Libur sekolah jadi momen yang paling dinantikan oleh para siswa. Berbagai rencana liburan telah disiapkan, mulai dari studi tur hingga piknik bersama rombongan kelas, mulai disusun dengan antusias.
Di balik keseruan merencanakan destinasi wisata, ada satu aspek krusial yang tidak boleh luput dari perhatian, yakni memilih armada transportasi yang tepat.
Menyewa kendaraan umum seperti bus pariwisata, microbus, hingga bus berukuran medium dan besar untuk liburan sekolah tentu membutuhkan perencanaan yang matang.
Apalagi di tengah lonjakan permintaan, faktor keselamatan dan kenyamanan rombongan harus tetap menjadi prioritas utama.
Bagi kamu yang memiliki rencana untuk berlibur menggunakan bus, berikut hal yang perlu dipersiapkan dalam memilih bus.
1. Aspek Legalitas dan Keselamatan Perusahaan Otobus (PO)
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno berpesan untuk jangan pernah tergiur dengan penawaran harga yang murah.
Pastikan armada yang disewa benar-benar terjamin keselamatannya dengan memilih PO bus yang resmi, terpercaya, serta memiliki izin trayek atau izin angkutan pariwisata yang masih berlaku.
Untuk memastikannya, dapat memeriksa keaslian izin dan kelaikan jalan armada secara mandiri melalui sistem SPIONAM (Sistem Informasi Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda) milik Ditjen Hubdat Kemenhub,”
ujar Djoko dalam keterangannya.
Selanjutnya, pastikan kendaraan telah lulus uji berkala (KIR) terbaru. Berhak meminta bukti cetak kelulusan uji kepada pihak PO atau mengeceknya langsung melalui aplikasi e-KIR nasional.
Selain kelaikan jalan, pilihlah armada dengan kapasitas kursi yang sesuai atau sedikit lebih longgar dari jumlah rombongan agar perjalanan terasa lega dan seluruh barang bawaan dapat terakomodasi dengan baik.
2. Manajemen Waktu dan Kondisi Pengemudi
Kelelahan pengemudi merupakan salah satu faktor risiko kecelakaan terbesar, terutama saat musim liburan. Oleh karena itu, aturan jam kerja pengemudi wajib diperhatikan dengan ketat.
Sesuai regulasi keselamatan, durasi mengemudi maksimal adalah 8 jam sehari, atau maksimal 12 jam jika sudah mencakup waktu istirahat.
Regulasi mengenai waktu kerja pengemudi ini secara resmi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pada Pasal 90 ayat (1), disebutkan secara tegas bahwa setiap perusahaan angkutan umum wajib mematuhi dan memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu istirahat, serta pergantian pengemudi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Manajemen Rute dan Karakteristik Jalur
Musim liburan sekolah sering kali diwarnai oleh kemacetan ekstrem serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
Apabila rute wisata yang dipilih melintasi daerah pegunungan atau tanjakan curam, Anda wajib memastikan bahwa sistem pengereman bus termasuk fitur pendukung seperti retarder atau exhaust brake berfungsi secara optimal demi keselamatan bersama.
Selain itu, pastikan pengemudi sudah mengenali dan menguasai rute perjalanan menuju lokasi wisata.
Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kru bus mengenai rencana rute alternatif apabila jalur utama mengalami kemacetan parah atau terjadi penutupan jalan akibat kebijakan pembatasan volume kendaraan.
4. Budgeting
Perlu diingat bahwa komponen biaya sewa bus sering kali tidak bersifat all-in. Oleh karena itu, pastikan kesepakatan di awal sudah mencakup rincian biaya tambahan secara jelas, diperkuat dengan kontrak sewa tertulis, serta jaminan asuransi perjalanan.
Sejak awal, perjelas siapa yang akan menanggung biaya tol, parkir di lokasi wisata, retribusi daerah, hingga uang makan serta tips untuk sopir dan kernet.
Selain itu, pastikan ada kesepakatan hitam di atas putih mengenai kompensasi atau ketersediaan armada pengganti jika terjadi mogok atau kendala teknis di tengah jalan.
5. Komunikasi dsn Logistik Kelompok
Batasi kapasitas bagasi sesuai dengan jumlah peserta agar tidak terjadi kelebihan muatan yang dapat membahayakan stabilitas kendaraan.
Selain itu, aturlah posisi duduk peserta sejak awal, terutama bagi anak-anak atau lansia untuk mempermudah proses absensi dan pengawasan saat naik turun di destinasi wisata.
Sebelum kendaraan benar-benar berangkat, sempatkanlah untuk memeriksa kondisi fisik kendaraan secara singkat bersama pengemudi, seperti mengecek kelayakan ban,”
tandasnya.





















