Direktur Executive Partner Politik Indonesia Abubakar Solissa mengatakan, target Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meraih sekitar 7 persen suara pada Pemilu 2029 berpotensi mengubah peta persaingan antarpartai.
Tambahan suara yang dibidik PSI, ungkapnya, tidak serta-merta akan menggerus basis suara PDI Perjuangan (PDIP) yang dinilai memiliki karakter pemilih lebih ideologis.
Apabila target tersebut tercapai, kata Solissa, sumber suara PSI hampir dipastikan berasal dari perpindahan pemilih partai-partai lain yang memiliki irisan basis pemilih serupa.
Persaingan justru akan lebih terasa di kalangan partai dengan basis pemilih moderat dan terbuka terhadap figur Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Menurut saya, jika target PSI mencapai sekitar 7 persen benar-benar ingin diwujudkan, maka suara tersebut hampir pasti berasal dari perpindahan pemilih partai lain, terutama dari partai yang memiliki irisan basis pemilih yang sama,”
kata Abubakar Solissa saat dihubungi Owrite, Senin, 6 Juli 2026.
Ditambahkannya, partai-partai seperti Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan sebagian basis pemilih Partai NasDem justru lebih berpotensi menghadapi kompetisi langsung dengan PSI.
Kalau melihat peta politik saat ini, Demokrat, PAN, dan sebagian NasDem relatif lebih berpotensi mengalami penggerusan dibandingkan PDIP,”
ucapnya.
Solissa menjelaskan, ketiga partai tersebut memiliki karakter pemilih yang lebih cair, didominasi kelompok moderat, kelas menengah, pemilih muda, serta kalangan yang selama ini cukup terbuka terhadap figur Jokowi.
Sementara itu, Solissa menilai kondisi berbeda terjadi pada PDIP. Meski memiliki sejarah politik yang panjang bersama Jokowi, hubungan politik keduanya kini telah berubah sehingga basis pemilih PDIP tidak mudah berpindah hanya karena faktor tokoh.
Basis pemilih PDIP lebih bersifat ideologis dan memiliki loyalitas organisasi yang relatif kuat, sehingga tidak seluruhnya mudah berpindah hanya karena faktor figur,”
jelasnya.
Selain membidik pemilih dari partai lain, Solissa menilai PSI juga akan berupaya memperluas dukungan dari kalangan pemilih pemula dan swing voters yang belum memiliki ikatan kuat dengan partai politik tertentu.
PSI juga kemungkinan tidak hanya mengambil suara dari empat partai tersebut, tetapi juga berusaha menarik pemilih pemula dan kelompok swing voters yang selama ini belum memiliki keterikatan kuat dengan partai tertentu,”
ujarnya.






















