Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membantah anggapan ‘magnet’ Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang sudah luntur, sehingga sulit diandalkan untuk mendongkrak elektoral menuju 2029. Jokowi dianggap PSI masih punya pengaruh dalam safari politik.
Juru Bicara sekaligus Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan, anggapan magnet Jokowi sudah luntur sebagai kelucuan. Menurutnya, tak bisa disamakan Jokowi sekarang dengan saat menjadi calon presiden atau capres petahana di Pilpres 2019.
Jadi, lucu aja pengamat. Kunjungan ke rakorda sama dengan Pilpres. Pengamatnya itu harus cerdas, menyimpulkan seseuatu yang gak apple to apple,”
kata Bestari saat dihubungi Owrite, Selasa, 30 Juni 2026.
Bestari menjelaskan kondisi Jokowi saat safari politik ke Lampung bersama PSI berbeda dengan Pilpres 2029.
Bisa gak pengamat itu membayangkan. Kalau pemilu itu kan jelas, yang hadir dua-tiga pasangan. Berbeda dengan hari ini,”
jelas Bestari.
Dia menekankan Jokowi datang ke Lampung bukan kapasitas sebagai figur capres. Pun, kedatangan Jokowi di Lampung juga tak disiapkan secara serius.
Pak Jokowi itu kan datang bukan dengan kapasitas seperti capres. Dia datang juga bersama kami, kan organik saja,”
tutur eks politikus Partai Nasdem itu.
Lebih lanjut, dia menceritakan pengalamannya sebagai politikus. Ia mengaku pernah kesulitan mengumpulkan pengurus partai politik dalam suatu acara di daerah.
Menurut dia, hal itu berbeda saat rakorda PSI di Lampung yang dibanjiri kader pengurus partai. Maka itu, figur Jokowi dianggap masih punya pengaruh.
Kita lihat pertemuan di DPD Tulang Bawang, Bandar Lampung, Mesuji itu di tingkat DPD, bisa 2 ribu yang hadir. Ini pengurus yang hadir,”
sebut Bestari.
Dia menuturkan, dengan antusiasme pengurus PSI yang hadir mesti dilihat secara positif.
Kami berpikir positive thinking aja,”
tutur Bestari.
Aksi Demo
Lantas, terkait adanya aksi demonstrasi yang dilakukan sebagian warga Lampung, ia menjawab sebagai hal biasa. Menurut dia, aksi demonstrasi yang menolak kehadiran Jokowi di Lampung adalah aspirasi.
Jangankan PSI, Pak Jokowi, Pak Presiden saja didemo. jadi, gak ada masalah. Selama demo dilakukan tertib, ya tidak anarkis ya disampaikan saja,”
kata Bestari.
Lebih lanjut, dia menambahkan PSI akan mengevaluasi safari politik di Lampung. Agenda safari politik Jokowi bareng PSI dijadwalkan akan tetap lanjut ke daerah lain.
Bagaimana selanjutnya apa yang perlu ditambahkan. Rencananya kita nanti itu mendatangi Jawa Barat dan NTT,”
sebut Bestari.
Safari Politik Jokowi
Sebelumnya, pengamat komunikasi politik Jamiludin Ritonga menilai safari politik Jokowi di Lampung jika untuk mendongkrak elektoral PSI dan Gibran Rakabuming Raka menuju 2029 terlalu muluk.
Jamil menilai selama di Lampung tak terlihat antusias masyarakat setempat menyambut kedatangan Jokowi. Kata dia, malah ada aksi demonstrasi yang menyambut kedatangan Jokowi.
Dia pun membandingkan kondisi saat Pilpres 2019 saat Jokowi sebagai capres petahana. Ketika itu, magnet Jokowi masih kuat di Lampung. Namun, kondisi berbeda saat Jokowi safari politik bersama PSI ke Lampung pada akhir pekan lalu.
Kondisi itu mengindikasikan kedigdayaan Jokowi saat ini memang sudah pudar. Jokowi bukan lagi sosok yang dikagumi. Trust terhadap Jokowi tampaknya sudah pudar,”
tutur Jamil, Senin, 29 Juni 2026.
Jamil mengatakan figur Jokowi bukan lagi magnet politik yang bisa ‘menghipnotis’ masyarakat untuk mengikuti kehendaknya.
Jokowi sudah seperti layaknya warga biasa, yang tidak punya power politik,”
ujar Jamil.























