Keberhasilan Timnas Ekuador melangkah ke babak 32 besar pada gelaran Piala Dunia 2026 disambut penuh sukacita oleh masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian bersejarah tersebut, Presiden Ekuador Daniel Noboa menetapkan Jumat 28 Juni 2026 sebagai hari libur nasional.
Keputusan itu diumumkan tak lama setelah La Tri memastikan tiket ke fase gugur berkat kemenangan dramatis 2-1 atas Jerman pada laga terakhir Grup E.
Melalui akun media sosial X, Presiden Daniel Noboa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan staf pelatih yang berhasil membawa Ekuador mencetak sejarah baru di Piala Dunia.
Terima kasih kepada para pemain dan pelatih yang, meskipun mendapat kritik, hinaan, dan melewati masa-masa sulit, mampu bangkit dan memberikan kebahagiaan yang luar biasa ini kepada seluruh negeri. Besok, hari libur,”
tulis Noboa.
Pengumuman tersebut langsung disambut antusias oleh masyarakat yang larut dalam euforia keberhasilan tim nasional mereka.
Ekuador memasuki pertandingan terakhir Grup E dengan beban besar. Setelah kalah dari Pantai Gading dan hanya bermain imbang melawan Curacao, kemenangan atas Jerman menjadi satu-satunya cara untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Situasi semakin sulit ketika La Tri lebih dulu tertinggal. Namun, semangat juang para pemain membuat mereka mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di fase grup Piala Dunia 2026.
Euforia Pecah di Stadion dan Seluruh Negeri
Peluit panjang langsung disambut selebrasi meriah oleh para pemain, staf pelatih, dan ribuan pendukung Ekuador yang hadir di Stadion New York/New Jersey.
Tak hanya di stadion, pesta kemenangan juga berlangsung di berbagai kota di Ekuador. Ribuan suporter turun ke jalan untuk merayakan keberhasilan tim nasional mereka menembus fase gugur.
Atmosfer kemenangan semakin lengkap setelah pemerintah mengumumkan hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian tersebut.
Meski kalah dari Ekuador, Jerman tetap lolos ke babak 32 besar dengan status juara Grup E karena telah mengamankan tiket lebih awal. Sementara Pantai Gading finis sebagai runner-up setelah mengalahkan Curacao dengan skor 2-0.
Bagi Ekuador, keberhasilan ini memiliki arti yang sangat besar. Mereka melaju ke babak 32 besar melalui jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik sekaligus mencatatkan sejarah baru.
Ini menjadi kali kedua La Tri berhasil menembus fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah diraih pada Piala Dunia 2006 di Jerman ketika mereka sukses melangkah hingga babak 16 besar.
Kini, Ekuador berharap perjalanan impresif mereka di Piala Dunia 2026 masih bisa berlanjut dan menciptakan sejarah yang lebih besar lagi.



















