Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengambil langkah resmi setelah kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Dallas, Selasa 7 Juni 2026.
EFA mengajukan protes kepada FIFA dan meminta investigasi terhadap perangkat pertandingan yang memimpin duel tersebut.
Menurut EFA, sejumlah keputusan wasit dinilai merugikan Timnas Mesir hingga berujung pada tersingkirnya mereka dari turnamen.
EFA Minta FIFA Selidiki Wasit dan Tim VAR


Dalam pernyataan resminya, EFA menyoroti kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, beserta tim Video Assistant Referee (VAR). Federasi menilai terdapat sejumlah keputusan kontroversial yang menunjukkan adanya standar berbeda dalam memimpin pertandingan.
Presiden Federasi Sepak Bola Mesir, Hany Abou Rida, telah mengajukan pengaduan kepada FIFA dengan menuntut penyelidikan terhadap wasit Francois Letexier setelah kesalahan-kesalahan serius yang dilakukan tim wasit, yang menyebabkan tim nasional Mesir kalah dan tersingkir dari Piala Dunia,”
tulis EFA Rabu 8 Juli 2026.
Tak hanya meminta penyelidikan terhadap wasit utama, EFA juga mendesak FIFA menginvestigasi tim VAR yang bertugas pada laga tersebut. Bahkan, federasi berharap seluruh perangkat pertandingan dicoret dari Piala Dunia 2026 apabila terbukti melakukan kesalahan serius.
Dua Keputusan Kontroversial Jadi Sorotan


EFA menilai terdapat dua momen penting yang sangat memengaruhi jalannya pertandingan. Kontroversi pertama terjadi ketika Mesir berhasil mencetak gol melalui Mostafa Zico saat masih unggul 1-0.
Namun, gol tersebut dianulir setelah VAR menilai Marwan Attia melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses terciptanya gol.
Sementara itu, insiden kedua terjadi menjelang gol kemenangan Argentina pada masa injury time. Kubu Mesir menganggap Mohamed Salah lebih dulu dilanggar di area penalti lawan.
Akan tetapi permainan tetap dilanjutkan hingga Argentina melancarkan serangan balik yang berujung gol penentu kemenangan 3-2.
Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Ia bahkan menyinggung dugaan adanya keberpihakan terhadap Argentina sebagai juara bertahan.
Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap memiliki peluang melanjutkan perjalanan,”
ujar Hassan usai pertandingan.
Mostafa Zico: Kami Diperlakukan Tidak Adil


Kekecewaan juga disampaikan penyerang Mesir, Mostafa Zico. Pencetak gol ke gawang Argentina itu menilai timnya sudah dirugikan sejak awal pertandingan.
Sejak awal pertandingan kami sudah diperlakukan tidak adil. Sangat jelas turnamen ini telah diatur,”
ujar Zico.
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait pengaduan yang diajukan Federasi Sepak Bola Mesir.
Protes tersebut menambah panjang daftar kontroversi yang mewarnai Piala Dunia 2026, terutama terkait penggunaan VAR dan keputusan wasit dalam pertandingan fase gugur.
Kini, publik menunggu langkah FIFA dalam menyikapi tuntutan investigasi yang diajukan EFA terhadap perangkat pertandingan laga Argentina kontra Mesir.
























