Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serempak ambruk pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Juli 2026. Bahkan, rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah ditutup melemah 0,19 persen atau 34 poin ke level Rp18.014 per dolar AS. Sedangkan IHSG anjlok 1,89 persen ke level 5.873.
Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp10,5 triliun dengan melibatkan 22,6 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 191 saham naik, 116 tidak bergerak, dan 482 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser diantaranya:
- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) ambruk 14,98 persen ke Rp386
- PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) anjlok 14,29 persen ke Rp60
- PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) melemah 14,29 persen ke Rp60
Sedangkan saham paling banyak dijual asing atau net foreign yakni:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp178,53 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp107,87 miliar
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp71,58 miliar
Biang Kerok Rupiah


Sementara itu, Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh serangan yang dilancarkan oleh AS ke Iran.
Kembalinya permusuhan dan tanda-tanda masalah pelayaran yang lebih besar di Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya.
Selain itu, pelemahan juga didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 4,525 persen.
Para pedagang sekarang mengalihkan perhatian mereka ke notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bulan Juni, yang akan dirilis nanti malam pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB, untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang pemikiran The Fed,”
tuturnya.






















