Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian menyerahkan kunci rumah hunian tetap (huntap) mandiri kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar wilayah Sumatra Barat.
Penyerahan kunci ini sebagai tanda selesai pembangunan unit hunian tetap sekaligus dorongan kepada warga untuk segera pindah dan menempati unit rumah baru tersebut.
“Jangan sampai setelah dibangun huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman,”
kata Rustian dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu, 12 Juli 2026.
Hanya Dua Bulan
Simbolisasi penyerahan kunci huntap mandiri dilaksanakan di tiga wilayah terdampak yaitu Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang, yang disaksikan oleh Kalaksa BPBD Sumbar, Pimpinan Daerah, beserta rombongan BNPB, BPBD, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dua bulan sejak peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh tersebut.
Unit rumah yang diserahkan merupakan rumah contoh pembangunan huntap mandiri dengan menggunakan material Semen Padang Bata Interlock (Sepablock). Material ini adalah inovasi PT Semen Padang yang dikembangkan sejak 2020 dan menggunakan sistem interlocking layaknya menyusun balok mainan.
Inovasi ini mempunyai banyak kelebihan diantaranya ramah gempa, ramah lingkungan, waktu pembangunan cepat, dan mudah dimobilisasi. Tiap rumah yang dibangun memiliki tipe 36 dan terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan dapur.
Setelah selesai pembangunan rumah contoh, BNPB akan segera membangun huntap mandiri bagi warga berdasar data korban yang telah diverifikasi.
Komitmen
Percepatan pembangunan huntap merupakan komitmen pemerintah dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Siklon Senyar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025.
Hal ini untuk memberikan hunian yang aman, layak, dan permanen bagi korban bencana, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Sinergi pemerintah pusat dan daerah, BNPB, serta pihak terkait menjadi kunci implementasi prinsip “Build-Back Safer and Better” bagi masyarakat terdampak bencana.
























