Nilai tukar rupiah ambruk pada Selasa pagi, 30 Juni 2026. Rupiah diperdagangkan melemah 0,23 persen atau 41 poin ke level Rp17.892 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah bersama mata uang negara Asia lainnya tercatat tak berdaya melawan dolar AS. Won Korea (KRW) anjlok 0,49 persen, Yen Jepang (JPY) melemah 0,15 persen.
Lalu Peso Filipina (PHP) ambruk 0,20 persen, Rupee India (INR) melemah 0,15 persen, Baht Thailand (THB) merosot 0,01 persen, dan Dolar Singapura (SGD) melemah 0,07 persen terhadap dolar AS.
Wait and See
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah ini karena investor cenderung wait and see terhadap data-data ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat (AS) pada pekan ini.
“Rupiah diperkirakan akan range bound terhadap dolar AS dengan potensi melemah terbatas. Investor cenderung wait and see serentetan data-data ekonomi penting domestik maupun AS pekan ini,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite, hari ini.
Selain itu, pelemahan rupiah juga didorong oleh kondisi geopolitik yang berubah-ubah di Timur Tengah. Perkembangan ini membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan.
“Perkembangan geopolitik yang berubah-ubah di Timur Tengah juga membuat investor berhati-hati,”
kata Lukman.
Adapun untuk perdagangan hari ini Lukman memperkirakan rupiah akan melemah kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.























