Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • MBG
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Banyak Orang Menunda Nikah demi Sekolahkan Adik, Ini Kata Psikolog
Hype

Banyak Orang Menunda Nikah demi Sekolahkan Adik, Ini Kata Psikolog

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 8, 2026 8:36 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 minggu lalu
Share
SHARE

Di tengah mahalnya biaya hidup, tidak sedikit anak pertama atau anak yang sudah bekerja memilih untuk menunda menikah demi membiayai sekolah adiknya. Fenomena ini sering dikaitkan sebagai bagian dari kehidupan sandwich generation.

Daftar isi Konten
  • Nikah atau Biayai Adik?
  • Kuncinya adalah Komunikasi
  • Orang Tua Perlu Peka

Banyak yang merasa terjebak di persimpangan. Di satu sisi ia mungkin ingin membangun kehidupan sendiri bersama pasangan.

Tapi disisi lain, ada tanggung jawab keluarga yang belum selesai, mulai dari memenuhi kebutuhan orang tua hingga membayar biaya pendidikan adik.

Lantas, apakah keputusan menunda menikah demi menyekolahkan adik adalah pilihan yang tepat?

Baca juga:
Puluhan Siswa di Jember Keracunan Telur MBG, Satgas Temukan Dugaan… Sebanyak 29 warga yang mayoritas merupakan siswa di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari,…
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Bersih-bersih Program MBG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan telah meminta tambahan…
Bukan Karena Tak Ada Stok, Ini Penyebab BBM Langka di… Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara…
  • Puluhan Siswa di Jember Keracunan Telur MBG, Satgas Temukan Dugaan Pelanggaran SOP
  • Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Bersih-bersih Program MBG
  • Bukan Karena Tak Ada Stok, Ini Penyebab BBM Langka di Sumut yang…

Psikolog Dra. Yuli Suliswidiawati membahas dilema tersebut melalui kanal YouTube pribadinya.

Menurutnya, tidak ada jawaban yang hitam-putih karena setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda.

Yuli menjelaskan bahwa hal pertama yang perlu dilihat adalah kondisi ekonomi orang tua.

Jika orang tua masih memiliki penghasilan, aset, atau keterampilan yang bisa menghasilkan uang, sebaiknya tetap diberdayakan agar tidak sepenuhnya bergantung kepada anak.

Kalau orang tua masih bisa produktif, manfaatkan kemampuan yang dimiliki. Tujuannya agar orang tua lebih mandiri secara finansial,”

jelas Yuli.

Namun, situasinya akan berbeda jika orang tua memang sudah tidak memiliki penghasilan sama sekali, sementara masih ada anak yang harus bersekolah.

Dalam kondisi seperti itu, anak yang sudah bekerja memang sering kali menjadi tumpuan keluarga.

Nikah atau Biayai Adik?

Meski demikian, Yuli mengingatkan bahwa keinginan untuk menikah juga merupakan kebutuhan yang tidak boleh terus-menerus diabaikan.

Angka Pernikahan Menurun, Atalia: Indonesia Jangan Ikuti Korea Selatan

Menurutnya, menikah tidak selalu identik dengan pesta mewah, yang lebih penting adalah kesiapan dan tujuan membangun rumah tangga sesuai kemampuan.

Yuli menyarankan agar anak tetap mulai merencanakan pernikahan sambil membantu kebutuhan keluarga sesuai kemampuan yang dimiliki.

Berbakti kepada orang tua adalah hal baik. Tetapi kondisi diri sendiri juga harus dijelaskan kepada keluarga,”

ujarnya.

Kuncinya adalah Komunikasi

Salah satu masalah yang sering terjadi dalam keluarga adalah tidak adanya komunikasi soal kondisi keuangan.

Akibatnya, anak merasa terus dituntut, sementara orang tua dan adik tidak mengetahui beban apa yang sebenarnya sedang kamu pikul.

Yuli menyarankan agar anak terbuka mengenai penghasilan dan kemampuan finansialnya. Orang tua pun diharapkan dapat membantu mengatur prioritas kebutuhan keluarga.

Bahkan, adik yang masih sekolah juga sebaiknya diajak berdiskusi agar memahami kondisi ekonomi keluarga dan tidak meminta hal-hal di luar kebutuhan utama.

Dengan begitu, seluruh anggota keluarga memiliki pemahaman yang sama sehingga beban tidak hanya dirasakan oleh satu orang.

Orang Tua Perlu Peka

Dalam video tersebut, Yuli juga menyoroti kebiasaan yang sering dikeluhkan banyak anak. Ada yang mengaku setiap kali ditelepon orang tua, pertanyaan pertama bukan “gimana kabarnya?”, melainkan “kok transferannya belum masuk?”

Menurutnya, orang tua tetap boleh meminta bantuan kepada anak. Namun, cara menyampaikannya juga penting.

Sapaan sederhana, menanyakan kesehatan atau pekerjaan anak, bisa membuat hubungan terasa lebih hangat dibanding langsung membahas uang.

Sebaliknya, anak juga sebaiknya jujur jika sedang memiliki kebutuhan lain sehingga bantuan yang diberikan bulan itu berbeda dari biasanya.

Fenomena menunda menikah demi menyekolahkan adik memang tidak bisa dinilai benar atau salah.

Bagi sebagian orang, itu menjadi bentuk bakti kepada orang tua. Namun, jika dilakukan tanpa komunikasi dan batas yang sehat, kondisi ini tentu berpotensi memicu stres, bahkan membuat seseorang terus menunda impian pribadinya.

Yuli menekankan bahwa kuncinya adalah komunikasi, saling memahami, dan menentukan prioritas bersama.

Sebagai anak kita memang wajib berbakti kepada orang tua. Tapi jangan sampai kita hilang dalam mencintai diri sendiri,”

tambahnya.
Tag:Berita PentingFenomenaMenunda NikahPasanganpernikahanpsikologRumah Tangga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral Wabup Lombok Sowan ke Tersangka Dugaan Kasus Santri Tewas, Netizen Singgung Keberpihakan
By Ani Ratnasari
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, M. Nursiah
1
Hotman Paris Datangi Kejagung, Jawaban soal Jadi Pengacara Febrie Adriansyah Bikin Heboh
By Rahmat Baihaqi
Pengacara Hotman Paris Hutape di gedung Kejagung.
2
Final Piala Dunia 2026: Dulu Guru dan Murid, Kini De la Fuente vs Scaloni Berebut Trofi Juara
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente dan Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni.
3
Final Piala Dunia 2026 Bikin Messi Pecahkan Rekor Langka yang Bertahan 32 Tahun
By Hadi Febriansyah
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi
4
Prabowo soal LNG Masela: Para Investor Harus Untung, Kita Malu Kalau Mitra Tidak Puas
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
5

BERITA LAINNYA

Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, M. Nursiah
Hype

Viral Wabup Lombok Sowan ke Tersangka Dugaan Kasus Santri Tewas, Netizen Singgung Keberpihakan

Kasus dugaan pembakaran santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Gula kelapa
Hype

Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Gula Merah, Gula Aren, dan Gula Kelapa

Gula merah, gula aren, dan gula kelapa sering dianggap sebagai tiga jenis…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Telur Bolognese
Hype

Resep Telur Bolognese, Menu Comfort Food Praktis dan Bikin Nagih

Telur menjadi salah satu comfort food favorit banyak orang karena mudah diolah,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Gedung Poliklinik Baru RSUD Temanggung
Hype

WEGE Garap Gedung Poliklinik Baru RSUD Temanggung, Nilai Proyek Capai Rp155,4 Miliar

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) kembali mengantongi proyek baru di…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up