Seorang camat di Boyolali, Jawa Tengah, diduga mengirimkan video bugil kepada mantan karyawannya berinisial TA (19), hingga dua kali.
Kasus ini kemudian menjadi viral di media sosial setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali menyebut insiden tersebut diduga terjadi karena “salah kirim” dan memicu gelombang kritik dari warganet.
Salah satunya melalui postingan akun Instagram @vazergi yang kurang dari 24 jam telah mengumpulkan lebih dari 10,2 ribu like, 1,6 ribu komentar, 547 kali diposting ulang, dan share sebanyak 13,2 ribu kali.
Dalam unggahan itu dijelaskan, bahwa korban telah melaporkan dugaan tersebut ke Pemkab Boyolali. Sementara itu, Pemkab Boyolali menyatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku, sedangkan aparat masih melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta yang ada.
Namun, perhatian publik justru tertuju pada penjelasan “salah kirim” yang disampaikan Sekda. Banyak netizen menilai alasan tersebut sulit diterima dan mempertanyakan bagaimana sebuah video pribadi bisa terkirim kepada orang yang tidak dituju.
Salah satu komentar datang dari akun @vvan.co yang menilai dalih tersebut tidak pantas digunakan dalam kasus dugaan pelecehan.
Enak bgt pelecehan gt dibilang salah kirim,”
kritiknya.
Ada juga komentar yang menyoroti kemungkinan penyelesaian kasus melalui jalur damai dengan kompensasi uang.
Kalo gue yg jadi karyawannya itu di duitin,”
komentar @gani_arti.
Banyak pula warganet yang mempertanyakan logika di balik alasan “salah kirim”. Mereka mempertanyakan kepada siapa sebenarnya video tersebut hendak dikirim.
Salah kirim hahahaha memangnya mau dikirim kesiapa,”
tanya @sutanbustamarkoto.
Di sisi lain, ada netizen yang mendorong agar kasus tersebut tetap diproses secara hukum dan tidak berhenti pada alasan administrasi atau kesalahan teknis semata.
Kalo gw sih lapor polisi langsung, mau duit damai atau dilapor polisi aja hehe,”
ungkap @chrisbud34.
Tak sedikit pula yang berspekulasi mengenai tujuan awal pengiriman video tersebut.
Pasti mau kirim ke simpanan nya ya pak,”
tulis @shinfotainment.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan. Aparat dan Pemerintah Kabupaten Boyolali menyatakan akan mendalami seluruh fakta sebelum mengambil kesimpulan terkait dugaan yang mencuat.





















