FIFA resmi membuka investigasi terkait dugaan tindakan rasisme yang dialami YouTuber sekaligus streamer ternama IShowSpeed atau yang dikenal dengan Speed.
Insiden rasisme yang dialami pria bernama lengkap Daren Jason Watkins itu terjadi saat laga Argentina melawan Cape Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
IShowSpeed diduga alami rasis di di Miami Stadium, Amerika Serikat, pada 3 Juli 2026. Saat itu, Speed yang tengah melakukan siaran langsung atau livestream dari tribun stadion jadi sasaran ucapan bernada rasis dari seorang pendukung Argentina.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyampaikan tak akan mentoleransi segala bentuk rasisme, ujaran kebencian, maupun diskriminasi di sepak bola.
FIFA sangat mengutuk rasisme, kebencian, dan diskriminasi dalam segala bentuk. Tindakan seperti itu tidak memiliki tempat di sepak bola, di Piala Dunia FIFA, maupun di masyarakat,”
tulis FIFA dalam pernyataannya, dikutip dari ESPN pada Kamis, 9 Juli 2026.
FIFA menyampaikan sudah mengetahui insiden yang menimpa Speed dan langsung mulai penyelidikan setelah menerima laporan.
Piala Dunia FIFA adalah perayaan persatuan, keberagaman, dan rasa saling menghormati. Siapa pun yang bertindak bertentangan dengan nilai-nilai tersebut tidak diterima dalam permainan ini,”
lanjut keterangan FIFA.
Kronologi Dugaan Rasisme
Merujuk laporan Al Jazeera, insiden berawal saat Speed yang berada di tribun mengenakan jersey Cape Verde. Namun, ia menyadari seorang suporter Argentina terus meneriakkan sesuatu kepadanya.
Dalam tayangan livestream yang beredar, Speed sempat menoleh ke arah suporter tersebut dan bertanya apa yang sedang diucapkan kepadanya.
Suporter itu kemudian diduga melontarkan kalimat dalam bahasa Spanyol yang berarti, “Pergi menangis di kebun binatang.”
Ucapan tersebut diduga mengandung unsur rasis dan kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola.
Siapa IShowSpeed?
IShowSpeed, yang memiliki nama asli Darren Watkins Jr., merupakan salah satu kreator konten terbesar di dunia. Selama Piala Dunia 2026, ia bekerja sama dengan FIFA, Fox Sports, dan YouTube untuk menyiarkan pengalamannya menghadiri sejumlah pertandingan melalui livestream.
Popularitasnya juga membuat kehadirannya selalu menarik perhatian. Menurut laporan Al Jazeera, Speed beberapa kali dikerumuni penggemar saat memasuki maupun meninggalkan stadion selama turnamen berlangsung.
Saat ini, Speed memiliki lebih dari 150 juta pengikut di berbagai platform media sosial. Ia tercatat sudah memiliki lebih dari 57 juta pelanggan YouTube, 50 juta pengikut Instagram, 47 juta pengikut TikTok, serta jutaan pengikut di X.
Selain dikenal sebagai kreator konten, Speed juga kerap hadir dalam berbagai ajang sepak bola internasional.
Ia bahkan pernah meliput final Liga Champions 2025, final Piala Afrika 2026, hingga mewawancarai Presiden FIFA Gianni Infantino dalam sebuah siaran langsung.
Adapun kasus yang menimpa Speed menambah daftar insiden dugaan diskriminasi yang terjadi selama Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, mantan pesepak bola George Weah juga mengecam komentar bernada menghina yang diterima Kylian Mbappe. Pemain Real Madrid itu diduga mengalami penghianaa usai membawa Prancis menyingkirkan Paraguay melalui adu penalti.
Weah menegaskan sepak bola harus jadi ruang yang menjunjung tinggi rasa hormat, inklusivitas, dan persatuan.
Hingga kini, FIFA masih melakukan penyelidikan terkait insiden yang dialami Speed. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas suporter maupun kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan apabila dugaan tersebut terbukti.
























