Pengamat Ekonomi Kreatif dari Universitas Mercu Buana Febryan Wishnu menilai penurunan harga BBM tidak hanya berdampak pada biaya transportasi dan logistik, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali berbelanja dan menggerakkan roda ekonomi.
Menurut Wishnu, manfaat terbesar dari turunnya harga BBM justru sering luput dari perhatian publik, yakni munculnya optimisme masyarakat bahwa kondisi ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih baik.
Ketika harga BBM turun, ada narasi positif yang beredar di masyarakat bahwa kondisi sedang membaik. Narasi ini sendiri bisa mendorong peningkatan konsumsi meski nilainya kecil,”
kata Wishnu saat dihubungi Owrite, Kamis, 25 Juni 2026.
Persepsi Pengaruhi Perilaku Konsumsi
Wishnu menjelaskan, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap perilaku konsumsi. Ketika masyarakat merasa kondisi keuangan lebih aman, mereka cenderung lebih berani membelanjakan uangnya untuk kebutuhan di luar kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut dinilai sangat penting bagi sektor ekonomi kreatif yang selama ini bergantung pada daya beli masyarakat. Produk-produk kreatif, menurut Wishnu biasanya menjadi pilihan ketika masyarakat merasa memiliki ruang keuangan yang cukup stabil.
Konsumen merasa sedikit lebih aman untuk membelanjakan uangnya. Bagi ekonomi kreatif, ini krusial karena produk kreatif adalah kategori yang dibeli ketika konsumen merasa cukup stabil secara finansial,”
ucapnya.
Karena itu, desakan agar pemerintah segera menyesuaikan harga BBM seiring turunnya harga minyak dunia dinilai bukan hanya soal energi, melainkan juga menyangkut upaya mendorong konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Harus Diiringi Stabilitas Harga Sembako


Dikatakannya, kebijakan penurunan BBM harus diiringi dengan langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang selama ini menjadi beban utama rumah tangga.
Penurunan BBM semata tidak cukup tanpa dibarengi kebijakan stabilisasi harga pangan, pengawasan rantai distribusi yang ketat, dan perlindungan terhadap pelaku usaha kecil,”
jelasnya.
Ia juga mengingatkan adanya risiko manfaat penurunan biaya logistik justru dinikmati oleh kelompok tertentu jika pemerintah tidak melakukan pengawasan secara serius.
Manfaat penurunan biaya logistik jangan sampai seluruhnya dikapitalisasi oleh pihak tengah yaitu distributor dan pengecer besar,”
ungkapnya.
Wishnu memastikan pengawasan terhadap transmisi harga menjadi kunci keberhasilan kebijakan energi. Tanpa pengawasan yang efektif, masyarakat hanya akan melihat angka BBM turun di SPBU tanpa merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau pengawasan transmisi harga ini absen, maka masyarakat tidak akan merasakan manfaat nyata, meskipun di atas kertas BBM sudah turun,”
tutupnya.


























