Perjalanan Kanada sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 harus terhenti di babak 16 besar. Les Rouges dibantai Maroko dengan skor 0-3 dalam laga yang berlangsung di Houston, Minggu, 5 Juli 2026.
Dua gol Azzedine Ounahi pada babak kedua, ditambah satu gol Soufiane Rahimi di masa injury time, memastikan Singa Atlas kembali melangkah ke perempat final untuk edisi kedua secara beruntun.
Mengutip dari laporan FIFA, kemenangan ini mempertegas konsistensi Maroko di panggung sepak bola dunia. Achraf Hakimi cs sebelumnya mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia pada edisi Qatar 2022.
Selanjutnya, tim asuhan Mohamed Ouahbi bakal menghadapi tim unggulan Prancis di perempat final yang digelar di Boston pada 9 Juli.
Di sisi lain, Kanada sebenarnya sudah mengukir rekor atas pencapaiannya. Negara yang sebelumnya tak pernah meraih kemenangan di Piala Dunia itu sukses menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya.
Di awal laga, tim tuan rumah Kanada malah tampil lebih menjanjikan. Bermain dengan intensitas tinggi, mereka terus menekan pertahanan Maroko. Bahkan, Kanada beberapa kali memaksa lawan bertahan melalui situasi bola mati.
Peluang emas pertama lahir ketika winger Kanada Ali Ahmed memanfaatkan bola liar sebelum mengirim umpan kepada Tani Oluwaseyi. Lalu, sang penyerang berputar melewati Redouane Halhal dan melepaskan tembakan mendatar ke arah gawang.
Namun, kiper Maroko Yassine Bounou tampil gemilang dengan menepis bola menggunakan kaki kirinya.
Sebaliknya, Maroko terlihat kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama. Situasi mereka semakin sulit setelah Ismael Saibari, pencetak gol terbanyak tim di turnamen ini, harus meninggalkan lapangan akibat cedera otot pada menit ke-22. Posisinya kemudian digantikan oleh Soufiane Rahimi.
Namun, Maroko justru menunjukkan wajah permainan yang berbeda selepas turun minum. Tim asal Afrika Utara itu menampilkan permainan atraktif di babak kedua.
Kebuntuan pecah pada awal babak kedua lewat skema bola mati yang dieksekusi dengan rapi. Sang kapten Achraf Hakimi mengirim bola dari sisi kanan menuju depan kotak penalti.
Azzedine Ounahi yang berdiri bebas langsung melepaskan tembakan keras yang meluncur melewati jangkauan Maxime Crepeau sebelum bersarang di sisi kiri gawang.
Gol tersebut menjadi titik balik permainan. Maroko tampil semakin percaya diri dan mulai menguasai jalannya pertandingan.
Sementara, Kanada kesulitan mengembalikan ritme permainan yang sempat mereka bangun pada babak pertama.
Meski Tajon Buchanan sempat mengancam lewat tembakan rendah yang kembali mampu diamankan Bounou, Maroko justru menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat.
Brahim Diaz memberikan umpan matang kepada gelandang Ounahi yang tanpa kesalahan melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang.
Gol tersebut menjadi gol pertama Ounahi di Piala Dunia sekaligus brace bersejarah. Ia jadi pemain Afrika pertama yang mencetak dua gol dalam satu laga fase gugur Piala Dunia sejak Henri Camara membawa Senegal menyingkirkan Swedia pada edisi 2002.
Dominasi Maroko belum berhenti. Soufiane Rahimi sempat melihat sundulannya membentur mistar gawang, namun penyerang tersebut akhirnya tetap mencatatkan namanya di papan skor pada masa tambahan waktu.
Menerima umpan terobosan Brahim Diaz, Rahimi menuntaskan peluang dengan penyelesaian tenang untuk memastikan kemenangan 3-0 bagi Singa Atlas.
Maroko pun melangkah mantap ke perempat final dengan modal performa impresif di babak kedua. Sebaliknya, Kanada meski kalah mereka mengakhiri perjalanan bersejarah di hadapan publik sendiri dengan kepala tegak.

























