Presiden RI Prabowo Subianto mendapat kejutan kecil berupa cendera mata spontan dari Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, di Istana Merdeka, 2 Juli 2026.
Momen unik tersebut terjadi di Ruang Kredensial, saat Lukashenko secara langsung menghadiahkan pulpen kelir hitam beraksen emas yang baru saja ia gunakan untuk menandatangani buku tamu kenegaraan kepada Prabowo.
Berdasarkan siaran langsung di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Prabowo sempat terkejut menerima pemberian tersebut. Ia kemudian tersenyum, menerima pulpen itu, dan menyimpannya di saku jas yang ia kenakan.
Empat Mata
Usai momen tersebut, kedua kepala negara berjabat tangan sebelum melanjutkan sesi foto bersama sebagai bagian dari rangkaian penyambutan resmi sekaligus simbol hubungan baik Indonesia dan Belarus.
Setelah seluruh prosesi penyambutan selesai, keduanya melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan tertutup atau pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden.
Kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko kali ini juga menjadi momentum peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi pedoman kerja sama kedua negara dalam berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, hingga kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Belarus sendiri merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia serta anggota penting Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Pada Desember 2025, Indonesia dan EAEU telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang diharapkan semakin memperkuat hubungan ekonomi kedua belah pihak.

























