasa, air onsen berasal dari sumber mata air panas alami yang dipanaskan oleh panas bumi di bawah permukaan tanah.
Air tersebut umumnya mengandung berbagai mineral alami. Karena Jepang memiliki banyak gunung berapi aktif, negara ini memiliki ribuan sumber mata air panas.
Sejarah Onsen
Berdasarkan catatan kuno, pemandian air panas sudah digunakan sejak periode Nara sekitar tahun 713 M. Pada awalnya, sumber air panas dimanfaatkan oleh kaisar dan kalangan bangsawan karena dipercaya dapat membantu menyembuhkan luka maupun penyakit tertentu.
Memasuki periode Kamakura, penggunaan onsen semakin meluas di kalangan samurai. Banyak prajurit memanfaatkan air panas alami untuk memulihkan tubuh setelah mengalami luka akibat peperangan.
Pada zaman Edo, onsen mulai dikenal oleh masyarakat umum dan mata air panas juga semakin berkembang. Hingga kini, sebagian masyarakat Jepang masih memandang onsen sebagai anugerah alam yang berharga.
Etika Berendam di Onsen
Berendam di onsen tidak bisa dilakukan sembarangan. Masyarakat Jepang memiliki sejumlah aturan dan etika yang harus dipatuhi demi menjaga kebersihan, kenyamanan, dan privasi bersama. Berikut beberapa di antaranya:
- Mandi terlebih dahulu sebelum masuk ke kolam onsen agar tubuh dalam keadaan bersih.
- Melepas alas kaki saat memasuki area onsen dan menyimpannya di tempat yang telah disediakan.
- Melepas seluruh pakaian di ruang ganti. Pada umumnya, pengunjung tidak diperbolehkan mengenakan pakaian renang saat berendam, kecuali di beberapa onsen campuran yang memiliki aturan berbeda.
- Mengikat rambut panjang agar tidak menyentuh air. Handuk kecil yang dibawa juga tidak boleh dicelupkan ke dalam kolam.
- Tidak membawa ponsel atau kamera ke area pemandian karena onsen merupakan ruang privat yang mengutamakan kenyamanan dan privasi pengunjung.
- Mengeringkan tubuh sebelum kembali ke ruang ganti agar lantai tetap kering dan aman bagi pengunjung lain.
Manfaat Onsen
Berendam di onsen dipercaya memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Selain membantu menghangatkan badan, air panas juga dapat meredakan kelelahan dan membuat tubuh lebih rileks.
Suhu air yang hangat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar.
Aliran darah yang baik memungkinkan oksigen dan nutrisi tersebar lebih optimal ke seluruh tubuh sekaligus membantu proses pembuangan limbah metabolisme dan karbon dioksida.
Oleh karena itu, banyak orang merasa tubuh menjadi lebih segar setelah berendam di onsen.
Di balik manfaatnya bagi tubuh, tradisi ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan, menghormati privasi, dan mematuhi etika.
Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Jepang, memahami etika berendam di onsen dapat membuat pengalaman berwisata jadi lebih nyaman.

















