Di era digital, nilai akademik tinggi dinilai tak lagi cukup untuk meraih keberhasilan. Dengan seiring perubahan dunia kerja yang semakin cepat, kemampuan membangun networking atau jejaring justru menjadi salah satu modal penting bagi Generasi Z atau Gen Z untuk mendapatkan income.
Akademisi yang juga Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Erna Karim mengatakan perubahan dari era industri menuju era digital sudah mengubah cara masyarakat memperoleh penghasilan.
Menurut dia, jika dulu banyak yang mengandalkan pekerjaan tetap, kini peluang kerja dan sumber pendapatan semakin beragam berkat adanya perkembangan teknologi.
Kondisi inilah yang kemudian membuat networking memiliki peran yang semakin besar dalam membuka berbagai peluang.
Mengapa Networking Penting?
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang kini memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) memunculkan efisiens dalam kebutuhan tenaga kerja manusia yang perlahan mulai berkurang.
Di sisi lain, dengan perkembangan internet juga membuat jarak jauh geografis bisa teratasi. Kini, seorang kini bisa bekerja sama dengan orang lain dari berbagai daerah bahkan negara lain tanpa mesti bertemu secara langsung.
Secara sosiologis, era digital ini karena tanpa batas wilayah, peluang untuk mendapatkan sumber-sumber penghasilan dari networking menjadi pilihan utama nanti ke depannya,”
kata Erna kepada Owrite, Senin, 6 Juli 2026.
Menurutnya, networking yang luas akan membuka kesempatan untuk bergabung dalam proyek. Lalu, bisa membangun bisnis, hingga memperoleh pekerjaan yang sebelumnya tidak dapat diakses melalui jalur konvensional.
Erna mengatakan di era industri banyak orang berlomba-lomba mengejar pendidikan tinggi demi memperoleh pekerjaan di perusahaan besar. Karier kemudian dibangun melalui jenjang jabatan dan promosi. Namun, pola tersebut mulai bergeser saat masuk ke era digital.
Kini, semakin banyak gen z memilih menjadi freelancer, content creator, maupun digital nomad karena pekerjaan tersebut menawarkan fleksibilitas. Selain itu, ada peluang memperoleh penghasilan dari berbagai sumber.
Kondisi ini yang disebut membuat kemampuan membangun relasi menjadi sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Menurut Erna, networking bukan hanya soal memiliki banyak kenalan, melainkan membangun hubungan yang dapat saling memberikan manfaat.
Melalui jaringan yang kuat, seseorang dapat memperoleh informasi, peluang kolaborasi, hingga kesempatan mengembangkan karir atau usaha.
Maka itu, Gen Z dinilai perlu aktif mengikuti komunitas, memperluas relasi profesional, serta memanfaatkan platform digital. Dengan cara itu penting untuk membangun koneksi dengan orang-orang yang memiliki minat atau bidang pekerjaan yang sama.
Di era digital nantinya akan menghasilkan dua kelompok masyarakat. Kelompok pertama adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi, membangun jaringan, dan terus mengembangkan keterampilan sehingga mampu menciptakan peluang baru.
Sementara kelompok kedua adalah mereka yang kesulitan beradaptasi sehingga berisiko tertinggal di tengah perubahan dunia kerja.
Karena itu, menurut Erna networking bukan lagi sekadar pelengkap dalam membangun karier. Tapi, juga sebagai salah satu kunci untuk bertahan dan berkembang di era digital yang terus berubah.

























