Perjalanan Timnas Cape Verde atau Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 harus terhenti pada babak 32 besar. Namun, penampilan tim dari pesisir barat Afrika itu bisa memukau mata pecinta sepak bola dunia.
Vozinha cs bisa membuat juara bertahan Argentina mesti mati-matian menang lewat extra time dengan skor tipis 3-2.
Sejak saat itu, pemain Timnas Tanjung Verde jadi sorotan. Salah satunya Roberto Lopes yang berposisi sebagai bek tengah.
Siapa sangka, perjalanan karier bek 34 tahun itu sebagai pesepak bola berawal dari pesan di Linkedin.
Pada awal 2019, pelatih Tanjung Verde saat itu Rui Aguas menghubunginya melalui Linkedin. Dalam pesan itu, Rui menawarkan Lopes untuk bergabung membela Timnas Cape Verde.
Saat itu, Lopes mengira pesan itu spam dan mengabaikannnya selama sembilan bulan. Pun, hingga akhirnya Aguas menghubunginya kembali.
Saya kira itu pesan spam dan saya tidak memperhatikannya. Lalu, sekitar sembilan bulan kemudian, dia (Aguas) membalas pesan saya, mengatakan, ‘Hai Roberto, apakah kamu sudah sempat mempertimbangkan apa yang saya katakan kepadamu?”
kata Lopes dikutip dari BBC, pada Minggu, 5 Juli 2026.
Setelah membaca pesan tersebut, Lopes mengaku merasa tak enak kepada Aguas karena telah mengabaikan pesan tersebut selama berbulan-bulan.
Meski demikian, ia juga senang dan tak berpikir panjang untuk bergabung ke dalam tim tersebut.
Tapi, ada cerita lucu saat ia membaca pesan dari Aguas.
Saya menyalin pesan itu dan memasukkannya ke Google Translate, dan pada dasarnya isinya, ‘Kami sedang mencari pemain baru untuk bergabung dengan skuad Tanjung Verde, dan apakah Anda tertarik untuk membela Tanjung Verde?”
lanjut Lopes.
Usai membaca pesan Aguas, ia tak berpikir panjang untuk menerima tawaran tersebut.
Saya sangat gembira mendengarnya. Saya langsung berpikir, ‘Ya, 100 persen saya ingin menjadi bagian dari tim ini'”
tutur Lopes.
Sebelum masuk skuad Timnas Tanjung Verde, Lopes merupakan seorang pekerja kantoran di Republik Irlandia. Ia seorang penasihat baru di Dublin.
Selain itu, dia juga masih aktif bermain sepak bola paruh waktu untuk Bohemians di Liga Irlandia.
Kemudian, titik baliknya pada tahun 2017, ketika rival Dublin Shamrock Rovers menawarkan Lopes kesempatan untuk meninggalkan pekerjaan tetapnya dan terjun sepenuhnya ke karier sepak bola.
























