Telur menjadi salah satu bahan pangan yang hampir selalu tersedia di dapur masyarakat Indonesia. Data Kementerian Pertanian pada 2023, rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi sekitar 6,69 kilogram telur ayam ras per kapita dalam setahun.
Karena sering dikonsumsi sehari-hari, penting untuk memperhatikan kualitas telur sebelum membelinya.
Agar manfaatnya tetap optimal, Dinas Pertenakan Provinsi Jawa Timur pada 03 Juli 2025 menjelaskan, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memilih telur segar dan aman dikonsumsi.
Ciri Fisik Telur yang Baik
Telur yang berkualitas umumnya memiliki bentuk yang normal, tidak penyok atau berubah bentuk. Bagian cangkangnya terlihat bersih, halus, dan sedikit mengkilap.
Selain itu, telur yang baik tidak memiliki kotoran seperti bekas kotoran unggas, noda hitam, atau lapisan pengapuran, serta tidak terdapat retakan sedikit pun.
Hal ini penting karena telur yang retak dapat menjadi celah masuknya bakteri yang berpotensi merusak kualitas isi telur.
Uji Kesegaran Telur dengan Air Garam (Water Test)
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui kesegaran telur adalah dengan uji air menggunakan larutan garam 10 persen. Dalam metode ini, telur dimasukkan ke dalam air:
- Telur yang tenggelam menandakan kondisi masih baik atau segar
- Telur yang melayang menunjukkan kualitas sudah menurun
- Telur yang mengapung sebaiknya dihindari karena sudah tidak baik untuk dikonsumsi
- Metode ini sering digunakan sebagai cara cepat untuk mengecek kesegaran telur di rumah.
Telur yang Perlu Dihindari
Saat membeli telur, penting untuk lebih teliti memperhatikan kondisinya. Telur yang sebaiknya dihindari antara lain telur yang kotor karena masih terdapat sisa kotoran unggas yang menempel, serta telur yang memiliki retakan pada cangkangnya.
Kemudian, telur yang terlihat memiliki bagian putih pada permukaan cangkang atau tampak tidak normal juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda kualitas yang menurun.
Kualitas Isi Telur yang Baik
Tidak hanya bagian luar, isi telur juga dapat menjadi indikator kualitas. Telur yang baik memiliki batas yang jelas antara putih telur bagian kental dan encer. Kuning telur biasanya berbentuk bulat, berada di tengah, dan tidak mudah pecah.
Isi telur yang baik tidak memiliki bercak darah atau benda asing. Sebaliknya, telur yang kualitasnya menurun biasanya memiliki putih telur yang sudah tidak jelas batas kekentalannya, kuning telur tidak bulat, dan posisinya cenderung bergeser ke pinggir.
Tips Penyimpanan Telur
Agar kualitas telur tetap terjaga, penanganan dan penyimpanan harus dilakukan dengan benar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pisahkan telur yang bersih dengan yang kotor
- Pisahkan telur yang besar dengan yang kecil
- Pisahkan telur yang retak dengan yang utuh
- Pisahkan telur yang baru dengan yang sudah lama
Jika telur dalam kondisi kotor, cangkangnya dapat dibersihkan menggunakan air bersih tanpa disikat, lalu segera dikeringkan. Setelah itu, telur sebaiknya disimpan di dalam tray atau lemari pendingin pada suhu sekitar 7–10 derajat Celsius dengan posisi bagian tumpul berada di atas.
Dalam penyimpanan, prinsip FIFO (first in first out) juga perlu diterapkan, yaitu menggunakan telur yang lebih lama disimpan terlebih dahulu.
Masa simpan telur umumnya sekitar 15 hari pada suhu ruang, dan dapat mencapai sekitar 30 hari jika disimpan di lemari pendingin.









![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)










