Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Negara Kalah dari Oligarki Batu Bara, PLN dan Rakyat Jadi Korban
Ekonomi Bisnis

Negara Kalah dari Oligarki Batu Bara, PLN dan Rakyat Jadi Korban

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 23, 2026 10:59 am
Rahmat Tunny
Amin Suciady
Share
Ilustrasi oligarki batubara dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ilustrasi oligarki batubara dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Doc: IA Owrite
SHARE

Wacana pemerintah untuk merevisi dan menaikkan harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) mulai menuai kritik keras. 

Kebijakan yang sedang dipertimbangkan tersebut dinilai bukan sekadar persoalan sektor energi, tetapi juga mencerminkan lemahnya posisi negara dalam menghadapi kekuatan industri batu bara.

Analis Kebijakan Publik Faisal Sallatalohy mengatakan rencana tersebut menunjukkan pemerintah sedang berada dalam tekanan besar dari kelompok pelaku usaha tambang.

Lampu Mulai Padam di Jawa, Peringatan Keras untuk Prabowo Jelang Pemilu 2029

Bahlil pertimbangkan revisi naik harga DMO. Bentuk nyata pemerintah sedang dipukul keras kekuatan oligarki batu bara,”

kata Faisal Sallatalohy kepada Owrite, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, persoalan tersebut memperlihatkan bahwa kendali terhadap sektor pertambangan tidak sepenuhnya berada di tangan negara, meskipun regulasi terkait kewajiban pasokan batu bara domestik telah tersedia.

Untuk diketahui, harga DMO batu bara nasional dipatok sebesar 70 dolar AS per ton untuk sektor kelistrikan umum. Sementara itu, harga batu bara internasional saat ini diperdagangkan sekitar 144 dolar AS per ton, membuat harga ekspor jauh lebih mahal daripada harga DMO.

Menunjukkan produksi tambang dikendalikan supremasi oligarki. Pemerintah tidak berdaya. Padahal ada regulasinya,”

ucapnya.

Faisal mempertanyakan mengapa pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Komisi XII DPR RI, tidak mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak menjalankan kewajibannya secara optimal.

Kenapa ESDM dan Komisi XII gak berani panggil lalu bertindak tegas terhadap oligarki itu? Berikan teguran keras, berikan sanksi?,”

tanya Faisal.

Lulusan doktoral Universitas Trisakti itu menegaskan, negara seharusnya memiliki instrumen yang cukup untuk memaksa pelaku usaha memenuhi kewajiban pasokan energi dalam negeri tanpa harus mengorbankan kepentingan publik.

Baca juga:
Perang Narasi PDIP vs Golkar Memanas, Drama Berebut Hati Pemilih… Ketegangan politik antara PDI Perjuangan dan Partai Golkar yang saling melontarkan kritik…
Roy Suryo-Dokter Tifa Bebas: Pernyataan soal Andil Prabowo Jadi Sorotan,… Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy…
Pemadaman Listrik Bergilir Beri Efek Negatif ke Ekonomi, Airlangga Minta… Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemadaman listrik bergilir di berbagai…
  • Perang Narasi PDIP vs Golkar Memanas, Drama Berebut Hati Pemilih 2029
  • Roy Suryo-Dokter Tifa Bebas: Pernyataan soal Andil Prabowo Jadi Sorotan, Ada Apa?
  • Pemadaman Listrik Bergilir Beri Efek Negatif ke Ekonomi, Airlangga Minta Ini ke…

Bukankah mereka harus dipaksa memenuhi kewajibannya. Kenapa negara harus kalah?,”

herannya.

Dikatakan Faisal, jika harga DMO benar-benar dinaikkan, pihak yang pertama kali merasakan tekanan adalah PLN. Beban biaya produksi listrik diperkirakan meningkat di tengah kondisi keuangan perusahaan yang disebut sedang menghadapi tekanan cukup berat.

Jika dinaikkan harga DMO, yang kalah adalah PLN tertimpa kenaikan biaya pokok produksi di tengah lonjakan kerugian 84 persen,”

jelasnya.

Dampak berikutnya, lanjut Faisal, berpotensi menjalar ke masyarakat melalui kenaikan tarif listrik maupun membengkaknya subsidi energi yang harus ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rakyat berpotensi kepukul lewat risiko kenaikan tarif. APBN tertekan kenaikan defisit akibat lonjakan tanggungan subsidi listrik,”

tegasnya.

Ia juga menyoroti pihak-pihak yang menurutnya justru akan memperoleh keuntungan apabila harga DMO mengalami kenaikan.

Sementara pemain besar oligarki tambang yang merupakan kawan-kawan Presiden Prabowo itu, mendapat selisih margin dan keuntungan yang meningkat,”

ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Faisal melontarkan kritik keras kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait wacana tersebut.

Hentikanlah ba***mu Bahlil. Harusnya malu sama rakyat. Ini malah makin PD ngoceh sana-sini, manipulasi opini publik untuk tutupi lemahnya posisi negara hadapi kekuatan oligarki. Mundur bang,”

tutup Faisal.
Tag:Bahlil LahadaliaFaisal SallatalohyHarga BatubaraHeadlineOligarki BatubaraPLNRakyat
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
1
Main di ‘Dua Jalur’, Pengamat Akui Nilai Tawar PDIP Makin Mahal Jelang 2029
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di atas Banteng samba tertawa.
2
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Perang Narasi PDIP vs Golkar Memanas, Drama Berebut Hati Pemilih 2029
By Rahmat Tunny
Gambar ilustrasi Partai Golkar - PDIP
4
AS-Iran Baku Ancam, IHSG Hari Ini Langsung Ciut ke 6.094
By Adi Briantika
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Petugas PT Pertamina Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan stasiun pengaturan tekanan gas jaringan gas.
Ekonomi Bisnis

Tak Lagi Terbuang, Gas Sengeti Akan Disalurkan PGN untuk Industri dan Pembangkit

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana menambah pasokan gas bumi sekitar…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
21 menit lalu
Ilustrasi kegiatan Pertamina eksplorasi, pengeboran, dan produksi migas lepas pantai
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Dijual US$78,18 per Barel, Investor Waspada Konflik Timur Tengah 

Harga minyak naik tipis pada perdagangan Selasa. Kenaikan ini sejalan dengan investor…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 23 Juni 2026: Antam Naik Rp5.000, Global Berkilau 

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Selasa, 23 Juni…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
1 jam lalu
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah ‘Keok’ Lagi ke Level Rp17.866 per Dolar AS, Investor Cemas AS-Iran Gagal Damai

Nilai tukar rupiah anjlok melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa pagi,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up