Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai lebih dari 1.000 perusahaan. Angka tersebut jauh melampaui perkiraannya sebelum menjadi kepala negara.
Sebagai langkah penataan dan efisiensi, Prabowo pun akan melanjutkan program perampingan BUMN dengan menutup ratusan perusahaan pelat merah yang dinilai tidak efektif.
Kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700 lah,”
tegas Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 23 Juni 2026.
Danantara Hentikan 240 BUMN
Prabowo menjelaskan, sejak dirinya menjabat, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menghentikan operasional sekitar 240 BUMN. Menurutnya, kebijakan tersebut menghasilkan penghematan anggaran negara yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Ia menilai keberadaan BUMN yang terlalu banyak tidak hanya membebani keuangan negara, tetapi juga membuka ruang terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan.
Sudah, sudah, sudah kita tutup. Kita menghemat triliunan hanya dari menutup perusahaan-perusahaan yang tidak benar dan itu caranya para direksi itu menutupi korupsi mereka,”
lanjutnya.


Prabowo Kritik Beban Biaya Bayar Direksi
Selain menyinggung potensi korupsi, Prabowo juga mengkritik tingginya biaya yang harus ditanggung perusahaan untuk membayar direksi dan komisaris, terutama pada BUMN yang kinerjanya masih merugi.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mencontohkan, satu BUMN bisa memiliki sedikitnya empat direksi dan empat komisaris. Dengan gaji minimal Rp50 juta per orang setiap bulan, beban perusahaan dinilai sangat besar, belum termasuk berbagai bonus yang diterima para petinggi tersebut.
Kalau dihitung, umpamanya empat direksi sama empat komisaris itu delapan, kali 200 (perusahaan yang sudah ditutup), 1.600 (orang direksi dan komisaris). Kalau gajinya masing-masing Rp50 juta sebulan, berapa itu? Dan ada yang gajinya bisa di atas itu. Sudah (BUMN) rugi, minta bonus lagi,”
tukas Prabowo.














![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)










