Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan pada penutupan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. Rupiah tercatat melemah, sementara IHSG menguat tipis.
Untuk rupiah amblas sebesar 0,63 persen atau 114 poin dan menembus level Rp18.128 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG menguat tipis 0,67 persen ke level 5.912.
Rupiah menjadi nilai tukar yang paling melemah dalam bila dibandingkan dengan mata uang negara Asia lainnya. Untuk Won Korea (KRW) melemah 0,37 persen melawan dolar AS dan Peso Filipina (PHP) anjlok 0,19 persen.
Kemudian untuk mata uang negara Asia lainnya menguat, yakni Ringgit Malaysia (MYR) dan Dolar Singapura (SGD) masing-masing menguat 0,09 persen. Lalu Yuan Tiongkok (CNY), Yen Jepang (JPY), dan Baht Thailand (THB) masing-masing menguat 0,17 persen. Sedangkan Rupee India (INR) berotot 0,24 persen.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Serangan baru terhadap Iran bertujuan untuk menjaga Selat Hormuz yang penting tetap terbuka bagi lalu lintas, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir,”
kata Ibrahim dalam analisisnya Kamis, 9 Juli 2026.
Selain itu pelemahan rupiah juga didorong oleh sentimen the Fed terkait suku bunga kebijakannya. Dari dalam negeri, pelemahan rupiah berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2026.
Pelaksanaan APBN yang lebih cepat pada semester I-2026 menjadi sentimen negatif bagi pasar, dimana APBN tahun 2026 tetap dirancang untuk menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pelaksanaan delapan agenda prioritas nasional,”
terangnya.
Kemudian merosotnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terhadap kondisi ekonomi nasional menjadi sentimen pelemahan rupiah. Sehingga, untuk perdagangan besok rupiah diperkirakan akan tetap berada di level Rp18.000 per dolar AS.
Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.120-Rp18.180,”
katanya.
327 Saham Naik


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp12 triliun dengan melibatkan 27,1 miliar saham dalam 2,2 juta kali transaksi. Sebanyak 327 saham naik, 190 tidak bergerak, dan 275 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Prodia Diagnostik Line Tbk (PRDL) naik 35 persen ke Rp162
- PT Niramas Utama Tbk (JELI) naik 24,91 persen ke Rp1.756
- PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) sebesar 23,62 persen ke Rp785
Sedangkan saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) melemah 14,97 persen ke Rp1.660
- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) anjlok 14,51 persen ke Rp330
- PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) melemah 14,44 persen ke Rp77





















