Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penyesuaian harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO). Meski demikian, langkah tersebut masih dalam tahap pengkajian oleh pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik PT PLN (Persero).
Saat ini, harga DMO batu bara untuk PLN ditetapkan sebesar US$70 per ton dan belum mengalami perubahan sejak 2019. Menurut Bahlil, kondisi tersebut mulai menjadi tantangan bagi pelaku usaha, khususnya produsen batu bara kalori menengah yang menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan pembangkit listrik.
Untuk medium ini kan SR-nya sudah di 8-12 persen, cost produksinya kan sudah tinggi. Jadi kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha jangan juga dibeli dengan harga yang sangat murah,”
ujar Bahlil di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Biaya Produksi Batu bara Meningkat

Lebih jauh, Bahlil menjelaskan biaya produksi batu bara terus meningkat seiring naiknya stripping ratio (SR), yakni rasio antara volume tanah penutup, yang harus dipindahkan dengan jumlah batu bara yang dapat ditambang. Kenaikan SR juga membuat biaya pengupasan lahan dan produksi batu bara menjadi lebih mahal.
Karena itu, pemerintah mulai mengevaluasi skema harga DMO yang berlaku saat ini agar tetap mampu memberikan insentif kepada produsen untuk memasok batu bara ke pasar domestik.
Meski demikian, Bahlil menegaskan pemerintah belum mengambil keputusan terkait perubahan harga. Saat ini, Kementerian ESDM masih menghitung berbagai dampak yang mungkin timbul, baik bagi produsen batu bara maupun PLN sebagai pengguna utama.
Di satu sisi, penyesuaian harga dinilai dapat menjaga minat perusahaan tambang untuk memenuhi kewajiban pasokan dalam negeri. Namun di sisi lain, kenaikan harga batu bara berpotensi meningkatkan biaya operasional PLN yang mungkin saja dapat membebani keuangan negara.
Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga tidak dirugikan dan pengusahanya juga tidak dirugikan,”
ujar Bahlil.
Pemerintah saat ini tengah mencari formulasi yang dapat menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan batu bara domestik dan efisiensi biaya penyediaan listrik nasional. Kajian tersebut menjadi penting mengingat batu bara masih menjadi sumber energi utama bagi sebagian besar pembangkit listrik PLN.

PLN Defisit 20 Juta Ton Batu bara
Sebelumnya, Menteri Bahlil mengungkapkan PLN masih mengalami defisit sekitar 20 juta ton batu bara kalori menengah dari total 154 juta ton. Namun, volume yang telah masuk dalam kontrak baru sekitar 134 juta ton sehingga masih terdapat kekurangan pasokan sekitar 20 juta ton.
Kurangnya puluhan ton batu bara tersebut juga mengharuskan pemerintah untuk membentuk tim khusus pengadaan batu bara bagi PLN. Pembentukan tim itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna memastikan tidak ada hambatan dalam proses pengadaan energi primer untuk pembangkit listrik.
Tim tersebut terdiri dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta PLN.
Menurut Bahlil, keberadaan tim tersebut bukan hanya untuk mempercepat pemenuhan pasokan batu bara, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan transparan dan tepat sasaran hingga batu bara benar-benar sampai ke pembangkit listrik.
Ini dalam rangka transparansi. Kami ingin tahu agar tidak ada masalah di teknis. Jangan barang sudah ada, ESDM sudah memberikan penugasan, tapi kalau tidak dieksekusi kan nggak sampai di powerplant,”
kata Bahlil.
Lebih jauh, pengawasan yang ketat juga akan dilakukan mengingat PLN telah menerima berbagai bentuk dukungan pemerintah, baik melalui skema subsidi energi primer maupun kompensasi tarif listrik.
Nah, kalau negara tidak hadir bersama-sama dengan PLN untuk melakukan pengawasan dan manajemen yang presisi, itu akan melahirkan cost lebih. Kalau cost lebih itu nanti PLN itu kan mendapat 7 persen dari Opex. Jadi semakin tinggi Opex-nya, itu semakin membebani keuangan negara,”
tutupnya.


