Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta membawa optimisme besar di kalangan The Jakmania. Rekam jejak pelatih asal Korea Selatan tersebut membuat banyak pihak menaruh harapan tinggi terhadap kebangkitan Macan Kemayoran pada musim mendatang.
Berbekal pengalaman menangani klub dan tim nasional, mulai dari Seongnam FC, Timnas Korea Selatan, hingga Timnas Indonesia, STY diyakini mampu memberikan warna baru bagi Persija.
Antusiasme suporter Persija meningkat sejak pengumuman resmi kedatangan Shin Tae-yong. Banyak pendukung berharap sang pelatih mampu membawa klub ibu kota kembali bersaing di papan atas dan meraih prestasi.
Meski memahami besarnya harapan tersebut, STY memilih bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa dalam sepak bola tidak ada jaminan sebuah tim akan selalu meraih kemenangan atau tampil sempurna di setiap pertandingan.
Tapi saya berjanji fans tidak akan kecewa,”
kata STY seperti dilansir di laman resmi Persija.
Janji Persija Tampil dengan Mentalitas Pejuang
Walaupun tidak menjanjikan kemenangan di setiap laga, Shin Tae-yong memastikan ada satu hal yang akan selalu terlihat dari tim asuhannya.
Menurut STY, Persija akan bermain dengan semangat juang tinggi dan menunjukkan karakter kuat sepanjang pertandingan.
Baginya, hasil akhir memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana tim berjuang di lapangan.
Menang atau kalah itu biasa, tapi kami akan bertanding dengan mentalitas pejuang dan daya juang tinggi. Tolong percaya pada pemain kami dan terus dukung kami,”
ujar STY.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut juga meminta para pendukung untuk terus memberikan dukungan kepada tim dalam berbagai situasi.
Ia percaya atmosfer positif dari suporter akan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal sepanjang musim.
Kepercayaan dan dukungan dari The Jakmania dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun tim yang kompetitif.
Tak Anti Kritik, STY Siap Dievaluasi
Selain berbicara soal target dan mentalitas tim, Shin Tae-yong juga menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik.
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari dunia sepak bola yang tidak bisa dihindari. Ia mengaku siap menerima masukan maupun evaluasi jika hasil yang diraih Persija tidak sesuai harapan.
Pertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang,”
ujar STY.
Shin Tae-yong menilai kritik bukan sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, ia menjadikan setiap masukan sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas tim.
Alih-alih terbebani oleh komentar negatif, mantan pelatih Timnas Indonesia itu memilih melihatnya sebagai kesempatan untuk berkembang.
Jika saya berpikir ‘Ah, para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya’, maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,”
tutupnya.
























