Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026. IHSG sempat menguat 0,50 persen, namun merosot 0,14 persen ke level 6.168 pada pukul 09.02 WIB.
Nilai transaksi tercatat 888 miliar, dengan melibatkan 1,08 miliar saham dalam 105 ribu kali transaksi. Ada 242 saham turun, 211 tidak bergerak, dan 225 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Kondisi ini sejalan dengan asing mencetakkan net sell sebesar Rp3,14 triliun di reguler market pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026
“Melihat hal tersebut, kami memprediksikan IHSG pada hari ini sideways cenderung melemah,”
ujar Fanny dalam riset hariannya, dikutip hari ini.
Bursa Asia
Fanny mengungkapkan pasar saham Asia mayoritas turun pada Jumat pekan lalu, didorong meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka.
Adapun indeks saham Jepang Nikkei 225 naik 0,28 persen, sedangkan Topix turun 0,57 persen. Selain itu di Korea Selatan, indeks KOSPI melemah 0,13 persen dan KOSDAQ merosot 3,43 persen.
Kemudian, ASX 200 Australia melemah 0,93 persen. Ada beberapa pasar saham tutup bursa karena libur nasional antara lain China, Hong Kong dan Taiwan.
Lantas untuk perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan melemah di level support 6.117 dan 6.080, sedangkan level resistance pada kisaran 6.209 hingga 6.245.

























