Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada Jumat, 10 Juli 2026. IHSG diperdagangkan menguat tipis sebesar 0,46 persen ke level 5.939.
Nilai transaksi IHSG sebesar Rp154,2 miliar, dengan melibatkan 212 miliar saham dalam 99 ribu kali transaksi.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG akan melemah pada perdagangan hari ini. Salah satu faktor pendorongnya adalah nilai tukar rupiah yang sudah menembus level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS).
IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5.950-6.050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6.050, IHSG masih rentan kembali koreksi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah rupiah yang telah menembus Rp18.100,”
ujar Fanny dalam analisis hariannya Jumat, 10 Juli 2026.
Bursa Asia
Fanny menjelaskan, pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026 pasar saham Asia mayoritas menguat di tengah ketegangan konflik antara AS dan Iran. Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,4 persen, dan TOPIX menguat 0,4 persen.
Lalu di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,62 persen, dan Kosdaq melesat 1,15 persen. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 0,70 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,26 persen, dan Taiex Taiwan berkurang 0,83 persen.
Lantas untuk perdagangan hari ini Fanny memproyeksikan, IHSG akan bergerak di level support 5.800-5.870. Sedangkan level resist IHSG di kisaran 5.970-6.050.






















