Pemerintah menargetkan sistem digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital berbasis kecerdasan buatan (AI) rampung November 2026. Melalui sistem ini potensi kebocoran yang bisa dicegah mencapai ratusan triliun.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sebelum diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung proyek percontohan (pilot project) pada Juli mendatang.
Nanti pada Oktober-November Presiden launching secara nasional 541 kabupaten,”
ujar Luhut dalam konferensi pers di Kantor DEN, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Uji Coba di 42 Kabupaten

Adapun uji coba sistem akan berjalan di 42 kabupaten percontohan (pilot project), menyusul keberhasilan implementasi awal di Kabupaten Banyuwangi.
Kami harap itu semua sudah bisa di tempat mungkin 80-90 persen sambil jalan, sehingga akhir tahun kita semua sudah jadi. Jadi dengan begitu Presiden Prabowo akan dapat data yang akurat dari sistem ini,”
terangnya.
Adapun Perlinsos hadir sebagai portal yang memungkinkan pendaftaran bantuan sosial hanya dengan NIK dan verifikasi wajah. Proses pendaftaran bantuan sosial sebelumnya membutuhkan hingga 200 hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
Portal ini menyatukan data dari delapan kementerian/lembaga melalui Digital Public Infrastructure, sebagai pendekatan pertama yang diterapkan di Indonesia. Untung masyarakat yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat mengakses portal secara mandiri, sementara yang belum dapat dibantu melalui agen pendamping.
Hemat Rp260 Triliun
Luhut menyampaikan, dalam jangka panjang perbaikan ketepatan sasaran diproyeksikan membuka potensi efisiensi belanja sekitar Rp170 triliun hingga Rp260 triliun, atau setara US$10 miliar hingga US$15 miliar.
Dia mengatakan, angka tersebut merupakan estimasi strategis, bukan penghematan yang telah terealisasi, dan masih bergantung pada kualitas data serta keberhasilan perluasan.


