Latihan dasar militer atau Latsarmil dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tengah jadi sorotan. Apalagi ada insiden dua peserta SPPI yang meninggal dunia saat latihan militer.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengkritik keras Latihan militer dalam program KDKMP dan KNMP. Dia menyoroti kondisi saat ini yang seperti sipil seperti dimiliterkan. Sebaliknya, militer masuk ke ranah sipil.
Ini yang sering saya sebutkan. Sipil dimiliterkan, militer disipilkan. Kala sipil diminta untuk melakulan pelatihan ala militer, militer yang sesungguhnya malah bekerja di ranah sipil,”
kata Ray kepada Owrite, Rabu, 24 Juni 2026.
Ray menyinggung keterlibatan TNI dalam program KDKMP dan KNMP tak ada hubungannya. Menurut dia, kondisi itu menjadi ironi.
Pelatihan militer ini disebut untuk meningkatkan disiplin. Ini agak ironi,”
tutur Ray.
Bagi dia, dengan melibatkan TNI ke ranah sipil sama dengan menurunkan disiplin.
Sebab, melibatkan TNI ke ranah sipil, seperti mengelola MBG, KDMP, bertani menunjukan minimnya disipilin. Yakni disiplin profesi,”
jelas Ray.
Ray mengatakan demikian karena kondisi itu seperti militer berada di ranah pertahanan. Sementara, yang sipil justru di ranah pemerintahan.
Jadi, kita sibuk urusan disiplin laku, tapi tidak peduli pada disipilin profesi. Padahal, tanpa disiplin profesi, yang terjadi adalah kekacauan,”
ujar aktivis Gerakan 1998 itu.
Demikian juga soal mental sipil, ia menuturkan tak perlu dipertanyakan. Sebab, mental rakyat sipil yang bergenerasi ada di garis hidup miskin, mereka tetap menjalaninya.
Menghadapi kesulitan demi kesulitan, tekanan demi tekanan tapi tetap bertahan. Apa yang paling menyakitkan dari seorang rakyat yang melihat elitnya pesta pora dari pajak rakyat yang dikorupsi,”
jelas Ray.
Menurutnya, kalau bukan karena mental rakyat sipil Indonesia yang kuat dan sabar, mungkin sudah ada keributan terjadi.
Tapi, karena mental rakyat kita kuat, berkali-kali dibohongi, dimiskinkan, dicuri kesejahteraannya, berkali-kali juga mereka tetap bangkit, bekerja sendiri, dan tetap menaati penguasa,”
sebut Ray.
Ray minta latihan militer dalam program KDKMP dan KNMP dihentikan. Menurutnya, yang paling penting adalah menanamkan rasa amanah dan anti korupsi terhadap calon pengelola koperasi desa.
Oleh karena itu, saya berharap latihan-latihan militer itu dihentikan. Yang paling penting bagi calon pengelola uang negara itu adalah menanamkan rasa amanah, anti korupsi dan suap, serta strategi meningkatkan usaha. Bukan latihan baris berbaris,”
ujar Ray.
Penyebab Meninggal
Sebelumnya, dua peserta program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan militer.
Dari penjelasan Kementerian Pertahanan (Kemhan), keduanya meninggal dunia karena gangguan kesehatan saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI. Kedua peserta itu adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan Anisa merupakan peserta di satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.
Tapi, saat menjalani latihan militer, Anisa harus dilarikan ke rumah sakit karena gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026.
Lalu, Yonanda mengikuti pelatihan di Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selaran. Kondisi Kesehatan Yonanda menurun dan mesti dilarikan ke rumah sakit pada 17 Juni 2026.
Rico menuturkan dari keterangan medis, Yonanda meninggal dunia karena cardiac arrest atau henti jantung.























